Home Teknologi

TrimUI Brick Pro Rilis Global, Baterai 5.000 mAh dan Layar 3,95 Inci

11 Juli 2026 5 min read

TrimUI akhirnya merilis Brick Pro secara global dengan layar 3,95 inci dan baterai 5.000 mAh, meski chipset dan RAM masih sama dengan Brick reguler. Simak apa saja yang berubah dan untuk siapa perangkat ini cocok.

TrimUI Brick Pro tampak depan dalam tiga pilihan warna: hitam, abu-abu, dan putih
(Foto: TrimUI)

TrimUI akhirnya merilis Brick Pro secara global setelah sempat diumumkan pertama kali pertengahan Januari lalu dan membuka pre-order di akhir Juni 2026. Buat kamu yang mengikuti lini konsol retro portabel mereka, Brick Pro ini hadir sebagai versi yang lebih premium dari Brick reguler. Tapi menariknya, label "Pro" di sini tidak berarti semuanya naik kelas. Ada beberapa peningkatan yang cukup terasa, tapi ada juga komponen yang dipertahankan persis seperti sebelumnya.

  • TrimUI Brick Pro resmi dirilis global setelah pre-order dibuka akhir Juni 2026
  • Layar lebih besar 3,95 inci dan baterai 5.000 mAh, naik signifikan dari Brick reguler
  • Harga mulai sekitar Rp1,6 jutaan, tersedia dalam tiga pilihan warna
  • Chipset dan RAM masih sama dengan Brick reguler, tidak ada peningkatan performa

Spesifikasi TrimUI Brick Pro

  • Tahun Rilis: 2026
  • Layar: 3,95 inci IPS, resolusi 1.024 x 768 piksel, 324 PPI
  • Chipset: Allwinner A133P
  • RAM: 1 GB LPDDR3
  • Penyimpanan: 8 GB eMMC + slot microSD hingga 1 TB
  • Baterai: 5.000 mAh, 5V/2A charging
  • Material: ABS dan polycarbonate
  • Kontrol: D-pad, tombol ABXY, dua Hall effect joystick

Layar Lebih Besar, Tapi Kerapatan Piksel Justru Turun

Salah satu perubahan paling mencolok di Brick Pro ada di layarnya. TrimUI mengganti panel 3,2 inci yang dipakai Brick dan Brick Hammer dengan layar 3,95 inci. Secara pengalaman bermain, lompatan ukuran ini cukup terasa, terutama buat game yang mengandalkan teks kecil atau detail visual di latar belakang. Yang perlu dicermati, resolusi panel tetap di 1.024 x 768 piksel. Artinya, kerapatan piksel turun dari 400 PPI ke 324 PPI. Buat kamu yang sensitif sama ketajaman layar, ini mungkin sedikit mengganggu. Tapi buat game retro yang umumnya tidak punya aset super tajam, penurunan ini tidak akan terlalu terasa dalam pemakaian sehari-hari.


TrimUI Brick Pro dibandingkan dengan Brick reguler, memperlihatkan bodi yang sedikit lebih tinggi dan lebar
TrimUI Brick Pro memiliki bodi yang sedikit lebih tinggi dan lebar dibandingkan Brick reguler. (Foto: TrimUI)


Desain dan Build Quality


Tampak bawah TrimUI Brick Pro memperlihatkan port dan desain housing ABS polycarbonate
Tampak bawah TrimUI Brick Pro dengan housing ABS dan polycarbonate. (Foto: TrimUI)


Brick Pro mempertahankan bahasa desain Game Boy-style yang jadi ciri khas seri Brick, tapi dengan bodi yang sedikit lebih tinggi dan lebar. TrimUI menggunakan material ABS dan polycarbonate untuk housing-nya, bukan aluminium seperti yang dipakai di Brick Hammer Pro U. Pilihan ini masuk akal untuk menjaga harga tetap di bawah kontrol, meskipun sensasi premium dari logam tentu tidak akan kamu dapatkan di sini. Yang baru dari sisi kontrol adalah kehadiran dua Hall effect joystick yang diletakkan di bawah D-pad dan tombol ABXY, area yang sebelumnya kosong di Brick dan Brick Hammer. Joystick berbasis Hall effect ini biasanya lebih tahan drift dibandingkan joystick analog konvensional, jadi ini nilai tambah buat ketahanan jangka panjang.

