Fenix baru saja merilis senter mungil yang cukup menarik perhatian saya, namanya SW06R. Ini bukan senter biasa yang harus Anda genggam terus. Bentuknya klip, jadi bisa dicantolkan ke baju atau tas. Menariknya lagi, bagian kepalanya bisa diputar dan punya tiga sumber cahaya berbeda. Buat saya pribadi, konsep seperti ini terdengar sangat praktis untuk kebutuhan sehari-hari atau sekadar alat bantu dadakan di rumah.
- Konsep klip dengan bodi magnetik untuk pemakaian bebas genggam di berbagai permukaan logam.
- Punya tiga sumber cahaya: putih terang 500 lumen, UV, dan kombinasi merah/biru.
- Baterai terintegrasi 1.300mAh dengan pengisian USB-C dan ketahanan bodi berstandar IP66.
- Sudah dijual di toko resmi Fenix AS dengan banderol $55 atau setara sekitar Rp900 ribuan.
Tiga Mode Cahaya dan Kepala yang Fleksibel
Yang bikin SW06R beda dari senter klip kebanyakan adalah kepalanya yang bisa diputar. Jadi Anda tidak perlu repot melepas atau memindahkan posisi senter hanya untuk mengarahkan sinar. Ini memudahkan sekali saat Anda sedang bekerja di area sempit atau butuh penerangan dari sudut yang aneh.
Untuk urusan penerangan, senter ini dibekali tiga sumber cahaya. Pertama, lampu LED putih dengan kecerahan maksimal 500 lumen. Warnanya putih kebiruan dengan temperatur 6.500K, dan menurut klaim Fenix, sinarnya bisa mencapai jarak sekitar 100 meter (328 kaki). Mode ini cocok untuk penerangan utama.
Sumber kedua adalah lampu UV yang berguna untuk keperluan spesifik. Saya bisa membayangkan ini dipakai buat mengecek uang kertas palsu atau menemukan noda-noda yang tidak terlihat mata telanjang di lantai atau pakaian. Lalu yang ketiga, ada lampu merah. Mode merah ini bisa berkedip bergantian dengan lampu biru, tetapi perlu dicatat, lampu birunya tidak bisa menyala terus-menerus tanpa berkedip. Agak disayangkan, padahal mungkin ada yang butuh mode biru konstan.
Ketahanan Baterai yang Cukup Masuk Akal
Sebagai alat EDC yang ringkas, SW06R mengandalkan baterai tanam berkapasitas 1.300mAh. Kalau kita asumsikan tegangannya 3,7V, itu setara dengan daya sekitar 4,8Wh. Angka yang tidak besar, tetapi wajar untuk ukuran begini.
Di mode paling terang (Turbo 500 lumen), senter ini diklaim mampu bertahan 2 jam 15 menit. Tapi ini dengan catatan suhu perangkat tidak terlalu panas. Saya duga kalau dipakai di cuaca panas Indonesia, mungkin akan ada jeda otomatis untuk mendinginkan diri. Di tingkat kecerahan yang lebih bersahabat, daya tahannya lumayan: mode 150 lumen bisa bertahan 5 jam 15 menit, mode 30 lumen nyaris 24 jam (23 jam 50 menit), dan kalau hanya 5 lumen, bisa menyala sampai lebih dari 65 jam.
Untuk lampu merahnya sendiri, Fenix mengklaim ketahanannya lebih dari 24 jam di mode apapun, sementara lampu UV bisa dipakai selama 2 jam 45 menit. Semua diisi ulang dayanya lewat port USB-C, standar yang sudah jadi keharusan di gadget masa kini.
Desain Ringkas dengan Bingkai Kokoh
Dari segi dimensi, senter ini cukup mungil. Panjangnya sekitar 9,9 cm (3,9 inci) dengan bobot hanya sekitar 88 gram (3,1 ons). Ringan, jadi tidak akan terasa mengganggu saat diklip di saku. Bodinya juga dibekali magnet, jadi bisa menempel di permukaan logam saat Anda butuh kedua tangan bebas.
Soal ketahanan, Fenix memberikan rating IP66. Artinya, senter ini aman dari debu dan cipratan air bertekanan tinggi, meskipun jangan direndam. Ketahanan benturannya diklaim sanggup menghadapi jatuh dari ketinggian hingga 1 meter (3,3 kaki).
Dari informasi yang saya dapat, senter ini sudah tersedia di toko online resmi Fenix untuk pasar Amerika Serikat. Harga yang dipatok adalah $55. Kalau dirupiahkan, angkanya sekitar Rp900 ribuan, tergantung kurs yang berlaku dan biaya tambahan kalau Anda berniat mengimpornya sendiri.