Home Teknologi

Hisense Bongkar Lebih Dalam Soal Ponsel E-Ink A10, Punya Layar Kedua yang Nempel Magnet

20 Juli 2026 5 min read

Hisense mulai menguak lebih detail ponsel e-ink modular A10, dilengkapi layar sekunder magnetik, chipset Qualcomm QCM6690, dan Android 16.

Tampak depan Hisense A10 yang memamerkan layar utama e-ink
(Foto: Hisense)

Juni lalu, Hisense sempat menggoda publik dengan teaser singkat soal A10. Sekarang, mereka akhirnya memberi gambaran yang lebih jelas. Ponsel dengan layar tinta elektronik ini membawa pendekatan yang jarang saya lihat: desain modular. Maksudnya, ada layar sekunder yang bisa dipasang dan dilepas sesuka hati, menempel dengan magnet di punggung ponsel.

  • Hisense A10 mengusung konsep modular dengan layar sekunder magnetik yang bisa dilepas pasang di bagian belakang.
  • Otaknya memakai Qualcomm QCM6690, chipset yang sama dengan tablet e-ink Boox Note X6, dengan skor Antutu di kisaran 690 ribuan.
  • Ponsel ini menjalankan Android 16, punya NFC, infrared remote control, dan dukungan pengisian daya nirkabel magnetik.
  • Bocoran menyebutkan ponsel ini akan meluncur di Cina pada Agustus 2026, meski harga resminya masih misteri.

Modular E-Ink dengan Layar Sekunder Magnetik dan Chipset Menarik

Di bagian depan, Hisense A10 sudah dikonfirmasi memakai layar e-ink 6,13 inci. Kalau melihat gambar-gambar awal yang beredar, bezelnya kelihatan mirip dengan saudaranya, Hibreak Dual 2 yang baru saja dirilis. Tapi yang bikin penasaran tentu saja ada di balik bodinya.

Satu hal yang langsung saya cermati: pilihan chipset-nya. Hisense memutuskan untuk menggunakan Qualcomm QCM6690, atau yang punya nama lain Dragonwing Q-6690. Terus terang, ini bukan SoC yang sering muncul di percakapan sehari-hari. Chip yang sama juga digunakan oleh Boox Note X6, tablet e-ink yang meluncur Mei 2026 lalu. Menurut keterangan Boox, di atas kertas chipset ini bisa mencatat skor Antutu sekitar 690.000. Angka yang menempatkannya selevel dengan Unisoc T9100. Pilihan ini memberi sinyal kuat kalau Hisense A10 akan dibanderol dengan harga yang cukup bersahabat, bukan menyasar kelas flagship.

Sistem operasinya tidak main-main. Android 16 sudah terpasang di dalamnya. Hisense juga tidak berhemat di fitur konektivitas. Ada NFC, ada juga blaster infrared yang bisa menyulap ponsel ini jadi remote control serbaguna. Satu lagi, bagian punggung yang punya ring magnetik itu ternyata tidak cuma untuk menempelkan layar kedua. Hisense mengklarifikasi bahwa area tersebut juga mendukung pengisian daya nirkabel magnetik. Jadi, kalau kebetulan punya charger MagSafe, bisa langsung nempel, mirip seperti stasiun pengisian Anker Prime 3-in-1 MagSafe yang harganya sekitar Rp1,6 jutaan (USD 99) di Amazon.

Sayangnya, sampai sekarang belum ada kepastian soal harga dan tanggal rilis resminya. Hisense masih bungkam soal itu. Meski begitu, beberapa laporan terbaru menyebutkan bahwa ponsel e-ink modular ini akan mulai dipasarkan di Cina pada Agustus 2026. Saya sendiri masih akan terus memantau, terutama untuk melihat bagaimana pengalaman nyata menggunakan layar kedua magnetik yang jadi nilai jual utamanya ini.


Layar sekunder magnetik Hisense A10 dalam kondisi menyala
Layar sekunder magnetik Hisense A10 dalam kondisi menyala (Foto: Hisense)


#Tech#Hisense#Hisense A10#ponsel e-ink#Smartphone Modular#layar sekunder magnetik#Android 16#chipset Qualcomm
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →