Saya lumayan kaget waktu tahu Suunto Race 2 (sekitar Rp7,9 jutaan di Amazon) baru mendarat Agustus 2025, eh sekarang penerusnya sudah mulai bocor di internet. Padahal jaraknya belum genap setahun dari seri sebelumnya. Seorang pengguna Reddit, Capable_Fan_3008, sempat mengabadikan tangkapan layar hasil pencarian Google yang menampilkan detail Suunto Race 3 dan Race 3 S, meskipun sekarang hasil pencarian itu sudah raib.
- Suunto Race 3 S akan pakai layar AMOLED 1,32 inci dengan pelindung kaca safir, sementara Suunto Race 3 lebih besar di 1,5 inci tapi hanya dilapisi kaca mineral.
- Model yang lebih besar dikabarkan fokus pada daya tahan baterai panjang, sedangkan dual-band GPS tetap hadir di kedua varian.
- Fitur baru paling mencolok adalah Suunto AI Coach, asisten latihan interaktif yang setelah uji coba tiga bulan akan mewajibkan langganan berbayar.
- Peluncuran resmi masih dijadwalkan untuk tahun 2026, jadi masih ada waktu panjang sebelum benar-benar bisa dibeli.
Bocoran Layar dan Material: Safir di Model Kecil, Mineral di Model Besar
Dari informasi yang sempat muncul dan kemudian ditelusuri lebih lanjut oleh Gadgets and Wearables di situs resmi Suunto, ada pemisahan yang cukup menarik antara dua model ini. Suunto Race 3 S akan mengusung layar AMOLED bundar berdiameter 1,32 inci dengan pelindung kaca safir, material yang biasanya saya andalkan buat jam tangan yang sering kena gesekan. Sementara kakaknya, Suunto Race 3, justru dapat layar lebih lega di 1,5 inci tapi hanya pakai kaca mineral.
Ini keputusan yang agak di luar kebiasaan. Biasanya model yang lebih besar dan lebih mahal justru yang dapat material lebih premium. Tapi kalau membaca arah pengembangannya, Suunto sepertinya memposisikan Race 3 sebagai varian yang mengutamakan daya tahan baterai daripada ketahanan baret. Masuk akal juga sih, karena urusan baterai ini sering jadi titik lemah smartwatch layar besar, apalagi yang sudah pakai AMOLED.
AI Coach Berbayar, Suunto Ikut Tren Langganan di Wearable
Satu hal yang bikin saya agak mengernyit adalah keputusan Suunto menyematkan AI Coach interaktif yang ternyata tidak gratis sepenuhnya. Bocoran menyebutkan fitur ini bisa digunakan untuk tanya langsung ke chatbot, misalnya soal kapan waktu terbaik latihan, jenis workout apa yang paling efektif, atau bagaimana perubahan pola tidur dan pemulihan bisa memengaruhi target latihan kamu. Kedengarannya lebih advanced dibanding Suunto Coach versi sekarang yang memang belum seinteraktif itu, tapi juga tidak perlu bayar bulanan.
Setelah masa uji coba tiga bulan pertama habis, kamu harus merogoh kocek untuk langganan. Suunto belum mengumumkan harga pastinya, tapi ini jelas menandakan pergeseran model bisnis di lini jam tangan olahraga mereka. Tren langganan di perangkat wearable sebenarnya bukan hal baru, merek lain sudah mulai menerapkan ini untuk fitur analitik mendalam. Hanya saja buat saya pribadi, akan lebih melegakan kalau fitur secanggih itu tetap jadi bagian dari harga jam yang sudah dibayar lunas di awal.
Yang patut dicatat, kedua model tetap dibekali dual-band GPS. Jadi buat kamu yang lebih peduli akurasi tracking rute lari atau bersepeda daripada ngobrol sama asisten AI, inti pengalaman Suunto Race sepertinya tidak akan banyak berubah. Sekarang tinggal menunggu 2026 untuk tahu apakah langganan AI Coach ini bakal jadi nilai tambah atau justru bikin orang berpikir dua kali.