Bayangkan sudah memesan perangkat yang harganya belasan juta, dapat notifikasi paket sudah sampai, tapi begitu dicek barangnya sudah raib. Itulah mimpi buruk yang dialami seorang pembeli di Inggris setelah Steam Machine pesanannya lenyap begitu saja. Untungnya, Valve sebagai pembuatnya bersedia mengganti. Tapi di balik solusi ini, ada satu kebijakan pengiriman yang bikin saya bertanya-tanya: kenapa barang semahal ini tidak dibekali konfirmasi tanda tangan?
- Seorang pembeli di Inggris kehilangan Steam Machine segera setelah kurir mengantar paketnya.
- Meski stok sedang tipis, Valve memilih mengganti unit baru alih-alih memberi refund.
- Tidak adanya syarat tanda tangan dari Valve untuk pengiriman barang bernilai tinggi memancing diskusi soal risiko pencurian di depan rumah.
- Kasus serupa juga dilaporkan di AS, menandakan ini bukan problem lokal semata.
Hilang di Depan Pintu: Kronologi Kejadian
Seorang pengguna Reddit dengan akun mdumtshali membagikan cerita naasnya. Saat sedang bekerja, bel pintu rumahnya berbunyi. Dari kamera yang terhubung, terlihat petugas Royal Mail meletakkan sebuah boks, yang di dalamnya ada Steam Machine seharga £1000 atau sekitar Rp19,7 juta, di dekat bangunan. Problemnya, sesudah itu boks tersebut lenyap, tanpa rekaman jelas siapa pelakunya.
Sadar daerah tempat tinggalnya punya masalah kriminalitas, pembeli ini langsung menyimpulkan paketnya dicuri. Valve dihubungi, dan respon awal mereka cukup standar: meminta pembeli untuk bertanya dulu ke tetangga sekitar. Upaya ini tidak membuahkan hasil. Di luar dugaan, meskipun unit Steam Machine sedang langka, Valve sepakat mengirimkan unit baru alih-alih mengembalikan uang. Sikap yang patut diacungi jempol.
Sebenarnya langkah Valve mengganti barang hilang ini bukanlah kejutan besar. Di Inggris, Consumer Rights Act 2015 secara tegas menyatakan tanggung jawab ada di pundak penjual untuk memastikan barang sampai ke tangan pembeli. Selama pembeli tidak secara spesifik menunjuk tempat aman yang berisiko untuk penitipan paket, mereka pada dasarnya terlindungi dari kasus pencurian.
Yang justru mengganggu pikiran adalah keputusan Valve untuk tidak menyertakan opsi konfirmasi tanda tangan pada pengiriman, atau bahkan sekadar menandai paketnya sebagai barang bernilai tinggi. Dua langkah ini memaksa kurir menyerahkan langsung ke penerima dan mendapatkan bukti tanda tangan. Kalau tidak ada orang di rumah, pengiriman dijadwalkan ulang atau dialihkan ke tempat pengambilan. Ini memangkas drastis potensi paket belasan juta jadi sasaran empuk pencuri.
Masalahnya Bukan Cuma di Inggris
Setidaknya ada satu laporan lain yang menyebut Valve menerapkan langkah preventif itu pada pembelian mereka. Tapi di saat yang sama, seorang sopir UPS di Amerika Serikat buka suara di Reddit bahwa dirinya sudah mengantar beberapa Steam Machine tanpa sekali pun diminta meminta tanda tangan penerima. Dari percakapan yang beredar di Reddit, saran saya sederhana: kalau Anda pesan alat semacam ini, usahakan ada orang di rumah saat kurir datang.
Valve sebenarnya sudah membangun reputasi layanan pelanggan yang kuat untuk urusan perangkat keras. Mereka tanggap menangani unit Steam Deck yang cacat dan proses klaim garansi (RMA) mereka relatif tidak menyakitkan. Hanya saja, karena untuk urusan pengiriman Valve sering mengandalkan pihak ketiga, logistik kadang bukan keahlian terkuat mereka.
Perlu diingat juga, tanggung jawab hukum untuk paket yang lenyap tidak sama di semua negara. Di beberapa tempat, aturannya bisa lebih abu-abu. Dengan harga Steam Machine yang tidak bisa dibilang murah, langkah ekstra seperti konfirmasi tanda tangan seharusnya bukan lagi opsi, melainkan standar wajib dari Valve untuk melindungi konsumennya.