Saya sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa penerus Index dari Valve ini. Steam Frame, atau apapun nanti nama resminya, memang masih diselimuti misteri soal harga dan tanggal rilis. Valve sendiri sudah mulai menerima kiriman komponen yang dicurigai sebagai bagian dari headset ini. Tapi ada kabar kurang enak dari Qualcomm, yang bisa bikin dompet kita lebih kering dari perkiraan awal.
- Qualcomm berencana menaikkan harga chip Snapdragon dalam persentase dua digit, berlaku mulai 1 September.
- Steam Frame menggunakan Snapdragon 8 Gen 3, chip kelas atas yang membuat headset ini lebih rentan terhadap kenaikan biaya.
- Estimasi harga Steam Frame yang tadinya di kisaran Rp13 jutaan, kini diprediksi bisa menembus di atas Rp16 jutaan.
- Harga Meta Quest 3 dan 3S sudah duluan naik sekitar Rp800 ribuan hingga Rp1,6 jutaan pada April lalu.
Waktu yang Kurang Tepat dari Qualcomm
Bloomberg melaporkan pada 24 Juni bahwa Qualcomm sedang menyiapkan kenaikan harga dalam persentase dua digit. Kebijakan ini rencananya berlaku mulai 1 September. Bisa jadi, tanggal itu tepat setelah Steam Frame resmi diperkenalkan ke publik. Tapi menurut analis Brad Lynch, yang cukup vokal soal kabar-kabar internal Valve, dampak pengumuman ini akan tetap terasa di industri headset VR.
Masalahnya bukan cuma soal chip Snapdragon. Kelangkaan komponen penyimpanan dan memori sudah lebih dulu memaksa Valve menunda Steam Machine dan Steam Frame. Pusat data untuk kecerdasan buatan terus menyedot pasokan komponen tanpa ampun. Qualcomm sendiri berdalih tidak bisa lagi menanggung biaya tambahan yang terus membengkak.
Nah, penerus Index ini memang dikabarkan mengandalkan System-on-Chip (SoC) Snapdragon 8 Gen 3. Dengan kenaikan harga chip yang lumayan, mungkin harganya tidak akan langsung melonjak jutaan rupiah. Tapi estimasi harga yang beredar sejak headset ini pertama kali muncul sudah mulai merangkak naik.
Tebakan Harga yang Terus Berubah
Steam Frame bisa menjalankan game VR secara mandiri tanpa perlu disambungkan ke PC. Perangkat ini dibekali memori unified LPDDR5X sebesar 16 GB. Pilihan penyimpanannya juga tidak main-main: 256 GB atau 1 TB Universal Flash Storage (UFS). Dua komponen ini sudah bikin biaya produksi (BOM) ikut melar.
Valve sebenarnya mengincar harga yang lebih rendah dari Index pendahulunya yang dibanderol sekitar Rp16 jutaan (USD 999). Proyeksi optimistis sebelumnya ada di kisaran Rp13 jutaan (USD 800). Tapi melihat situasi sekarang, harga di atas Rp16 jutaan justru terdengar lebih realistis.
Steam Machine sendiri ternyata melampaui perkiraan anggaran yang ditakutkan banyak pihak. Sumber internal seperti Moore's Law Is Dead menyalahkan ketidakmampuan Valve untuk menimbun komponen penting sebelum krisis kelangkaan memori makin parah. Idealnya, Valve sudah mengamankan stok Snapdragon SoC sebelum tenggat 1 September yang ditetapkan Qualcomm.
Sejauh ini, krisis ini memang belum menghancurkan pasar game VR. Tapi Meta Quest 3 dan 3S sudah duluan mengalami kenaikan harga sekitar Rp800 ribuan hingga Rp1,6 jutaan (USD 50-100) pada April kemarin. Steam Frame yang menggunakan komponen lebih tinggi jelas lebih rentan terhadap situasi ini dibandingkan alternatif yang lebih terjangkau.