Home Teknologi

Steam Machine Memang Bisa Upgrade RAM, tapi Kenapa Valve Membuatnya Serumit Ini

17 Juli 2026 5 min read

Seorang pengguna Steam Machine membongkar sendiri perangkatnya untuk upgrade RAM dan menemukan proses yang jauh lebih rumit dari perkiraan. Valve punya alasan teknis di baliknya.

Proses upgrade RAM Steam Machine yang memerlukan pembongkaran mendalam
(Foto: Valve)

Steam Machine punya janji yang menarik: kenyamanan konsol dengan fleksibilitas PC gaming. Janji itu termasuk kemampuan untuk mengganti SSD dan menambah RAM sendiri. Tapi setelah seorang pengguna membagikan pengalamannya di Reddit, satu hal jadi jelas, akses ke slot RAM di perangkat ini jauh dari kata mudah.

  • Valve mendesain Steam Machine agar RAM bisa di-upgrade pengguna, tapi prosesnya ternyata sangat rumit dan membutuhkan pembongkaran besar.
  • Slot SO-DIMM tersembunyi di balik kipas pendingin, catu daya, dan sejumlah kabel ribbon serta antena.
  • Valve mengonfirmasi bahwa pemindahan slot RAM akan mengorbankan integritas sinyal, dan jalur akses alternatif dinilai tidak aman.
  • Steam Support merekomendasikan minimal RAM DDR5-5600 dan menyarankan untuk tidak mencampur modul dengan spesifikasi berbeda.

Kenapa slot RAM di Steam Machine disembunyikan begitu dalam

Seorang pengguna Reddit dengan nama u/Prtsk baru-baru ini mencoba menambah modul RAM kedua di Steam Machine miliknya. SSD relatif mudah dijangkau. Tapi untuk mencapai dua slot SO-DIMM, situasinya berbeda total.

Berdasarkan laporan yang beredar, ia harus melepas kipas pendingin dan catu daya dulu, lalu mencabut empat kabel ribbon dan beberapa kabel antena. Baru setelah itu slot memori terlihat. Proses ini bukan sekadar buka baut satu-dua, tapi pembongkaran yang cukup invasif untuk perangkat yang diposisikan sebagai semi-konsol.

Pertanyaan u/Prtsk sederhana: kenapa Valve tidak membuat RAM semudah dijangkau seperti SSD? Jawabannya datang dari komunitas yang menunjuk ke wawancara lama dengan insinyur Valve, Yazan Aldehayyat. Dalam wawancara itu, diungkapkan bahwa Valve sebenarnya sudah menjajaki kemungkinan memindahkan slot RAM ke posisi yang lebih bersahabat. Tapi ada dua hambatan besar. Pertama, memindahkan slot akan mengorbankan integritas sinyal, masalah serius yang bisa berdampak ke stabilitas sistem. Kedua, membuat jalur akses khusus lewat area catu daya dianggap terlalu berisiko dari sisi keamanan.

Jadi, posisi RAM yang merepotkan ini bukan keputusan desain asal-asalan. Ini hasil dari trade-off teknis yang cukup mendasar antara kemudahan akses dan keandalan sinyal memori. Valve memilih keandalan. Masuk akal dari sisi engineering, tapi cukup mengecewakan buat pengguna yang berharap upgrade RAM semudah colok-tancap di PC desktop.

Memilih modul RAM yang tepat juga tidak bisa sembarangan

Rumitnya akses fisik bukan satu-satunya tantangan. Memilih modul RAM yang tepat pun ada aturannya. Steam Support secara resmi merekomendasikan minimal menggunakan SO-DIMM DDR5-5600. Satu hal yang mereka tekankan: jangan mencampur modul dengan kapasitas, kecepatan, atau timing memori yang berbeda.

Ini penting. Mencampur modul yang tidak identik bisa menyebabkan sistem berjalan di kecepatan yang lebih rendah, atau lebih buruk, memicu ketidakstabilan. Buat yang biasa merakit PC sendiri, ini aturan umum yang sudah familiar. Tapi Steam Machine sebagian menyasar audiens yang mungkin tidak akrab dengan nuansa teknis semacam ini. Di sinilah Valve perlu lebih vokal, proses upgrade sudah sulit, jangan sampai pengguna tambah frustrasi karena salah beli modul.

Menariknya, u/Prtsk sendiri melaporkan belum merasakan peningkatan performa gaming setelah menambah RAM. Salah satu penjelasannya: 16 GB bawaan mungkin tidak pernah benar-benar habis dipakai oleh game yang ia uji. RAM tambahan tidak otomatis menghasilkan frame rate lebih tinggi kalau kapasitas yang lama saja masih lega. Ini pengingat bagus: lebih banyak RAM tidak selalu berarti performa lebih kencang, terutama kalau penggunaan sehari-hari belum menyentuh batas kapasitas awal.

Sisi lain dari fleksibilitas ala PC

Apa yang terjadi di sini sebetulnya mencerminkan dilema inti Steam Machine. Valve ingin menggabungkan dua dunia: kemudahan konsol dan kebebasan PC. Tapi dua hal ini sering bertabrakan dalam detail teknis yang tidak terlihat di brosur. RAM upgrade adalah contoh sempurna. Secara teknis bisa. Secara praktis, kebanyakan pengguna mungkin tidak akan mau repot.

Saya belum pegang langsung Steam Machine. Semua ini saya rangkum dari laporan pengguna dan wawancara tim engineering Valve. Tapi dari apa yang saya baca, cukup jelas bahwa Valve sadar akan keterbatasan ini. Mereka tidak menyembunyikan fakta bahwa desain ini adalah kompromi. Itu membuat saya menghargai kejujurannya, meskipun sebagai calon pengguna, saya pasti berharap solusinya sedikit lebih elegan.

Steam Machine tetap menarik untuk segmen spesifik: yang ingin ekosistem Steam dengan fleksibilitas dasar PC, tapi tidak butuh upgrade rutin. Kalau kamu tipe yang suka bongkar-pasang sendiri, upgrade RAM ini masih bisa dilakukan, asal tahu konsekuensi kerumitannya dari awal. Kalau kamu maunya yang plug-and-play total, mungkin konsol tradisional atau pre-built PC yang memang dirancang mudah di-upgrade lebih cocok.

#Gaming#Valve#Steam Machine#Hardware#PC Gaming#Upgrade RAM#Perangkat Gaming#Berita
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →