Home Teknologi

Samsung Temukan Biang Keladi Layar Galaxy S26 Ultra yang Kemerahan dan Cara Memperbaikinya

18 Juli 2026 5 min read

Samsung memastikan masalah layar kemerahan di Galaxy S26 Ultra disebabkan oleh software, bukan kerusakan hardware permanen. Simak penjelasan dan cara mengatasinya di sini.

Tampilan depan Samsung Galaxy S26 Ultra yang menampilkan antarmuka dan layar perangkat
(Foto: Samsung)

Beberapa hari terakhir, saya membaca cukup banyak keluhan dari pengguna Galaxy S26 Ultra soal satu hal yang cukup mengganggu: munculnya warna kemerahan aneh di layar ponsel mereka. Bayangkan, Anda pakai ponsel andalan seharga belasan juta, lalu tiba-tiba tampilannya jadi kayak ada filter merah tipis yang menempel permanen. Panik soal kerusakan hardware, terutama OLED burn-in, tentu jadi pikiran pertama. Nah, berdasarkan laporan dari media Korea Selatan News1, Samsung akhirnya buka suara dan menemukan penyebabnya, dan ini bukan soal kerusakan fisik panel yang kita takutkan selama ini.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu mengganti layar. Kabar kurang menyenangkannya, untuk saat ini Anda harus meluangkan waktu datang ke pusat servis. Tapi seperti biasa, saya akan bantu uraikan duduk perkaranya biar Anda tidak bingung sendiri.

  • Penyebab utama: Masalah software, bukan hardware. Teknologi optimalisasi layar baru di Galaxy S26 Ultra tidak bekerja semestinya saat kena cahaya kuat di kecerahan maksimum.
  • Gejala: Warna kemerahan muncul di layar setelah perangkat digunakan tiga sampai empat bulan atau lebih.
  • Solusi sementara: Bawa perangkat ke pusat servis Samsung untuk menerima pembaruan perangkat lunak koreksi warna.
  • Rencana ke depan: Samsung akan merilis pembaruan lebih luas agar pengguna tidak perlu repot datang ke pusat servis.

Teknologi Optimalisasi Layar Baru yang Justru Bikin Masalah

Samsung biasanya jagonya soal panel layar. Tapi di Galaxy S26 Ultra, mereka memperkenalkan teknologi optimalisasi layar baru yang ternyata masih punya cela. Begini ceritanya: saat ponsel mendeteksi pencahayaan sekitar yang sangat terang sambil berjalan di level kecerahan maksimum, mekanisme koreksi tampilan ini malah ngaco. Alih-alih menyesuaikan warna biar tetap akurat di bawah sinar matahari, yang muncul justru semburat kemerahan yang lumayan mengganggu.

Keluhan ini awalnya banyak datang dari pengguna yang sudah memegang perangkatnya selama tiga sampai empat bulan. Waktu selama itu biasanya cukup bikin kita curiga bahwa ada komponen yang mulai aus. Maklum, untuk pengguna awam, melihat layar berubah warna setelah dipakai sekian bulan biasanya langsung dikaitkan dengan burn-in permanen.

Yang Perlu Anda Lakukan Sekarang

Samsung menyimpulkan bahwa masalah ini murni koreksi perangkat lunak yang meleset. Ini artinya unit Anda tidak perlu dibongkar, tidak perlu ganti panel mahal, dan tidak perlu antre lama untuk perbaikan hardware. Solusinya cukup dengan optimalisasi software koreksi warna yang langsung diterapkan di pusat servis.

Setelah memeriksa unit yang terdampak, teknisi hanya perlu memasukkan pembaruan perangkat lunak yang menyesuaikan ulang cara kerja optimalisasi layar tersebut. Prosesnya seharusnya singkat, tapi tetap saja mengharuskan Anda melangkahkan kaki ke lokasi servis resmi.

Samsung sendiri sadar bahwa tidak semua orang bisa dengan mudah menjangkau pusat servis. Untuk itu, mereka menyatakan akan segera meluncurkan pembaruan ini secara lebih luas, kemungkinan lewat pembaruan sistem biasa, sehingga pengguna cukup mengunduh dan memasangnya dari rumah.

Intinya, kalau layar Galaxy S26 Ultra Anda mulai menunjukkan semburat merah yang tidak biasanya, ini bukan berarti ponsel Anda rusak permanen. Samsung sudah mengakui dan sedang membereskannya. Sambil menunggu pembaruan meluncur luas dan kalau Anda kebetulan dekat dengan pusat servis, tidak ada salahnya mampir. Setidaknya Anda tidak perlu keluar biaya untuk penggantian komponen yang sebenarnya masih sehat.

#Tech#Samsung#Galaxy S26 Ultra#Berita#Smartphone#Masalah Layar#Pembaruan Software#2025
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →