Home Teknologi

Steam Machine Valve Dikritik Karena Mahal, Tapi Diam-Diam Terjual 15 Ribu Unit per Minggu

20 Juli 2026 5 min read

Steam Machine Valve diperkirakan terjual 10.000 hingga 15.000 unit per minggu meskipun dikritik karena harganya yang mahal, mengikuti pola penjualan awal yang mirip dengan Steam Deck.

Steam Machine Valve, konsol gaming berbasis SteamOS dengan desain kompak untuk pengalaman PC gaming ala konsol
(Foto: Valve)

Saya masih ingat betapa ramainya komentar miring ketika Valve mengumumkan harga Steam Machine. Mahal. Terlalu niche. Buat siapa, sih? Tapi data awal menunjukkan sesuatu yang cukup mengejutkan: konsol hybrid PC ini justru laris manis di minggu-minggu pertamanya.

  • Estimasi penjualan Steam Machine berada di angka 10.000 sampai 15.000 unit per minggu berdasarkan data Steam Hardware Survey
  • Harga tinggi disebut Valve sebagai konsekuensi dari krisis memori dan biaya komponen yang sedang naik
  • Sistem reservasi masih berlaku, artinya pasokan yang membatasi penjualan, bukan kurangnya peminat
  • Pola penjualan awalnya mirip dengan Steam Deck yang juga tidak punya data resmi dari Valve

Angka Penjualan yang Bikin Banyak Orang Melongo

Jadi begini ceritanya. Steam Machine dapat banyak sekali kritik pas awal diumumkan. Hampir semuanya soal harga. Valve sendiri tidak membantah kalau banderolnya memang tinggi, dan mereka blak-blakan menyalahkan situasi rantai pasok memori global yang sedang kacau.

Tapi yang menarik: orang tetap beli.

Berdasarkan analisis dari data Steam Hardware Survey yang bisa diakses publik, Steam Machine diperkirakan terjual antara 10.000 hingga 15.000 unit setiap minggunya sejak peluncuran. Angka ini bukan data resmi dari Valve, ya, perusahaan itu memang tidak pernah merilis angka penjualan hardware mereka ke publik. Metodenya adalah dengan melacak pertumbuhan pengguna SteamOS setelah Steam Machine dirilis dan membandingkan perubahannya dari waktu ke waktu.

Kalau estimasi ini benar, Valve mengirim sekitar 50.000 sampai 60.000 unit per bulan. Dibandingkan konsol mainstream seperti PS5 atau Xbox Series, angka ini memang kecil, bahkan bisa dibilang cuma selisih pembulatan. Tapi konteksnya penting: Steam Machine tidak bersaing di pasar yang sama.

Sistem Reservasi dan Pasokan yang Jadi Batu Sandungan

Satu hal yang perlu dicatat: Steam Machine saat ini masih dijual lewat sistem reservasi. Artinya, ada kemungkinan besar angka penjualan ini dibatasi oleh seberapa cepat Valve bisa memproduksi unitnya, bukan karena permintaan yang lesu. Valve sendiri sudah mengakui bahwa biaya komponen yang tinggi dan kelangkaan memori memaksa mereka untuk mengurangi rencana produksi awal.

Jadi kalau ada yang bilang "kok cuma segitu?", jawabannya mungkin bukan karena tidak ada yang minat. Bisa jadi karena Valve memang belum bisa bikin lebih banyak.

Buat gamer Indonesia yang penasaran, sistem reservasi ini juga berarti kalau kamu tertarik, kemungkinan harus bersabar. Belum lagi urusan shipping dan garansi yang masih jadi tanda tanya besar untuk pasar Asia Tenggara.

Pola yang Mirip dengan Steam Deck Dulu

Ini bagian yang menurut saya paling menarik.

Steam Machine ternyata mengikuti jejak yang mirip dengan Steam Deck di masa awal peluncurannya. Valve juga tidak pernah merilis data penjualan resmi untuk handheld mereka itu, tapi beberapa analis waktu itu memperkirakan sekitar 77.000 unit Steam Deck sudah terjual pada akhir Mei 2022, sekitar tiga bulan setelah rilis.

Dengan rate penjualan Steam Machine yang sekarang (10.000-15.000 unit per minggu), konsol baru ini bisa mencapai angka kumulatif yang mirip dalam dua bulan pertama. Padahal harganya jauh lebih mahal dari Steam Deck, dan target pasarnya lebih kecil.

Ini menarik karena menunjukkan bahwa Valve mungkin sudah punya basis penggemar yang cukup loyal untuk eksperimen hardware mereka, bahkan ketika produknya tidak murah dan tidak ditujukan untuk semua orang.

Sekali lagi, semua ini masih estimasi berdasarkan data publik, bukan konfirmasi resmi. Tapi kalau Valve benar menjual 10.000 sampai 15.000 Steam Machine per minggu, perangkat ini tampaknya mulai menemukan ceruknya sendiri di kalangan enthusiast yang menginginkan pengalaman gaming PC dalam bentuk konsol yang ringkas, meskipun harganya menembus empat digit dolar AS.

Oh, dan kalau Steam Machine tidak menarik buat kamu? Tenang, ada selusin alternatif dari berbagai OEM yang juga bikin perangkat dengan konsep serupa. Valve bukan satu-satunya pemain di arena konsol hybrid PC ini.

#Tech#Valve#Steam Machine#Gaming#Konsol PC#SteamOS#Analisis Penjualan#Hardware Gaming
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →