Ketika banyak ponsel entry-level berlomba menawarkan spesifikasi tertinggi di atas kertas, itel justru mengambil jalur berbeda dengan Power 80. Ponsel penerus Power 70 ini tidak cuma mengandalkan desain yang sekilas mirip iPhone 17 Pro, tapi juga membawa sederet sertifikasi ketahanan yang biasanya hanya kamu temukan di ponsel rugged berharga jauh lebih mahal. Ditambah baterai 7000 mAh, ponsel ini jelas menyasar satu tipe pengguna spesifik: mereka yang butuh ponsel awet, tahan banting, dan tidak perlu ngecas berkali-kali dalam sehari.
- itel meluncurkan Power 80 sebagai penerus Power 70 dengan desain belakang yang sekilas mirip iPhone 17 Pro, dibanderol mulai Rp2.399.000
- Ponsel ini membawa tiga sertifikasi ketahanan sekaligus: IP68, IP69, dan MIL-STD-810H, plus baterai jumbo 7000 mAh dengan teknologi silikon karbon
- Harga resmi varian 4GB/128GB adalah Rp2.399.000, tersedia dalam tiga pilihan warna: Tundra Green, Rock Black, dan Lava Orange
- Fitur unik Ultralink memungkinkan panggilan telepon tanpa sinyal seluler hingga jarak 2 km, sementara Order-Grabbing Boost dirancang untuk membantu driver ojek online dan kurir
itel Power 80
HP entry-level tahan banting dengan baterai jumbo 7000 mAh, sertifikasi IP68/IP69/MIL-STD-810H, dan fitur khusus untuk pekerja lapangan.
- Tahun Rilis
- 2026
- Layar
- 6.78 inci, IPS LCD, HD+ 720 x 1576 piksel, 120Hz
- Chipset
- Unisoc T7250
- RAM
- 4GB LPDDR4X (Virtual RAM hingga 12GB)
- Penyimpanan
- 128GB eMMC 5.1
- Baterai
- 7000 mAh Si/C Li-Ion, fast charging 18W
- Kamera Utama
- 50MP, dual LED flash
- Kamera Depan
- 8MP
- Desain belakang segar dan kokoh
- Sertifikasi ketahanan lengkap (IP68, IP69, MIL-STD-810H, SGS 5-Star)
- Baterai 7000 mAh dengan teknologi silikon karbon
- Fitur Ultralink dan Order-Grabbing Boost
- Slot microSD terpisah
- Rain Touch Control
- Penyimpanan internal masih eMMC 5.1
- Resolusi layar hanya HD+ untuk 6.78 inci
- Tidak ada NFC
- Fast charging 18W terasa lambat
- Hanya mendukung jaringan 4G
- Kamera terbatas di 1080p 30fps
- Tidak ada jack audio 3.5mm
Artikel ini mengandung link afiliasi. Jika Anda membeli melalui link tersebut, kami mungkin mendapat komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.
Spesifikasi itel Power 80
- Tahun Rilis: 2026
- Layar: 6.78 inci, IPS LCD, HD+ 720 x 1576 piksel, 120Hz
- Chipset: Unisoc T7250
- RAM: 4GB LPDDR4X (Virtual RAM hingga 12GB)
- Penyimpanan: 128GB eMMC 5.1
- Baterai: 7000 mAh Si/C Li-Ion, fast charging 18W
- Kamera Utama: 50MP, dual LED flash
- Kamera Depan: 8MP
Desain dan build quality
Jujur, hal pertama yang bikin saya tertarik menengok itel Power 80 adalah tampilan belakangnya. Modul kamera kotak besar di pojok kiri atas memang sangat mengingatkan pada iPhone 17 Pro. Tapi kalau kamu perhatikan lebih dekat, ada aksen garis vertikal di punggung dan sisi bodi yang sedikit lebih tebal, memberi kesan lebih kokoh. Pilihan warnanya pun cukup berani: Tundra Green, Rock Black, dan Lava Orange.
Dengan bobot 221 gram dan ketebalan 8.5 mm, ponsel ini memang terasa berat di tangan. Tapi itu wajar mengingat baterai 7000 mAh yang diusung plus perlindungan ekstra di bodinya. Yang membuat saya paling terkesan adalah sertifikasi ketahanannya. IP68 dan IP69 berarti ponsel ini tidak cuma tahan debu dan rendaman air sedalam 2 meter, tapi juga kuat terhadap semburan air bertekanan tinggi hingga 100 bar, bahkan dengan suhu air mencapai 85 derajat celcius. Ini level ketahanan yang biasanya cuma ada di peralatan industri.
Belum cukup sampai di situ, Power 80 juga mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H yang menjamin ketahanan terhadap benturan, getaran, dan suhu ekstrem. Ditambah SGS 5-Star Drop Protection yang mengklaim ponsel ini bisa selamat dari jatuh di ketinggian 2 meter. Di dalamnya ada rangka Cage Frame Skeleton sebagai kerangka pelindung ekstra. Buat kamu yang kerja di lapangan, kurir, driver ojol, pekerja proyek, semua ini terdengar sangat meyakinkan.
Performa
Di sektor dapur pacu, itel Power 80 mengandalkan chipset Unisoc T7250 dengan konfigurasi delapan inti. Dua inti Cortex-A75 1.8 GHz untuk performa dan enam inti Cortex-A55 1.6 GHz untuk efisiensi, ditemani GPU Mali-G57 MP1. Dibanding pendahulunya yang masih pakai Helio G50 Ultimate, ini peningkatan yang cukup signifikan terutama untuk multitasking dan efisiensi daya.
RAM 4GB LPDDR4X yang bisa diperluas secara virtual hingga 12GB cukup membantu saat kamu perlu menjalankan banyak aplikasi sekaligus. Tapi ada satu catatan penting: penyimpanan internalnya masih eMMC 5.1, bukan UFS. Di tahun 2026, ini terasa agak kurang ideal karena banyak kompetitor sekelas sudah beralih ke UFS 2.2. Dampaknya terasa saat membuka aplikasi berat, loading game besar, atau memindahkan file dalam jumlah banyak, semuanya akan terasa lebih lambat.
Untuk pemakaian harian seperti browsing, media sosial, streaming video, atau game ringan, performa Power 80 masih cukup memadai. Tapi kalau kamu berharap bisa main Genshin Impact atau PUBG Mobile di setelan maksimal, sebaiknya turunkan ekspektasi dari sekarang.
Baterai
Inilah alasan utama kenapa ponsel ini dinamai "Power". Baterai 7000 mAh dengan teknologi silikon karbon (Si/C Li-Ion) punya kepadatan energi lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional. itel mengklaim ponsel ini bisa bertahan hingga 67,8 hari dalam mode siaga, 22,6 jam untuk menonton video, dan 54,2 jam untuk panggilan telepon. Angka-angka ini memang terdengar gila, tapi mengingat kapasitasnya, cukup masuk akal.
Ada juga fitur Battery Self-Repair Technology yang menjaga kesehatan sel baterai dalam jangka panjang. Ini penting supaya performa baterai tidak cepat drop meski dipakai intensif setiap hari selama bertahun-tahun. Tapi sayangnya, kapasitas besar ini tidak diimbangi kecepatan pengisian yang memadai. Fast charging 18W untuk baterai 7000 mAh artinya kamu mungkin harus sabar menunggu lebih dari dua jam untuk mengisi dari nol ke penuh.
Layar
Layar 6.78 inci dengan refresh rate 120Hz jadi salah satu daya tarik Power 80. Animasi dan scrolling terasa mulus, sesuatu yang jarang ditemukan di kelas harga ini. Ada fitur Outdoor Boost Mode yang otomatis meningkatkan kecerahan dan kontras saat kamu di luar ruangan, jadi layar tetap terbaca meski kena sinar matahari langsung.
Satu fitur yang keren dan sangat relevan adalah Rain Touch Control. Layar tetap responsif meski disentuh dalam kondisi basah, hujan atau tangan berair. Mengingat ponsel ini memang dirancang untuk penggunaan di kondisi ekstrem, fitur ini jadi nilai tambah yang serius. Tapi kekurangannya tetap ada: resolusi layar yang masih HD+ di ukuran 6.78 inci. Kerapatan piksel 256 ppi membuat detail teks dan gambar kurang tajam kalau diamati dari jarak dekat. Panel IPS LCD juga berarti warna hitam tidak akan sepekat AMOLED karena backlight tetap menyala sepanjang waktu.
Kamera
Meski modul belakangnya terlihat seperti membawa tiga kamera ala flagship, kenyataannya hanya ada satu kamera utama 50MP yang berfungsi penuh di sana. Kamera depannya 8MP, cukup untuk video call dan swafoto sederhana. Kedua kamera ini merekam video maksimal 1080p 30fps, standar, belum menyentuh 2K atau 4K yang mulai ditawarkan beberapa kompetitor sekelasnya.
Untuk dokumentasi harian seperti memotret momen keluarga, makanan, atau konten media sosial sederhana, kamera Power 80 masih bisa diandalkan. Tapi kalau kamu mengharapkan hasil foto setajam ponsel kelas menengah atas, atau kemampuan video yang mumpuni, sebaiknya turunkan ekspektasi dari awal. Modul kameranya memang terlihat meyakinkan, tapi jangan tertipu tampilannya.
