Razer meluncurkan Hammerhead V3 X Hyperspeed pada April lalu sebagai salah satu dari dua TWS gaming terbaru mereka. Beberapa bulan berselang, dua edisi khusus kini hadir: satu untuk pengguna PlayStation dan satu lagi untuk pengguna Xbox. Sekilas terlihat seperti variasi warna biasa, tapi kalau ditelisik lebih dalam, perbedaan di antara keduanya tidak berhenti di warna casing.
- Razer mengumumkan Hammerhead V3 X Hyperspeed edisi PlayStation dan Xbox dengan desain yang disesuaikan dengan identitas visual masing-masing konsol.
- Keduanya mempertahankan koneksi 2.4GHz melalui Hyperspeed case dan Bluetooth 5.3, persis seperti versi standar.
- Teknologi audio spasial yang digunakan berbeda: 3D Audio untuk PlayStation, Windows Sonic untuk Xbox, dan THX Spatial Audio saat dipakai di PC.
- Harga dipatok sekitar Rp1.600.000 (USD 99.99), sama dengan versi standar dan lebih terjangkau dibanding Pulse Explore milik Sony.
Spesifikasi Razer Hammerhead V3 X Hyperspeed Edisi PlayStation dan Xbox
- Tahun Rilis: 2025
- Driver:,
- Konektivitas: 2.4GHz via Hyperspeed case, Bluetooth 5.3
- Codec:,
- ANC:,
- Battery Life (earbuds): hingga 10 jam (8 jam saat tersambung ke PS5/Xbox Series S|X)
- Battery Life (dengan case): hingga 35 jam
- Ketahanan Air: IPX4
Tidak sekadar ganti warna, tapi memang dibuat untuk platformnya masing-masing
Kalau biasanya edisi khusus sebuah aksesori cuma bermain di palet warna, Razer mengambil pendekatan yang sedikit berbeda di sini. Edisi PlayStation tampil serba putih senada dengan PS5, dengan logo Razer biru di earbud dan logo PlayStation tercetak di charging case. Menariknya, bagian dalam case tetap hitam, persis seperti edisi standar.
Edisi Xbox punya pendekatan serupa tapi dengan eksekusi yang berbeda. Dari luar, semuanya hitam dengan logo Razer hijau khas Xbox, nyaris identik dengan versi standar. Yang membedakan justru bagian dalam charging case yang diberi aksen hijau Xbox, detail kecil yang hanya terlihat saat case dibuka.
Desain dan build quality
Kedua edisi ini mewarisi desain dasar yang sama dari Hammerhead V3 X Hyperspeed standar. Tidak ada perubahan bentuk earbud atau mekanisme case. Yang menarik buat saya adalah sertifikasi IPX4 yang dipertahankan di kedua varian, artinya earbud ini cukup tangguh menghadapi keringat selama sesi gaming panjang atau cipratan tidak sengaja.
Yang belum bisa saya pastikan adalah apakah material yang digunakan terasa persis sama dengan versi standar. Sumber tidak menyebutkan perubahan apa pun di sisi build quality, jadi bisa diasumsikan tidak ada perbedaan signifikan.
Konektivitas yang jadi nilai jual utama
Salah satu alasan Razer memberi nama "Hyperspeed" di produk ini adalah koneksi 2.4GHz melalui charging case. Ini bukan case biasa, melainkan semacam transmitter mini yang dicolok ke konsol via USB. Begitu case tersambung, earbud langsung terhubung tanpa perlu pairing Bluetooth manual. Buat gamer yang sering gonta-ganti antara konsol dan perangkat lain, ini lumayan menghemat waktu.
Bluetooth 5.3 tetap tersedia sebagai opsi kedua, misalnya kalau kamu ingin menyambungkan ke ponsel atau laptop yang tidak punya port USB-A kosong. Tapi perlu dicatat, koneksi Bluetooth ke konsol tetap memerlukan adapter terpisah. Di luar itu, kedua edisi ini juga kompatibel dengan PC, Mac, Android, Nintendo Switch, Steam Deck, dan perangkat handheld lain.
Kualitas suara dan audio spasial
Di sinilah letak perbedaan paling substantif antara kedua edisi. Untuk PlayStation, Razer mengandalkan 3D Audio bawaan PS5 sebagai teknologi audio spasial. Sementara di edisi Xbox, yang dipakai adalah Windows Sonic. Kalau dipakai di PC, keduanya sama-sama mengakses THX Spatial Audio untuk simulasi 7.1 surround sound.
Ini keputusan teknis yang masuk akal: Razer tidak mencoba menciptakan satu solusi audio spasial universal, melainkan memanfaatkan teknologi yang sudah native di masing-masing platform. Konsekuensinya, pengalaman audio spasial yang kamu dapatkan bisa berbeda tergantung platform mana yang dipakai. Saya belum mencoba langsung bagaimana perbedaan nyata keduanya di telinga, tapi berdasarkan pendekatan ini, kualitas akhir juga akan dipengaruhi oleh seberapa baik game yang dimainkan mengimplementasikan 3D Audio atau Windows Sonic.
Fitur active noise cancellation tidak disebutkan di sumber. Dari harga dan posisinya, kemungkinan TWS ini memang tidak dibekali ANC, jadi kalau itu jadi prioritas, perlu disadari sejak awal.
Baterai
Klaim daya tahan baterai mencapai 10 jam dalam sekali pengisian, tapi angka itu turun menjadi sekitar 8 jam kalau tersambung ke PS5 atau Xbox Series S|X. Dengan charging case, totalnya mencapai 35 jam. Ini angka yang cukup solid untuk TWS gaming, meskipun selisih 2 jam saat digunakan di konsol menunjukkan bahwa koneksi 2.4GHz memang sedikit lebih boros daya dibanding Bluetooth biasa.
Indikator LED di charging case juga membantu memantau sisa baterai tanpa harus membuka aplikasi pendamping atau menebak-nebak.
Ketersediaan dan peluncuran
Kedua edisi sudah tersedia sekarang melalui situs resmi Razer, toko fisik Razer, dan Amazon. Razer belum mengonfirmasi ketersediaan resmi di Indonesia, jadi untuk saat ini opsi yang paling memungkinkan adalah melalui Amazon atau marketplace yang menyediakan barang impor.
Harga Razer Hammerhead V3 X Hyperspeed Edisi PlayStation dan Xbox
Razer membanderol kedua edisi ini dengan harga yang sama persis seperti versi standar.
Harga resmi:
- Razer Hammerhead V3 X Hyperspeed PlayStation Edition: sekitar Rp1.600.000 (USD 99.99)
- Razer Hammerhead V3 X Hyperspeed Xbox Edition: sekitar Rp1.600.000 (USD 99.99)
Sebagai perbandingan, Pulse Explore milik Sony yang juga dirancang untuk PS5 dijual sekitar dua kali lipatnya, sekitar Rp3.200.000 (USD 199). Jadi kalau prioritas kamu adalah audio gaming nirkabel tanpa harus merogoh dompet terlalu dalam, tawaran Razer ini cukup masuk akal.
Yang menarik dari strategi Razer di sini adalah mereka tidak cuma membungkus ulang produk yang sudah ada. Dengan memisahkan edisi PlayStation dan Xbox berdasarkan teknologi audio spasial yang berbeda, mereka mengakui bahwa pengalaman audio gaming di dua platform itu memang tidak bisa disamaratakan. Buat kamu yang bermain di salah satu platform dan menginginkan TWS yang langsung cocok tanpa perlu utak-atik pengaturan tambahan, edisi khusus ini layak dipertimbangkan. Tapi kalau kamu bermain di kedua konsol dan PC sekaligus, perlu diingat bahwa memilih salah satu edisi berarti mengunci diri ke ekosistem audio spasial tertentu saat digunakan di konsol.