Performa: Chipset Lama, Ekspektasi yang Realistis

Satu hal yang mungkin bikin sebagian orang mengernyit: TrimUI tidak mengganti chipset di Brick Pro. Perangkat ini masih mengandalkan Allwinner A133P yang sama persis seperti Brick dan Brick Hammer, dipadukan dengan 1 GB RAM LPDDR3. Dalam praktiknya, performa untuk emulasi konsol klasik tetap akan sama seperti Brick reguler, tidak ada peningkatan berarti di sisi kecepatan atau kompatibilitas. Jadi kalau kamu berharap Brick Pro bisa menjalankan game yang lebih berat dari yang sudah bisa dimainkan di Brick standar, sebaiknya sesuaikan ekspektasi. Ini bukan upgrade performa, melainkan upgrade kenyamanan dan daya tahan.

Baterai 5.000 mAh yang Bikin Sesi Main Lebih Panjang

Di sinilah peningkatan paling signifikan terjadi. TrimUI mengganti baterai 3.000 mAh di Brick reguler dengan unit 5.000 mAh di Brick Pro. Selisih 2.000 mAh ini artinya sesi bermain kamu bisa jauh lebih panjang tanpa perlu sering-sering mengisi daya. Dikombinasikan dengan layar yang lebih besar, konsumsi daya tentu ikut naik, tapi kapasitas yang hampir dua kali lipat seharusnya tetap memberikan peningkatan battery life yang signifikan. Pengisian daya masih di 5V/2A, jadi jangan berharap fast charging ala smartphone modern. Isi penuh kemungkinan besar tetap butuh waktu beberapa jam.

Software dan Fitur Tambahan

Sumber tidak menyebutkan detail sistem operasi atau antarmuka yang dipakai Brick Pro. Tapi mengingat chipset dan RAM yang identik dengan Brick reguler, kemungkinan besar pengalaman software-nya juga akan serupa. Yang perlu dicatat adalah dukungan microSD hingga 1 TB, ini kapasitas yang sangat longgar buat koleksi ROM game retro. Penyimpanan internal 8 GB eMMC sendiri jelas tidak akan cukup untuk koleksi besar, jadi slot microSD ini praktis wajib diisi.

Ketersediaan dan Peluncuran

Brick Pro sudah tersedia secara global dalam tiga pilihan warna: Black, Grey, dan White. TrimUI juga menyertakan kode kupon BPO10 yang bisa memberikan potongan 10% untuk semua pesanan. Ini bukan diskon yang bisa diabaikan, terutama kalau kamu memilih varian dengan kapasitas microSD yang lebih besar.

Harga TrimUI Brick Pro

TrimUI membanderol Brick Pro mulai dari harga yang cukup kompetitif untuk handheld retro dengan fitur seperti ini. Berikut rincian harganya:

Harga resmi:

  • Tanpa microSD atau dengan 64 GB: sekitar Rp1.600.000 (USD 99,99), harga resmi Indonesia belum tersedia
  • Dengan microSD 128 GB: sekitar Rp1.840.000 (USD 114,99), harga resmi Indonesia belum tersedia
  • Dengan microSD 256 GB: sekitar Rp2.160.000 (USD 134,99), harga resmi Indonesia belum tersedia

Brick Pro ini menarik sebagai opsi buat kamu yang ingin handheld retro dengan baterai besar dan layar lebih lega, tapi tidak keberatan dengan performa yang sama persis seperti Brick reguler. Kalau kamu sudah punya Brick atau Brick Hammer, upgrade ini lebih soal kenyamanan fisik dan daya tahan baterai, bukan peningkatan performa. Buat yang baru pertama kali masuk ke ekosistem TrimUI, Brick Pro bisa jadi pilihan yang lebih menarik dibanding Brick reguler berkat joystick Hall effect dan baterai yang lebih besar. Tapi perlu diingat, di harga yang hampir sama, sudah ada beberapa alternatif handheld retro dari brand lain yang mungkin menawarkan chipset lebih baru atau RAM lebih besar.

#Retro Gaming#TrimUI#TrimUI Brick Pro#Handheld Gaming#Peluncuran#Spesifikasi#Global
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →