Home Teknologi

Review Kelebihan dan Kekurangan Tecno POVA 8 5G: Baterai Monster 8.000 mAh, Chipset Justru Turun Kelas

10 Juli 2026 5 min read

Buat kamu yang mengutamakan baterai super tahan lama dengan desain unik yang mencolok, review ini mengupas Tecno POVA 8 5G secara jujur dan menyeluruh.

Tecno POVA 8 5G dengan desain futuristik dan Alive Matrix Display yang menyala di bagian punggung
(Foto: Tecno)

Setelah sukses dengan seri POVA 7, Tecno kembali meluncurkan penerusnya. Tecno POVA 8 5G hadir dengan satu lonjakan besar di kapasitas baterai yang sekarang tembus 8.000 mAh, tapi ada satu keputusan teknis yang bikin saya mengernyit: chipset yang dipakai justru selangkah di bawah generasi sebelumnya. Ini jadi kasus menarik di mana angka penerus tidak selalu berarti peningkatan di semua lini.

  • Tecno POVA 8 5G meluncur di India pada pertengahan 2026 dan sudah masuk pasar Indonesia dengan membawa baterai 8.000 mAh.
  • Ponsel ini dibekali chipset MediaTek Dimensity 7100 yang posisinya di bawah Dimensity 7300 Ultimate milik POVA 7 5G.
  • Panel LED interaktif Alive Matrix Display di punggung ponsel bisa menampilkan animasi notifikasi, panggilan, hingga pengisian daya.
  • Tecno menyematkan fitur komunikasi peer-to-peer jarak jauh hingga 1,5 km yang bekerja tanpa sinyal seluler atau Wi-Fi.
Tecno POVA 8 5G

Tecno POVA 8 5G

Ponsel dengan baterai monster 8.000 mAh, desain futuristik, dan fitur konektivitas unik namun dengan chipset yang mengalami penurunan performa.

7.5/10
Tahun Rilis
2026
Layar
IPS LCD 6,76 inci, 1080 x 2344 piksel, 144 Hz
Chipset
MediaTek Dimensity 7100
RAM
6 GB / 8 GB LPDDR5X
Penyimpanan
UFS 2.2
Baterai
8.000 mAh, fast charging 45W
Kamera Utama
50 MP f/1.8, sensor Sony LYT-600
Kamera Depan
13 MP f/2.2
  • Baterai 8.000 mAh tahan dua hari
  • Fast charging 45W dan reverse charging 10W
  • Desain futuristik dengan Alive Matrix Display
  • Chip tambahan untuk penguatan sinyal seluler dan Wi-Fi
  • Sertifikasi IP64 dan MIL-STD-810H
  • Fitur komunikasi peer-to-peer jarak jauh
  • Layar 144 Hz yang mulus
  • Chipset Dimensity 7100 lebih rendah dari generasi sebelumnya
  • Tidak ada slot microSD
  • Panel layar masih IPS LCD
  • Tidak ada kamera ultrawide
  • Tidak ada port audio jack 3,5 mm
  • Port USB masih Type-C 2.0
  • Tidak mendukung wireless charging
  • Sertifikasi IP64 hanya tahan percikan

Artikel ini mengandung link afiliasi. Jika Anda membeli melalui link tersebut, kami mungkin mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.


Spesifikasi Tecno POVA 8 5G

  • Tahun Rilis: 2026
  • Layar: IPS LCD 6,76 inci, 1080 x 2344 piksel, 144 Hz
  • Chipset: MediaTek Dimensity 7100
  • RAM: 6 GB / 8 GB LPDDR5X
  • Penyimpanan: UFS 2.2, tanpa slot microSD
  • Baterai: 8.000 mAh, fast charging 45W
  • Kamera Utama: 50 MP f/1.8, sensor Sony LYT-600
  • Kamera Depan: 13 MP f/2.2

Desain dan build quality

Kalau bicara soal tampilan, Tecno POVA 8 5G jelas bukan ponsel yang ingin terlihat aman. Punggungnya dibuat semi transparan dengan pola geometris tegas bergaya futuristik, semacam estetika pesawat luar angkasa yang memang sudah jadi DNA seri POVA dari generasi ke generasi. Jadi kalau kamu bosan dengan ponsel yang tampil polos dan kalem, yang satu ini jelas berani tampil beda.

 

Tampak depan dan belakang Tecno POVA 8 5G dengan Alive Matrix Display yang menyala
Tecno POVA 8 5G hadir dengan desain futuristik dan panel LED interaktif di bagian punggung. (Foto: Tecno)

 

Yang paling mencolok tentu saja Alive Matrix Display, panel LED berbentuk bulat di sebelah modul kamera. Ini bukan cuma lampu indikator kecil. Panel ini bisa menampilkan animasi saat notifikasi masuk, panggilan telepon, proses isi daya, bahkan selama sesi gaming. Ada puluhan efek animasi bawaan dan kamu bisa bikin animasi sendiri. Buat saya pribadi, fitur ini mungkin tidak meningkatkan fungsionalitas secara drastis, tapi memberikan karakter yang jarang ditemukan di ponsel kelas menengah.

Bicara ketahanan, ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi IP64 dan standar militer MIL-STD-810H. Artinya, debu dan percikan air tidak perlu terlalu dikhawatirkan, dan bodinya diuji terhadap benturan, getaran, serta suhu ekstrem dari minus 20 hingga 60 derajat celcius. Hanya saja perlu diingat: IP64 itu tahan percikan, bukan rendaman. Kalau ponselmu sampai kecemplung ke kolam, nasibnya bisa berbeda dibanding ponsel yang sudah mengantongi IP68 atau IP69K.

 

Desain punggung Tecno POVA 8 5G dengan modul kamera dan Alive Matrix Display
Punggung Tecno POVA 8 5G menampilkan pola geometris dan Alive Matrix Display berdampingan dengan modul kamera. (Foto: Tecno)

 

Performa

Di sektor dapur pacu, ada situasi yang agak membingungkan. Tecno POVA 8 5G ditenagai MediaTek Dimensity 7100 dengan konfigurasi delapan inti: empat core Cortex A78 2,4 GHz dan empat core Cortex A55 2,0 GHz, serta GPU Mali G610 MC2. Kalau kamu bandingkan dengan POVA 7 5G yang pakai Dimensity 7300 Ultimate, chipset di generasi baru ini sebenarnya berada di posisi yang lebih rendah. Jadi meski namanya "delapan" dan terdengar lebih baru, performa mentahnya belum tentu lebih ngebut dari "tujuh".

Tapi Tecno tidak asal comot komponen. Mereka menyematkan dua chip tambahan buatan sendiri: G1 Signal Enhancement Chip yang menjaga kestabilan sinyal seluler di area lemah seperti lift atau basement, dan SE1 Wi-Fi Enhancement Chip yang menstabilkan koneksi Wi-Fi. Pendekatan ini terasa unik karena fokusnya bukan semata mengejar skor benchmark, tapi memastikan pengalaman konektivitas yang lebih andal. Buat saya, ini langkah menarik yang menunjukkan prioritas Tecno di seri ini.

 

Ilustrasi antena dan chip penguat sinyal pada Tecno POVA 8 5G
Tecno POVA 8 5G dilengkapi dua chip tambahan untuk memperkuat sinyal seluler dan koneksi Wi-Fi. (Foto: Tecno)

 

Untuk memori, tersedia RAM LPDDR5X pilihan 6 GB atau 8 GB dengan penyimpanan internal UFS 2.2. Titik lemahnya sudah jelas: tidak ada slot microSD. Jadi kalau kamu hobi menyimpan banyak foto, video, dan game sekaligus, pilih varian penyimpanan yang lebih besar karena tidak bisa ekspansi ke kartu memori eksternal.

Baterai

 

Baterai Tecno POVA 8 5G berkapasitas 8.000 mAh dengan fast charging 45W
Baterai jumbo 8.000 mAh menjadi daya tarik utama Tecno POVA 8 5G, diklaim tahan hingga dua hari. (Foto: Tecno)

 

Ini bintang utamanya. Tecno POVA 8 5G melompat dari 6.000 mAh di generasi sebelumnya ke 8.000 mAh. Tecno mengklaim baterai ini tahan hingga dua hari untuk pemakaian normal. Beberapa angka ketahanannya cukup mengesankan: lebih dari 85 jam mendengarkan musik, 29 jam streaming YouTube, dan lebih dari 14 jam bermain Mobile Legends. Angka-angka ini memang dari kondisi pengujian ideal, jadi ekspektasi saya: untuk pemakaian campuran sehari-hari, dua hari harusnya bisa tercapai tanpa drama.

Baterainya sendiri pakai material Silicon Carbon (Si/C Li-Ion) yang punya kepadatan energi lebih tinggi dari baterai lithium ion biasa. Makanya meski kapasitasnya besar, bodi ponsel tidak jadi terlalu tebal atau berat berlebihan. Untuk ketahanan jangka panjang, Tecno menjamin kapasitas tetap di atas 80 persen bahkan setelah 2.000 siklus pengisian, atau sekitar enam tahun pemakaian normal.

Pengisian dayanya pakai fast charging 45W. Dari klaim resminya, ponsel bisa terisi 50 persen dalam 34 menit. Ada juga reverse charging 10W yang bisa dipakai sebagai power bank darurat. Sistem pendinginnya disebut cukup luas untuk menjaga suhu stabil saat isi daya sambil gaming. Satu yang absen: tidak ada wireless charging, jadi kamu tetap harus sedia kabel.

Layar

Tecno POVA 8 5G membawa layar IPS LCD 6,76 inci resolusi Full HD Plus dengan kerapatan 381 ppi. Refresh rate-nya 144 Hz, angka yang tinggi untuk kelas harganya. Buat scrolling media sosial atau gaming kompetitif, animasi dan transisi akan terasa jauh lebih mulus dibanding layar 60 Hz atau 90 Hz standar.

Sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light juga ada, jadi mengurangi paparan cahaya biru untuk kenyamanan mata saat dipakai lama. Fitur Wet and Oily Finger Touch Recognition generasi kedua membuat layar tetap responsif walau tangan basah atau berminyak.

Kelemahan terbesarnya jelas: panelnya masih IPS LCD, bukan AMOLED. Jadi untuk kedalaman warna hitam, kontras, dan reproduksi warna secara keseluruhan, hasilnya masih di bawah ponsel-ponsel lain di kelas harga yang sama yang sudah beralih ke panel AMOLED. Kalau kamu sering nonton film atau menikmati konten visual di ponsel, ini adalah kompromi yang akan terasa.

Kamera

 

Kamera utama 50 MP Tecno POVA 8 5G dengan sensor Sony LYT-600
Kamera utama Tecno POVA 8 5G mengandalkan sensor Sony LYT-600 50 MP dengan dukungan EIS. (Foto: Tecno)

 

Untuk fotografi, kamera utamanya beresolusi 50 MP dengan bukaan f/1.8 dan sensor Sony LYT-600. Sensor ini cukup dikenal mumpuni untuk menangkap detail dan warna. Ada autofocus, LED flash, dan EIS supaya hasil foto dan video tidak gampang blur saat tangan sedikit bergoyang. Fitur 2x lossless zoom juga tersedia untuk mendekatkan objek tanpa kehilangan banyak detail.

Sayangnya, setup kameranya cukup minimalis. Hanya ada kamera utama dan sensor kedalaman sebagai pelengkap. Tidak ada kamera ultrawide, jadi kalau kamu ingin mengambil foto dengan sudut pandang lebih luas seperti pemandangan atau foto grup di ruangan sempit, variasi gaya pengambilan gambar jadi lebih terbatas dibanding ponsel lain yang punya tiga kamera belakang.

Kamera depan beresolusi 13 MP dengan bukaan f/2.2. Baik kamera depan maupun belakang bisa merekam video hingga resolusi 2K 30 fps atau 1080p 30/60 fps. Ada juga fitur AI LightMaster 2.0 yang membantu meredam lens flare dan pantulan cahaya berlebih saat memotret melawan sumber cahaya terang, jadi hasil foto di kondisi pencahayaan yang menantang sedikit lebih terbantu.

Software dan fitur tambahan

Tecno POVA 8 5G berjalan di Android 16 dengan antarmuka HiOS 16 sejak awal dirilis. Tecno menjanjikan dua kali pembaruan sistem operasi dan tiga tahun pembaruan keamanan. Angka ini standar untuk kelas harganya, meski beberapa kompetitor sudah mulai menawarkan jaminan upgrade yang lebih panjang.

Salah satu fitur paling tidak biasa adalah kemampuan komunikasi peer-to-peer tanpa jaringan seluler maupun Wi-Fi hingga jarak 1,5 km. Fitur ini memanfaatkan koneksi langsung antar perangkat Tecno yang mendukung. Dalam situasi darurat atau di lokasi dengan sinyal buruk seperti gunung, pedesaan terpencil, atau area konser yang penuh sesak, kamu tetap bisa terhubung dengan orang lain yang memakai ponsel Tecno serupa. Fitur ini niche dan spesifik, tapi bisa sangat berguna di momen yang tepat.

Dari sisi konektivitas, ponsel ini sudah dilengkapi NFC untuk transaksi digital dan pembayaran tanpa kontak. Ada juga infrared yang bisa dipakai sebagai remote universal untuk televisi, AC, atau perangkat rumah pintar. GPS-nya cukup lengkap dengan kombinasi GPS, GLONASS, Galileo, dan Beidou. Gyroscope-nya juga hardware asli, bukan virtual, jadi bagi kamu yang main PUBG Mobile atau Call of Duty Mobile dengan kontrol gerakan, responsnya akan lebih akurat.

Dua catatan yang perlu kamu tahu. Pertama, tidak ada port audio jack 3,5 mm, jadi harus pakai earphone USB Type-C atau nirkabel. Kedua, port USB-nya masih Type-C versi 2.0, jadi kecepatan transfer data belum setara dengan standar USB terbaru.

 

Ilustrasi ketahanan air dan debu Tecno POVA 8 5G dengan sertifikasi IP64
Tecno POVA 8 5G memiliki sertifikasi IP64 dan MIL-STD-810H untuk ketahanan terhadap debu, percikan air, dan benturan. (Foto: Tecno)

 

Kelebihan dan kekurangan

Tecno POVA 8 5G mengambil pendekatan yang terfokus: baterai monster, desain yang mencolok, dan beberapa fitur konektivitas unik. Tapi untuk mencapai itu, ada beberapa pengorbanan yang dibuat, terutama di sektor chipset dan kelengkapan kamera.

Kelebihan:

  • Baterai 8.000 mAh dengan klaim tahan dua hari, menggunakan material Silicon Carbon untuk kepadatan energi tinggi.
  • Fast charging 45W yang mengisi 50 persen dalam 34 menit, plus reverse charging 10W.
  • Desain futuristik dengan Alive Matrix Display yang interaktif dan bisa dikustomisasi.
  • Dua chip tambahan untuk penguatan sinyal seluler dan Wi-Fi, meningkatkan stabilitas konektivitas.
  • Sertifikasi IP64 dan MIL-STD-810H untuk ketahanan terhadap debu, percikan air, benturan, dan suhu ekstrem.
  • Fitur komunikasi peer-to-peer tanpa jaringan hingga jarak 1,5 km.
  • Layar 144 Hz yang mulus, lengkap dengan sertifikasi Low Blue Light dan fitur layar basah.

Kekurangan:

  • Chipset Dimensity 7100 berada di bawah Dimensity 7300 Ultimate milik generasi sebelumnya, jadi performa mentah tidak meningkat.
  • Tidak ada slot microSD, jadi penyimpanan tidak bisa ditambah.
  • Panel layar masih IPS LCD, bukan AMOLED, sehingga kualitas kontras dan warna hitam masih kalah.
  • Tidak ada kamera ultrawide, setup kamera belakang terbatas pada kamera utama dan sensor kedalaman.
  • Tidak ada port audio jack 3,5 mm, harus pakai earphone USB-C atau nirkabel.
  • Port USB masih Type-C 2.0 dengan kecepatan transfer standar lama.
  • Tidak mendukung wireless charging.
  • Sertifikasi IP64 hanya tahan percikan, bukan rendaman, masih kalah dari ponsel dengan IP68.

Kalau dilihat dari kelebihan dan kekurangannya, Tecno POVA 8 5G adalah ponsel yang tahu siapa target pasarnya dan fokus di sana, tapi mengorbankan beberapa aspek yang mungkin jadi perhatian kalau kamu mencari ponsel yang lebih seimbang.

Rating: 7,5/10, Baterai dan fitur konektivitasnya sangat impresif untuk kelas harganya, tapi keputusan memakai chipset yang lebih rendah dan absennya kamera ultrawide serta slot microSD membuat nilainya tidak bisa lebih tinggi.

Port USB Type-C dan fitur konektivitas pada Tecno POVA 8 5G
Tecno POVA 8 5G dibekali NFC, infrared, dan USB Type-C, namun tanpa port audio jack 3,5 mm. (Foto: Tecno)

Harga Tecno POVA 8 5G

Sampai artikel ini ditulis, pihak Tecno belum mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia secara spesifik. Begitu ada informasi harga yang pasti, section ini akan saya perbarui.

Tecno POVA 8 5G jelas ditujukan buat kamu yang menjadikan ketahanan baterai sebagai prioritas nomor satu, dan suka dengan tampilan ponsel yang tidak biasa dan mencolok. Cocok buat pengguna dengan mobilitas tinggi yang sering kesulitan mencari colokan, atau buat kamu yang tinggal di area dengan sinyal tidak stabil dan membutuhkan koneksi yang lebih andal.

Tapi kalau prioritas utama kamu adalah performa gaming mentah dan kelengkapan kamera seperti lensa ultrawide, ada baiknya kamu bandingkan dulu dengan ponsel lain di rentang harga yang sama. Generasi sebelumnya, Tecno POVA 7 5G, juga tetap layak dipertimbangkan, terutama karena chipsetnya justru lebih tinggi. Pilihan kembali ke apa yang lebih kamu butuhkan: baterai super besar dengan desain unik dan fitur komunikasi darurat, atau performa chipset yang lebih tinggi dengan kompromi di kapasitas baterai.

 

#Smartphone#Tecno#Review#Budget#Baterai Besar#Android#Gaming Murah#Tangguh
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →