Samsung diam-diam baru saja mengumumkan Galaxy Watch Ultra2, smartwatch rugged generasi ketiga mereka. Saya belum pegang langsung, tapi dari rilis resmi yang beredar, jam ini datang dengan satu ukuran case titanium 47 mm, jadi ya, pergelangan tangan mungil mungkin perlu mikir dua kali. Harganya? Sekitar Rp12,5 jutaan (€749) untuk model LTE di pasar Eropa. Buat konteks lokal, ini jelas bukan jam untuk semua orang, tapi mari kita lihat apa yang bikin jam ini berbeda dari Ultra pertama.
- Snapdragon Wear Elite jadi otak baru dengan klaim performa CPU 32% dan GPU 19% lebih cepat dari Exynos W1000 di Ultra generasi pertama
- Baterai melonjak ke 800 mAh, naik 35% dari 590 mAh sebelumnya, cukup untuk tracking olahraga seharian penuh tanpa isi ulang di tengah sesi
- Case titanium sekarang lebih tipis 12% (10,7 mm) dan layar lebih terang di 5.000 nits
- Fitur selam profesional hasil kerja sama dengan Mares, plus sertifikasi IP69K dan 10 ATM
- Sistem peringatan dini Vitals berbasis tidur yang perlu tujuh malam data untuk kalibrasi
Dapur Pacu Baru dengan Snapdragon Wear Elite
Ini mungkin perubahan paling signifikan dari sisi hardware. Galaxy Watch Ultra2 beralih dari Exynos W1000 ke Qualcomm Snapdragon Wear Elite. Menurut klaim Samsung, CPU-nya 32% lebih kencang dan GPU-nya 19% lebih cepat.
Apa artinya buat pemakaian sehari-hari? Aplikasi harusnya terbuka lebih cepat, navigasi lebih responsif, dan kalau kamu sering pakai fitur-fitur berat seperti tracking lari sambil streaming musik, peningkatan ini seharusnya terasa. Saya selalu skeptis dengan angka-angka benchmark sampai bisa tes sendiri, tapi kalau klaim ini akurat, jeda antara Exynos dan Snapdragon di wearable Samsung akhirnya mulai menjauh.
Baterai 800 mAh yang Akhirnya Lega untuk Seharian
Kapasitas baterai melonjak dari 590 mAh ke 800 mAh, peningkatan 35% yang cukup besar untuk ukuran smartwatch. Samsung bilang ini cukup untuk tracking olahraga sepanjang hari tanpa perlu ngecas di tengah-tengah.
Buat saya yang sering lupa isi daya sebelum lari pagi, ini terdengar melegakan. Tapi perlu dicatat: klaim baterai brand smartwatch hampir selalu optimistis. Kita baru tahu performa sebenarnya setelah jam ini dipakai dengan GPS menyala, layar always-on, dan notifikasi yang tidak berhenti. Yang menarik, peningkatan kapasitas ini tidak bikin case-nya lebih tebal, justru sebaliknya.
Desain Lebih Tipis, Layar Lebih Terang
Case titanium Galaxy Watch Ultra2 sekarang setebal 10,7 mm, turun 12% dari Ultra pertama yang 12,1 mm. Buat jam sebesar ini, pengurangan 1,4 mm lumayan terasa di pergelangan tangan, terutama kalau kamu pakai lengan baju yang pas. Silicone band-nya juga ikut jadi lebih tipis di 1,9 mm, Samsung klaim 26% lebih ringan dan lebih lembut.
Tombol aksi oranye khas dari generasi sebelumnya tetap dipertahankan, jadi identitas "Ultra"-nya masih kelihatan. Di sektor layar, kecerahan naik ke 5.000 nits. Untuk konteks: ini cukup terang bahkan di bawah sinar matahari tropis langsung. Buat pelari trail atau pendaki yang sering membaca layar di outdoor penuh, ini upgrade yang masuk akal.
Pilihan Band yang Lumayan Bervariasi
Di acara peluncuran, Samsung memamerkan cukup banyak opsi band untuk Watch Ultra2. Selain band silikon sport standar dengan ventilasi berlubang yang tersedia dalam warna hitam, khaki, olive, dan taupe.
Saya belum lihat detail material atau harga untuk masing-masing opsi ini, tapi variasi warna yang ditawarkan memberi fleksibilitas lebih dibanding Ultra pertama yang pilihan band-nya lebih terbatas. Ventilasi berlubang di band sport juga terdengar cocok untuk pemakaian di iklim tropis, mengurangi rasa gerah dan lembap setelah olahraga atau sekadar aktivitas seharian.
Fitur Olahraga Baru: Dari Trail Running Sampai Selam
Samsung membekali Ultra2 dengan tool trail-running yang lebih matang. Ada route tracking dengan navigasi belokan, data elevasi, dan alert hidrasi yang memperkirakan kehilangan cairan tubuh. Fitur hidrasi ini butuh Android 13 ke atas dan Samsung Health versi 7.0 ke atas.
Yang lebih menarik untuk penggemar olahraga air: Samsung kerja sama dengan Mares untuk fitur selam. Jam ini bisa lacak kedalaman, suhu air, dan waktu penyelaman secara real-time. Sertifikasinya IP69K dan 10 ATM, plus sudah comply dengan standar EN 13319.
Tapi perlu dicatat: full dive computer functionality tetap memerlukan aplikasi terpisah dari Mares. Samsung menyebut kemitraan dengan Mares ini akan eksklusif untuk Ultra2 di antara jam Wear OS selama dua tahun ke depan. Buat penyelam rekreasi, ini bisa jadi nilai jual yang signifikan, selama kamu tidak keberatan install aplikasi tambahan.
Vitals dan Fitness Index: Kesehatan yang Lebih Proaktif
Samsung memperkenalkan Vitals, sistem peringatan dini berbasis tidur yang juga tersedia di Watch9. Sistem ini melacak detak jantung, HRV, suhu kulit, oksigen darah, dan laju pernapasan untuk menandai penyimpangan dari baseline pribadi pengguna. Butuh tujuh malam data untuk kalibrasi, dan Samsung menegaskan ini tidak dimaksudkan untuk diagnosis medis.
Ada juga Fitness Index, fitur yang juga dibagi ke Watch9. Fitur ini memberikan skor berdasarkan komposisi tubuh, kardio, kekuatan, fleksibilitas, dan daya tahan. Yang cukup berguna: mode training focus yang memberikan rekomendasi mingguan berdasarkan skor tadi. Jadi bukan sekadar angka, ada arahan konkret untuk minggu berikutnya.
Saya belum bisa bilang seberapa akurat sistem Vitals ini karena belum ada data pengujian independen. Tapi pendekatannya menarik, bukan sekadar menampilkan metrik mentah, tapi mencoba mengidentifikasi anomali dari pola personal pengguna. Ini jauh lebih bermakna daripada sekadar notifikasi "detak jantung Anda tinggi" tanpa konteks.
Jam ini jelas bukan untuk semua orang. Dengan harga sekitar Rp12,5 jutaan untuk model LTE di Eropa, Galaxy Watch Ultra2 bersaing langsung dengan Apple Watch Ultra 2 di ekosistem yang berbeda. Buat pengguna Android, khususnya Samsung, yang serius dengan trail running, diving, atau sekadar ingin smartwatch tangguh dengan baterai yang akhirnya tidak perlu diisi setiap malam, Ultra2 terlihat sebagai lompatan yang solid dari generasi pertama. Kalau kamu lebih banyak olahraga di gym atau lari santai di kompleks, Watch9 atau generasi sebelumnya mungkin sudah lebih dari cukup.