Di atas kertas, siklus peluncuran ponsel lipat selalu menjanjikan lompatan besar. Tapi bocoran terbaru Galaxy Z Flip 8 justru menunjukkan arah yang sedikit mengkhawatirkan: Samsung tampaknya memilih rute minimalis untuk penerus Z Flip 7. Peningkatan terbesarnya hanya datang dari chipset, sementara sisanya nyaris tidak tersentuh. Ironisnya, harga malah melonjak cukup signifikan.
- Galaxy Z Flip 8 akan diumumkan pada 22 Juli 2026 bersama Galaxy Z Fold8 dan wearable terbaru Samsung.
- Performa CPU naik sekitar 28 persen berkat Exynos 2600, tapi kamera, layar, dan baterai tidak berubah dari Z Flip 7.
- Harga dasar naik €100 menjadi €1,299 (sekitar Rp23,3 juta), sementara varian 512GB melonjak €180 menjadi €1,499 (sekitar Rp26,9 juta).
- Bobot sedikit turun dari 188 gram ke 180 gram, namun kapasitas baterai tetap 4.300 mAh.
Spesifikasi Samsung Galaxy Z Flip 8
- Tahun Rilis: 2026
- Layar Utama: 6,9 inci, OLED, 120 Hz
- Layar Sekunder: 4,1 inci, AMOLED
- Chipset: Exynos 2600
- RAM: 12 GB
- Penyimpanan: 256 GB / 512 GB
- Kamera Utama: 50 MP (OIS) + 12 MP (ultrawide)
- Kamera Depan: 10 MP
- Baterai: 4.300 mAh
- Bobot: 180 gram
Chipset baru, satu-satunya napas segar
Sulit untuk terlalu antusias, tapi setidaknya ada satu hal yang benar-benar baru: Exynos 2600. Chipset ini menggantikan Exynos 2500 yang dipakai Z Flip 7, terutama untuk pasar Eropa. Berdasarkan benchmark awal, peningkatan performa CPU-nya sekitar 28 persen. Bukan angka yang mengejutkan untuk lompatan satu generasi, tapi cukup terasa dalam pemakaian harian.
RAM tetap 12 GB, dan pilihan penyimpanan masih 256 GB atau 512 GB. Kombinasi ini masih sangat mumpuni untuk multitasking dan menjalankan aplikasi berat. Tapi kalau kamu berharap ada konfigurasi RAM 16 GB atau storage 1 TB seperti beberapa kompetitor, kamu akan kecewa. Samsung memilih untuk tidak menyentuh formula ini sama sekali.
Layar, kamera, dan baterai: fotokopi dari tahun lalu
Ini bagian yang bikin saya garuk kepala. Layar utama masih 6,9 inci OLED 120 Hz, layar cover tetap 4,1 inci AMOLED. Tidak ada peningkatan resolusi, kecerahan puncak, atau teknologi panel baru yang disebutkan. Bagi pengguna Z Flip 5 atau lebih lama, ini masih layar yang sangat baik. Tapi kalau kamu sudah pakai Z Flip 7, tidak ada alasan untuk upgrade dari sisi layar.
Hal yang sama terjadi di kamera. Samsung mempertahankan setup 50 MP utama dengan OIS, 12 MP ultrawide, dan 10 MP selfie. Sensor dan lensa tampaknya tidak berubah. Ini setup yang sudah matang, tapi mulai terasa jadul dibandingkan ponsel lipat lain yang mulai mengadopsi sensor lebih besar atau telefoto dedicated. Baterai juga mentok di 4.300 mAh, angka yang sudah tiga generasi tidak bergerak.
Harga naik, bobot turun
Satu-satunya perubahan fisik yang tercatat adalah bobot. Z Flip 8 turun 8 gram dari 188 gram ke 180 gram. Angka yang bagus untuk kenyamanan menggenggam, tapi bukan alasan kuat untuk merogoh kocek lebih dalam.
Dan berbicara soal kocek, di sinilah bagian yang paling menyakitkan. Bocoran dari Winfuture menyebutkan harga dasar Z Flip 8 (256 GB) naik €100 menjadi €1,299. Kalau dikonversi kasar, itu sekitar Rp23,3 juta. Varian 512 GB bahkan lebih gila: naik €180 ke €1,499, atau sekitar Rp26,9 juta. Ini kenaikan yang sulit dijelaskan untuk ponsel yang hampir tidak berubah.
Ketersediaan dan peluncuran
Samsung dikabarkan akan mengumumkan Galaxy Z Flip 8 pada 22 Juli 2026, bersamaan dengan Galaxy Z Fold8, Z Fold8 Ultra, Galaxy Watch9, dan Galaxy Watch Ultra 2. Belum ada informasi kapan tepatnya masuk ke Indonesia, tapi biasanya Samsung Indonesia membawa seri lipat ke pasar lokal dalam waktu yang tidak terlalu jauh dari peluncuran global.
Harga Samsung Galaxy Z Flip 8
Bocoran harga ini berasal dari retailer di Eropa, jadi ini harga untuk pasar Eropa. Harga resmi Indonesia masih menunggu pengumuman, tapi bisa jadi acuan awal untuk memperkirakan kenaikan dibanding Z Flip 7.
Harga di Eropa (bocoran):
- Galaxy Z Flip 8 (12 GB / 256 GB): sekitar Rp23,3 juta (€1,299)
- Galaxy Z Flip 8 (12 GB / 512 GB): sekitar Rp26,9 juta (€1,499)
Galaxy Z Flip 8 terasa seperti argumen Samsung bahwa performa lebih tinggi sudah cukup untuk membenarkan harga lebih tinggi. Tapi di dunia di mana ponsel lipat tidak lagi langka dan kompetitor semakin agresif, strategi minimalis ini berisiko. Kalau kamu saat ini pakai Z Flip 6 atau 7, isi dompetmu aman, tidak ada alasan mendesak untuk upgrade. Kalau kamu baru pertama kali ingin masuk ke dunia flip phone, Z Flip 7 yang sudah turun harga mungkin jauh lebih masuk akal.