Software dan fitur tambahan
Dua fitur yang paling mencuri perhatian saya di Power 80 adalah Ultralink dan Order-Grabbing Boost. Ultralink memungkinkan panggilan telepon tanpa sinyal seluler hingga jarak 2 kilometer. Bayangkan kamu sedang di daerah terpencil atau situasi darurat di mana jaringan seluler mati total, fitur ini bisa jadi penyelamat. Sementara Order-Grabbing Boost dirancang khusus untuk driver ojek online dan kurir, membantu mempercepat proses bidding order di aplikasi transportasi.
Saya jarang melihat ponsel dengan fitur sespesifik ini. Ini menunjukkan itel benar-benar memikirkan target penggunanya: pekerja lapangan yang butuh alat kerja andal, bukan sekadar ponsel dengan spesifikasi standar.
Di sisi konektivitas, Power 80 sudah dilengkapi WiFi dual-band dan Bluetooth 5.2. Ada infrared yang bisa dipakai sebagai remote universal. Slot microSD terpisah dari slot SIM, jadi kamu bisa pakai dua kartu SIM dan satu kartu memori sekaligus. Tapi tidak ada NFC, jadi buat kamu yang suka tap-to-pay atau isi saldo e-money langsung dari ponsel, ini patut dicatat. Ponsel ini juga belum mendukung 5G, masih 4G saja. Ketiadaan jack audio 3.5mm juga jadi catatan: kamu perlu adaptor USB-C atau beralih ke earphone Bluetooth.
Kelebihan dan kekurangan
itel Power 80 adalah ponsel yang sangat jelas target pasarnya. Ponsel ini tidak mencoba menyenangkan semua orang, dan justru di situlah kekuatannya. Untuk pengguna yang aktif di lapangan dan butuh ponsel yang sulit mati serta sulit rusak, Power 80 menawarkan kombinasi yang sulit ditandingi di harga Rp2 jutaan. Tapi untuk pengguna umum yang mencari keseimbangan performa, kamera, dan fitur, ada beberapa kompromi yang perlu diterima.
Kelebihan:
- Desain belakang segar, mirip iPhone 17 Pro dengan aksen lebih kokoh
- Sertifikasi lengkap: IP68, IP69, MIL-STD-810H, SGS 5-Star Drop Protection
- Baterai 7000 mAh dengan teknologi silikon karbon dan Battery Self-Repair Technology
- Fitur unik Ultralink (panggilan tanpa sinyal hingga 2 km) dan Order-Grabbing Boost
- Slot microSD terpisah dari dual SIM
- Rain Touch Control untuk layar responsif dalam kondisi basah
Kekurangan:
- Penyimpanan internal eMMC 5.1, bukan UFS
- Resolusi layar HD+ untuk ukuran 6.78 inci, kerapatan piksel hanya 256 ppi
- Tanpa NFC
- Fast charging 18W terasa lambat untuk baterai 7000 mAh
- Hanya mendukung jaringan 4G
- Kamera depan dan belakang sama-sama maksimal 1080p 30fps
- Tidak ada jack audio 3.5mm
Setelah mempertimbangkan semua yang ditawarkan dan kompromi yang harus diterima, Power 80 adalah ponsel dengan keunggulan sangat spesifik yang harus dibayar dengan kelemahan yang juga cukup terasa di beberapa aspek.
Rating: 7.5/10, Ponsel ini unggul di ketahanan dan daya tahan baterai yang benar-benar jadi nilai jual utamanya, tapi tertinggal di penyimpanan, resolusi layar, dan kecepatan pengisian daya yang seharusnya bisa lebih baik di kelas harganya.
Harga itel Power 80
itel Power 80 masuk di segmen entry-level dengan harga yang cukup bersaing untuk semua fitur ketahanan dan baterai jumbo yang dibawanya. Satu varian yang tersedia saat ini sudah mencakup RAM dan penyimpanan yang cukup untuk pemakaian harian.
Harga resmi:
- 4GB/128GB: Rp2.399.000
Untuk harganya, itel Power 80 sangat cocok buat kamu yang bekerja di luar ruangan atau lingkungan ekstrem, kurir, driver ojek online, pekerja lapangan, atau siapa pun yang sering beraktivitas di area dengan debu, air, dan risiko jatuh. Baterai 7000 mAh memberi ketenangan karena kamu tidak perlu bolak-balik ngecas. Tapi kalau prioritasmu adalah performa gaming, kualitas layar tajam, atau ekosistem pembayaran digital penuh, ada alternatif lain di harga serupa yang mungkin lebih cocok.
Ponsel ini bukan pilihan untuk semua orang, dan itel sendiri sepertinya tidak berniat membuatnya demikian. Power 80 tahu persis siapa penggunanya, dan untuk mereka, ponsel ini adalah alat kerja yang serius.