Ada cara baru bagi Wall Street untuk membaca postingan Donald Trump lebih cepat dari orang biasa: membayar hingga ratusan juta rupiah per bulan. Trump Media & Technology Group (TMTG) sedang merancang layanan berbayar bernama Truth API yang menjual akses data real-time khusus untuk para trader dan hedge fund. Kabarnya, produk ini dijadwalkan meluncur pada 1 Agustus 2026.
- TMTG menawarkan akses milidetik lebih cepat ke postingan 10 akun Truth Social teratas, termasuk milik Donald Trump, dengan tarif mencapai sekitar Rp1,6 miliar (USD 100.000) per bulan
- Truth API dirancang khusus untuk meja trading algoritmik, bukan pengguna individu
- Keunggulan kecepatan sekecil apapun bisa menjadi keuntungan besar bagi perusahaan trading frekuensi tinggi yang mengeksekusi posisi dalam hitungan milidetik
- Beberapa platform lain seperti X dan Reddit sudah lebih dulu menjual akses data institusional lewat produk API serupa
Apa Itu Truth API dan Siapa yang Membutuhkannya
Truth API bukan layanan untuk semua orang. Produk ini dirancang untuk meja trading algoritmik dan hedge fund kuantitatif yang mengandalkan kecepatan eksekusi sebagai senjata utama. Data feed-nya akan menyaring postingan dari 10 akun dengan peringkat tertinggi di Truth Social, lalu mengirimkannya lebih dulu sebelum notifikasi standar muncul di platform.
Kevin McGurn, interim CEO TMTG, mengonfirmasi arah bisnis ini dalam sebuah pernyataan resmi. Katanya, pasar sudah terbukti bereaksi terhadap unggahan di Truth Social. Truth API hadir untuk mengubah dinamika itu menjadi aliran pendapatan lisensi yang berulang. Singkatnya, informasi yang menggerakkan pasar kini bisa dimonetisasi langsung oleh perusahaan yang memegang kendali atas platformnya.
Yang menarik adalah pendekatan ini bukan hal baru. Platform lain seperti X dan Reddit sudah lebih dulu menyewakan akses data institusional lewat jalur API berbayar. TMTG tampaknya mengikuti cetak biru yang sama, meskipun sumber data utamanya jauh lebih terkonsentrasi pada figur tunggal.
Kenapa Wall Street Bersedia Membayar Mahal
Logika di balik harga selangit ini sebenarnya sederhana kalau dilihat dari kacamata perusahaan trading frekuensi tinggi. Operasi mereka mengeksekusi posisi dalam milidetik. Keunggulan latensi sekecil apapun atas informasi yang bisa menggerakkan pasar bisa berarti selisih keuntungan yang sangat besar.
Akun Truth Social milik presiden saat ini memiliki 12,9 juta pengikut dan punya rekam jejak konsisten dalam menggerakkan pasar. Postingan soal tarif, isu perang, hingga saham spesifik pernah memicu lonjakan harga tajam di pasar ekuitas, komoditas, dan kripto. Bagi hedge fund kuantitatif yang algoritmanya mampu membaca dan merespons postingan lebih cepat dari kompetitor, selisih beberapa milidetik adalah keunggulan kompetitif yang layak dibayar mahal.
Di sisi lain, TMTG mengklaim sudah ada pihak yang melakukan scraping data Truth Social secara ilegal melanggar ketentuan layanan. Perusahaan memperingatkan akan meningkatkan hambatan akses tidak resmi sebelum Truth API benar-benar beroperasi. Ini sekaligus memberi sinyal ke pasar: kalau tetap ingin memantau data ini, jalur resmi berbayar adalah satu-satunya pilihan yang tersisa.
Ini Bukan Layanan untuk Publik Biasa
Satu hal yang perlu ditekankan: Truth API tidak diperuntukkan bagi pengguna individu. Saya belum melihat adanya indikasi bahwa layanan ini akan tersedia untuk pengecer atau investor ritel. Targetnya jelas institusi besar dengan kemampuan membayar puluhan hingga ratusan ribu dolar per bulan.
Ini menciptakan kesenjangan informasi yang cukup mencolok. Pasar sudah bereaksi terhadap unggahan Trump, dan sekarang akses paling awal ke unggahan itu akan dimiliki oleh pihak yang mampu membayar paling mahal. Apakah ini adil? Mungkin bukan itu pertanyaannya. Yang pasti, ini adalah model bisnis yang jujur tentang apa yang dijualnya: kecepatan yang bisa dikonversi menjadi uang.