Saya selalu tertarik sama game survival yang tidak cuma suruh kita ngumpulin kayu dan batu. Ada satu judul yang mungkin sudah lewat dari radar banyak orang: Icarus. Game ini dirilis Desember 2021 dan sekarang sedang diskon besar-besaran di Steam, 80 persen, dari harga normal Rp524.850 (USD 34,99) jadi cuma sekitar Rp104.850 (USD 6,99) saja. Tapi seperti biasa, diskon segini tidak akan lama. Promonya cuma bertahan sampai 27 Juli 2026.
Jadi, kalau kamu lagi cari game yang bisa dimainkan sendiri atau bareng teman tanpa harus berurusan sama pemain toxic, Icarus layak dilirik. Apalagi 74 persen dari 65.255 review di Steam memberi jempol ke atas.
- Diskon 80 persen di Steam: dari Rp524.850 jadi sekitar Rp104.850, berakhir 27 Juli 2026
- Game survival PvE murni, tidak ada pemain lawan, semua ancaman dari lingkungan dan makhluk liar
- Tiga mode permainan: misi waktu terbatas, dunia terbuka, dan mode kreatif, plus bisa co-op sampai 8 pemain
- 74 persen review positif dari 65.255 ulasan, dipuji karena grafis dan sistem tempurnya
Bertahan Hidup di Planet Icarus yang Kejam
Premisnya sederhana. Kamu berperan sebagai prospector, semacam penambang kontrak, yang dikirim ke planet Icarus untuk mengumpulkan sumber daya berharga. Masalahnya, planet ini tidak ramah sama sekali.
Cuaca ekstrem, kebakaran hutan yang bisa muncul tiba-tiba, dan satwa liar yang agresif jadi ancaman konstan. Belum lagi kebutuhan dasar seperti oksigen dan makanan. Setiap ekspedisi, kamu harus berburu hewan untuk makan dan terus mencari sumber oksigen supaya tetap hidup.
Dari deskripsi ini, saya membayangkan Icarus sebagai game yang menghukum, tapi bukan dengan cara buatan. Semua kesulitannya datang dari sistem ekologi planet yang memang tidak bersahabat, bukan dari pemain lain yang tiba-tiba nge-raid base kamu jam tiga pagi. Buat yang capek sama drama PvP, ini nilai plus besar.
Tiga Tech Tree dan Lebih dari 100 Skill
Satu hal yang bikin saya tertarik adalah sistem perkembangan karakternya. Icarus punya tiga tech tree, semacam jalur spesialisasi, yang mencakup lebih dari 100 skill. Kamu bisa fokus jadi hunter, spesialis combat, atau lebih condong ke farming dan crafting.
Ini penting karena gaya bermain setiap orang beda-beda. Ada yang hobinya bikin base megah, ada yang lebih senang berburu makhluk alien sendirian. Fleksibilitas ini membuat Icarus tidak terasa monoton, apalagi dengan tiga mode permainan yang tersedia: misi dengan batas waktu, dunia terbuka tanpa tekanan waktu, dan mode kreatif buat yang pengin bereksperimen tanpa ancaman mati.
Oh ya, kamu juga bisa main bareng sampai delapan orang dalam mode co-op, atau bergabung di server online. Jadi walaupun PvE, game ini tidak terasa sepi kalau kamu punya teman yang diajak.
Yang Dipuji dan yang Dikeluhkan Pemain
Dari belasan ribu review yang saya baca sekilas, pola pujiannya cukup konsisten. Banyak yang bilang sistem tempurnya variatif dan punya kedalaman, gameplay-nya seimbang, dan tampilan visualnya memang cantik, sesuatu yang langsung kelihatan dari screenshot-nya di Steam.
Tapi bukan berarti game ini tanpa cela. Keluhan yang paling sering muncul adalah soal DLC yang dianggap terlalu mahal. Beberapa pemain juga mengkritik mekanik survival dan bangunannya yang terasa kurang halus. Dan yang cukup sering disebut adalah dunia terbukanya yang kadang terasa kosong, seperti ada ruang luas yang kurang diisi aktivitas berarti.
Saya belum coba langsung, jadi ini murni hasil rangkuman dari apa yang saya baca di Steam dan beberapa forum diskusi. Tapi dari polanya, Icarus cocok buat kamu yang suka game survival dengan tempo lebih lambat dan fokus pada persiapan eksekusi misi. Kalau kamu tipe yang butuh aksi konstan atau dunia terbuka penuh NPC dan quest sampingan, mungkin bakal merasa ada yang kurang.
Yang jelas, dengan harga sekitar seratus ribuan untuk game yang biasanya setengah juta lebih, ini kesempatan bagus buat coba sendiri. Siapa tahu justru jadi game yang kamu mainkan sampai ratusan jam ke depan.