Home Teknologi

Xiaomi HyperOS 4 Dikabarkan Meluncur Agustus, Bawa AI Offline Mimo dan Miclaw

10 Juli 2026 5 min read

Xiaomi dikabarkan siap memperkenalkan HyperOS 4 dalam waktu dekat, membawa arsitektur baru berbasis Rust dan Flutter yang sepenuhnya membuang kode warisan MIUI untuk peningkatan performa dan fitur AI yang berjalan secara offline di perangkat.

Logo HyperOS digambarkan di atas tekstur kaca cair berwarna ungu dan biru, mewakili bocoran pembaruan besar dari Xiaomi untuk versi keempat sistem operasinya.
(Foto: Xiaomi)

Rumor soal penerus HyperOS mulai memanas. Xiaomi tampaknya tidak ingin berlama-lama dengan versi saat ini. Kabar dari Cina menyebut kalau HyperOS 4 sedang dalam tahap akhir pengembangan dan bersiap untuk debut resmi. Bukan sekadar polesan kosmetik, bocoran kali ini menyinggung arsitektur sistem yang dibangun ulang hampir sepenuhnya.

  • Xiaomi dikabarkan akan merilis HyperOS 4 paling cepat bulan Agustus mendatang.
  • Sistem diklaim ditulis ulang dengan bahasa pemrograman Rust dan framework Flutter, meninggalkan kode warisan MIUI sepenuhnya.
  • Fokus utama ada pada peningkatan performa hingga 40 persen, efisiensi memori, dan integrasi AI yang berjalan sepenuhnya di perangkat (on-device).
  • Peluncuran diperkirakan bersamaan dengan seri Xiaomi 18 atau ponsel lipat terbaru mereka.

Arsitektur Baru Tanpa Kode MIUI Lama

Langkah paling radikal Xiaomi di HyperOS 4 adalah membersihkan fondasi sistemnya. Sumber bocoran menyebut bahwa tim pengembang memutuskan untuk memanfaatkan bahasa pemrograman Rust dan framework Flutter untuk komponen inti. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Rust dikenal punya manajemen memori yang unggul tanpa mengorbankan performa, sementara Flutter memungkinkan tampilan antarmuka yang lebih konsisten di berbagai jenis perangkat.

Semua kode warisan dari era MIUI yang masih tersisa kini dihapus total. Hasilnya, sistem disebut punya arsitektur yang jauh lebih ramping dan efisien. Ini bukan iterasi biasa, melainkan sebuah perombakan fondasi yang cukup berani.

Performa Naik 40 Persen, Degradasi Lebih Lama

 

Tampilan antarmuka Xiaomi HyperOS 4 dengan bahasa desain Liquid Glass
Xiaomi HyperOS 4 disebut mengusung antarmuka Liquid Glass yang lebih halus. (Foto: Xiaomi)

 

Angka yang beredar dari pengujian awal cukup ambisius. HyperOS 4 diklaim mampu meningkatkan kelancaran sistem secara keseluruhan hingga sekitar 40 persen. Retensi aplikasi di latar belakang juga lebih baik, naik 35 persen dari versi sebelumnya. Sementara konsumsi memori saat perangkat menganggur berhasil ditekan hingga 25 sampai 30 persen.

Satu klaim yang menarik perhatian: penurunan performa setelah satu tahun pemakaian nonstop dijanjikan bisa ditekan hingga hanya 5 persen. Kalau klaim ini benar, berarti masalah melambatnya ponsel dari waktu ke waktu yang sering dikeluhkan pengguna bisa mulai teratasi di sini.

Desain Antar Muka dan Konektivitas Lintas Perangkat

Secara visual, HyperOS 4 akan memperkenalkan bahasa desain baru bernama Liquid Glass. Sesuai namanya, tampilannya terinspirasi dari visual 2.5D yang lebih lembut. Xiaomi menyediakan dua gaya antarmuka yang bisa dipilih pengguna, yaitu Transparent Mode dan Soft Mode. Keduanya menawarkan pendekatan estetika yang berbeda namun tetap terasa ringan di mata.

Untuk konektivitas, transfer file antar perangkat yang didukung diklaim bisa melonjak hingga 300 persen lebih cepat. Kontinuitas aplikasi saat berpindah dari layar satu ke layar lain, misalnya dari ponsel ke tablet, juga dibuat lebih mulus. Xiaomi menyematkan kerangka kerja koordinasi AI terpadu untuk meningkatkan cara perangkat mereka saling berkomunikasi dalam ekosistem yang mencakup smartphone, tablet, produk rumah pintar, hingga kendaraan.

AI Offline: Mimo dan Miclaw Hadir Lokal di Perangkat

Fitur AI menjadi fokus selanjutnya. HyperOS 4 dirumorkan mengintegrasikan model AI buatan Xiaomi sendiri, yaitu Mimo dan agen AI Miclaw, langsung ke dalam perangkat. Ini artinya, kemampuan seperti meringkas dokumen, menerjemahkan teks multibahasa, hingga mengedit gambar menggunakan AI bisa berjalan tanpa koneksi internet.

Karena pemrosesan dilakukan sepenuhnya di perangkat (on-device), privasi data otomatis lebih terjaga. Selain itu, kecepatan responsnya diyakini bisa jauh lebih singkat dibandingkan layanan AI berbasis cloud yang harus bolak-balik mengirim data ke server. Ini adalah lompatan penting untuk pengguna yang peduli pada keamanan data dan butuh respons instan saat bekerja.

Ponsel yang Kebagian dan Jadwal Duo Flagship

Jika jadwal yang bocor tidak bergeser, HyperOS 4 akan diperkenalkan secara resmi paling cepat bulan Agustus. Perhelatan besar Xiaomi berikutnya diperkirakan menjadi panggung pertama sistem operasi ini. Spekulasi mengarah pada dua kandidat perangkat yang akan mendampingi peluncuran: seri Xiaomi 18 atau ponsel lipat generasi terbaru mereka.

Setelah itu, pembaruan akan menyusul ke perangkat yang sudah ada secara bertahap. Daftar awalnya mencakup seri Xiaomi 17, Xiaomi 15, dan Redmi K90.

Meski semua ini masih sebatas rumor, arah pengembangannya terlihat jelas. Xiaomi ingin HyperOS bukan hanya jadi kulit luar, tapi sebuah platform yang benar-benar efisien dan pintar dari dalam. Untuk pengguna di Indonesia, kehadiran fitur AI offline dan transfer file super cepat adalah hal yang langsung terasa manfaatnya, terutama di ekosistem perangkat Xiaomi yang makin luas. Kalau bulan Agustus nanti rumor ini terwujud, persaingan sistem operasi di ranah Android bakal makin seru karena Xiaomi kini punya fondasi yang lebih matang.

 

#Update Software#Xiaomi#Peluncuran
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →