Rasanya baru kemarin siklus peluncuran ponsel lipat Samsung stabil di dua model per tahun, satu Flip, satu Fold. Sekarang polanya mulai bergeser. Dari yang tadinya cuma dua, langsung jadi tiga di tahun ini. Galaxy Z Flip 8 dan Z Fold 8 Ultra akhirnya dapat teman baru: Galaxy Z Fold 8 reguler, yang juga jadi jawaban Samsung menghadapi kehadiran iPhone Ultra yang dikabarkan meluncur September 2025. Saya tidak tahu persis apakah ulang tahun iPhone ke-20 di 2027 jadi pemicu Samsung mengubah total strategi mereka, tapi rumor terbaru dari Korea Selatan membuat saya menduga jawabannya adalah: ya.
Bocorannya menarik. Samsung kabarnya menyusun strategi flagship 4+4 untuk dua tahun mendatang. Artinya, dalam setahun mereka tidak hanya menyegarkan lini Galaxy S seperti biasa, tapi juga menggandakan jumlah ponsel lipat premium mereka. Ini bukan sekadar penyesuaian kecil, ini perubahan arah yang cukup berani.
- Strategi 4+4 mencakup empat model Galaxy S27 di semester pertama, plus empat ponsel lipat di paruh kedua 2027.
- Lini Galaxy S27 akan diramaikan oleh varian Pro yang baru pertama kali muncul, melengkapi S27 reguler, S27 Plus, dan S27 Ultra.
- Penerus Galaxy Z TriFold sudah masuk rencana peluncuran Juli 2027, bersama Z Fold9, Z Fold9 Ultra, dan Z Flip9.
- Belum ada bocoran spesifikasi, tapi layar TriFold 2 diprediksi tetap 9,96 inci dengan desain bodi yang jauh lebih ramping.
Kenapa Samsung Tiba-tiba Kejar Target 8 Flagship Setahun?
Saya terus terang agak terkejut waktu pertama kali membaca laporan ini. Meningkatkan output flagship dari empat atau lima model menjadi delapan dalam waktu singkat bukan keputusan sederhana. Salah satu teori yang beredar, dan ini masuk akal buat saya, adalah tekanan dari perayaan ulang tahun iPhone ke-20 di 2027. Apple kemungkinan besar akan merayakannya dengan sesuatu yang besar, dan Samsung sepertinya tidak ingin hanya jadi penonton.
Tapi kalau boleh jujur, saya juga melihat ini sebagai langkah Samsung untuk semakin mendominasi kategori ponsel lipat sebelum pemain lain benar-benar mengejar. Dengan varian Pro di lini S27 dan total empat foldable di paruh kedua, Samsung seperti sedang membuat pagar tinggi di segmen flagship eksperimental, area yang masih terlalu mahal atau terlalu rumit buat sebagian besar kompetitor.
Lini Galaxy S27 Kedatangan Anggota Baru: S27 Pro
Untuk semester pertama 2027, Samsung tidak cuma menyiapkan tiga model S27 seperti biasanya. Berdasarkan laporan dari mitra internal Samsung Electronics, akan ada Galaxy S27 reguler, S27 Plus, S27 Ultra, dan satu model baru: Galaxy S27 Pro. Saya belum bisa memastikan posisi S27 Pro ini. Apakah akan duduk di antara Plus dan Ultra, jadi penerus model FE secara spiritual, atau justru membawa teknologi yang sama sekali berbeda?
Yang jelas, Samsung terlihat ingin merapikan hierarki lini Galaxy S mereka. Selama ini ada gap cukup besar antara S Plus dan S Ultra dalam hal fitur dan harga. Mungkin S27 Pro hadir untuk mengisi ruang itu, atau mungkin malah untuk menyaingi iPhone kelas atas Apple dengan sesuatu yang lebih agresif. Saya masih mengamati dan berharap ada spesifikasi awal yang bocor dalam beberapa bulan ke depan.
Quad-Foldable 2027: TriFold 2 Jadi Bintang Utama
Sekarang ke bagian yang paling saya tunggu: paruh kedua 2027. Samsung kabarnya akan meluncurkan empat ponsel lipat sekaligus, Galaxy Z Fold9, Z Fold9 Ultra, Z Flip9, dan penerus dari Galaxy Z TriFold yang pertama. Waktu peluncurannya diperkirakan masih di Juli 2027, mirip dengan jadwal foldable Samsung saat ini.
Saya harus catat di sini: detail soal TriFold 2 masih sangat minim. Tapi beberapa prediksi awal menyebutkan layar utamanya tidak akan berubah drastis. Ukurannya kemungkinan masih di 9,96 inci dengan aspek rasio 4:3, dimensi yang sudah cukup luas untuk pengalaman tablet lipat dalam genggaman. Yang berpotensi berubah besar justru desain bodi. Rumor sebelumnya mengindikasikan Samsung ingin membuat ketiga segmen bodi TriFold 2 punya ketebalan yang kurang lebih setara, benar-benar rata saat dilipat, tidak ada bagian yang lebih tebal dari lainnya.
Itu bukan sekadar urusan estetika. Kalau Samsung berhasil mendistribusikan komponen secara merata di ketiga panel, itu artinya ada kemajuan signifikan dalam teknik manufaktur layar lipat dan desain engsel. Dan untuk pengguna, itu berarti ponsel yang lebih nyaman dipegang dan tidak timpang di saku.
Volume Produksi Masih Jadi Tanda Tanya
Satu catatan yang menurut saya penting: belum ada kejelasan apakah produksi TriFold generasi kedua akan meningkat signifikan. Model pertama Samsung di kategori ini diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas. Kalau Anda berharap TriFold 2 tiba-tiba jadi ponsel mainstream dengan stok melimpah, saya sarankan untuk menahan ekspektasi dulu. Seorang sumber dari dalam industri yang diwawancarai oleh media Korea Selatan menyebutkan bahwa peningkatan volume produksi memang "diharapkan", tapi kata "diharapkan" itu bukan jaminan, melainkan lebih ke optimisme hati-hati.
Saya pribadi membaca situasi ini sebagai indikasi bahwa Samsung masih memperlakukan TriFold sebagai proyek halo: produk yang lebih berfungsi sebagai simbol kemampuan teknis ketimbang mesin penjualan massal. Tapi dengan bertambahnya jumlah pesaing di segmen ponsel lipat tiga, Samsung mungkin tidak punya banyak pilihan selain menaikkan skala produksinya.