Home Teknologi

Samsung Tambah Satu Lagi Aplikasi Bawaan di HP Galaxy, Kali Ini Amazon Music

18 Juli 2026 5 min read

Samsung dan Amazon mencapai kesepakatan untuk menjadikan Amazon Music sebagai aplikasi bawaan di perangkat Galaxy baru, menambah daftar bloatware yang harus dihadapi pembeli.

Ilustrasi aplikasi bawaan di Samsung Galaxy yang menampilkan ikon Amazon Music bersama ikon aplikasi lainnya
(Foto: Samsung)

Kalau kamu beli HP Samsung Galaxy baru dalam waktu dekat, siap-siap dapat satu aplikasi tambahan yang langsung terpasang begitu kotaknya dibuka. Samsung dan Amazon baru saja meneken kerja sama yang bikin aplikasi Amazon Music langsung nongol sebagai aplikasi bawaan di jutaan perangkat Galaxy ke depannya. Samsung menyebut ini sebagai "keuntungan" buat penggunanya. Tapi buat saya, ini cuma satu entri tambahan di daftar aplikasi yang harus di-uninstall atau disembunyikan.

  • Samsung dan Amazon sepakat menjadikan Amazon Music sebagai aplikasi bawaan di perangkat Galaxy baru, selain tersedia di Galaxy Store
  • Pembeli dapat uji coba gratis Amazon Music Unlimited selama tiga bulan, setelah itu dikenakan biaya sekitar Rp192 ribuan per bulan atau sekitar Rp176 ribuan untuk pelanggan Prime
  • Langkah ini menambah panjang daftar bloatware di HP Samsung yang sudah berisi aplikasi tumpang tindih seperti dua browser dan dua klien email
  • Penawaran ini mungkin menarik buat pengguna setia Amazon Music, tapi buat mayoritas pembeli lainnya, ini sekadar aplikasi yang tidak diminta

Kerja Sama yang Dikemas Sebagai Hadiah

Menurut keterangan resmi dari Samsung, aplikasi Amazon Music sekarang tidak cuma bisa diunduh lewat Samsung Galaxy Store, tapi juga langsung terpasang di HP dan tablet Galaxy anyar. Sebagai pemanis, pembeli yang mendapatkan aplikasi ini secara bawaan atau mengunduhnya dari Galaxy Store bisa menikmati layanan Amazon Music Unlimited gratis selama tiga bulan. Akses ke lebih dari 100 juta lagu tanpa jeda iklan memang terdengar lumayan.

Tapi setelah masa uji coba tiga bulan itu habis, kamu bakal dikenakan biaya langganan sekitar Rp192 ribuan per bulan. Kalau kamu pelanggan Amazon Prime, harganya sedikit lebih rendah, yaitu sekitar Rp176 ribuan per bulan. Sekilas seperti penawaran menarik, kan? Masalahnya, ini cuma relevan buat segelintir orang yang memang berniat pakai Amazon Music. Buat sebagian besar pembeli lainnya, ini tidak lebih dari satu ikon tambahan di laci aplikasi yang tidak pernah disentuh.

Masalah Bloatware yang Makin Menggunung

Saya sudah lama mengamati kebiasaan Samsung soal aplikasi bawaan ini. Di seri flagship seperti Samsung Galaxy S26 Ultra yang dibanderol sekitar Rp16,5 jutaan di Amazon, kamu akan menemukan banyak aplikasi yang fungsinya dobel. Ada Google Chrome dan Samsung Browser sekaligus. Ada Gmail dan Samsung Email berdampingan. Google Play Store dan Samsung Galaxy Store juga hadir barengan.

Belum lagi aplikasi tambahan lain seperti Audible, Microsoft OneDrive, dan Facebook App Manager yang sudah lebih dulu menetap sebagai bawaan. Tergantung operator seluler yang kamu pakai, bisa jadi masih ada aplikasi lain yang ikut numpang. Menurut saya, ini sudah jadi pola yang cukup mengganggu: Samsung terus menambahkan lapisan software yang tidak diminta, sementara pengguna cuma ingin HP baru yang bersih dan siap dipakai sesuai kebutuhan sendiri.

Kalau kamu tipe orang yang tidak keberatan meluangkan waktu buat beres-beres aplikasi setelah unboxing, mungkin ini bukan masalah besar. Tapi saya rasa makin banyak pengguna yang mulai capek harus menghapus atau menonaktifkan aplikasi yang tidak pernah mereka minta dari awal. Amazon Music hanyalah nama terbaru dalam daftar panjang itu.

#Tech#Samsung#Amazon Music#Bloatware#Smartphone#Galaxy S26 Ultra#Aplikasi Bawaan#Berita
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →