Saya selalu bilang, kalau sudah menyangkut pernyataan resmi ke pemegang saham, setiap kata itu punya bobot. Nah, kali ini giliran Strauss Zelnick, CEO Take-Two Interactive, yang angkat bicara. Dia menegaskan kembali jadwal rilis GTA 6 yang, dan ini kuncinya, masih bersifat "direncanakan". Di saat yang sama, dia bilang GTA Online masih bikin perusahaan senyum-senyum sendiri karena penjualannya melampaui ekspektasi.
- CEO Take-Two Strauss Zelnick menyebut GTA 6 masih sesuai jadwal yang "direncanakan" untuk 19 November 2024, meski pilihan katanya tidak sepenuhnya menutup kemungkinan penundaan.
- Perusahaan memproyeksikan arus kas operasional bisa menembus lebih dari Rp15,6 triliun (USD 1 miliar) di tahun fiskal 2027, dengan GTA 6 sebagai pendorong utama pendapatan.
- GTA Online terus melampaui ekspektasi, update terbaru mereka, A Safehouse in the Hills, disebut sebagai salah satu yang paling sukses sepanjang sejarah game ini.
- Belum ada bocoran sama sekali soal kapan mode online GTA 6 akan meluncur atau seperti apa bentuknya.
Proyeksi Keuangan yang Agresif
Dalam suratnya ke pemegang saham, Zelnick menyiapkan mereka untuk pertemuan tahunan 17 September nanti. Dia bilang tahun fiskal 2027 berpotensi jadi titik balik besar buat Take-Two. Saya baca sendiri nadanya, ada keyakinan tinggi di situ. Mereka menjanjikan pengalaman hiburan yang katanya bakal terobosan besar. Dan jelas, GTA 6 yang dijadwalkan rilis 19 November itulah yang diharapkan jadi lokomotif utama pendapatan.
Tapi, ada satu kata yang bikin alis saya naik: "direncanakan". Buat penggemar yang sudah tidak sabar, kata itu mungkin terdengar seperti alarm kecil. Maklum, kita semua tahu bagaimana game sebesar ini bisa mundur jadwalnya. Tapi, kalau dipikir lebih jernih, CEO memang harus hati-hati kalau bicara di depan SEC (Komisi Sekuritas dan Bursa AS). Mereka tidak bisa sembarangan janji. Jadi, meskipun tidak ada trailer ketiga dan pemasaran masih lambat, sebenarnya tidak ada bukti konkret yang menunjukkan jadwal berubah. Saya pribadi masih optimis, tapi tetap siap dengan kemungkinan terburuk.
Yang menarik buat saya adalah bagaimana Take-Two terlihat sangat percaya diri dengan proyeksi arus kas operasional yang bisa melampaui Rp15,6 triliun di tahun fiskal 2027. Angka itu gila besar. Dan menariknya, Zelnick sama sekali tidak menyinggung berapa banyak uang yang sudah masuk dari pre-order GTA 6. Kita mungkin baru akan dengar angka resmi pertama saat panggilan pendapatan mereka tanggal 7 Agustus nanti.
Pemasaran Masih Adem Ayem
Kalau ngomongin pemasaran, situasinya masih bikin penasaran. Berdasarkan pola panggilan pendapatan sebelumnya, ada kemungkinan trailer baru muncul tidak lama sebelum pertemuan pemegang saham. Jadwal pengumuman yang tidak biasa, pernah muncul di hari Jumat pagi buta, juga sempat bikin spekulasi liar di komunitas gamer. Banyak yang menduga itu pertanda pengumuman besar.
Zelnick juga tutup mulut soal kapan mode online GTA 6 bakal menyapa dunia. Ini sebenarnya pertanyaan penting. Lihat saja GTA V, mode multiplayer-nya masih hidup sampai sekarang, bertahun-tahun setelah rilis. Saya yakin mode online GTA 6 juga akan jadi tulang punggung pendapatan jangka panjang, entah lewat langganan atau pembelian dalam game. Tapi untuk sekarang, informasi soal itu masih nihil.
GTA Online: Uang yang Terus Mengalir
Sementara orang ribut soal GTA 6, GTA Online justru santai-santai saja mencetak uang. Zelnick secara spesifik menyebut game ini "terus melampaui ekspektasi secara signifikan". Update Desember 2024 yang berjudul A Safehouse in the Hills disebut sebagai salah satu pembaruan paling sukses. Layanan langganan GTA+ juga terus tumbuh jumlah anggotanya.
Ini pelajaran penting buat industri: game yang sudah tua bukan berarti tidak bisa jadi sapi perah. Selama kontennya diperbarui dan komunitasnya solid, aliran duit tidak akan berhenti. Dan Take-Two jelas paham betul cara mempertahankan ekosistem ini. Kalau GTA 6 ternyata benar-benar mundur, setidaknya Zelnick dan Rockstar masih punya bantal empuk dari GTA Online yang tidak kenal kata sepi.