Home Teknologi

China Manfaatkan Pajak untuk Salingip Dominasi Baterai Sodium-ion dan Solid-state

20 Juli 2026 5 min read

China resmi mengalihkan fokusnya dari baterai lithium-ion dengan mengenakan pajak konsumsi baru dan memberikan pengecualian untuk baterai sodium-ion serta solid-state sampai akhir 2028.

Mobil listrik BYD Tang 7 yang teknologinya akan terpengaruh kebijakan pajak baterai baru di China.
(Foto: BYD)

Kalau ada satu pola yang selalu saya perhatikan dari cara China memenangkan perlombaan teknologi, itu sederhana: pilih teknologi masa depan, lalu buat semua pemain industrinya berlomba ke sana lebih dulu. Bukan dengan cara muluk-muluk, tapi lewat kode pajak dan subsidi yang bikin arah anginnya terasa jelas. Mereka sudah melakukannya di energi terbarukan, di mobil listrik, bahkan di AI. Sekarang, giliran teknologi baterai generasi berikutnya.

Sekitar satu dekade lalu, aturan serupa melahirkan dominasi mereka di sel lithium-ion. Sekarang, menurut pengumuman resmi dari Kementerian Keuangan China, Administrasi Umum Kepabeanan, dan Administrasi Perpajakan Negara, targetnya sudah bergeser: baterai sodium-ion dan solid-state.

Beberapa poin penting dari kebijakan baru ini:

  • Mulai 1 September 2026, baterai lithium-ion akan dikenai pajak konsumsi 2 persen, naik jadi 4 persen setahun kemudian.
  • Baterai sodium-ion dan solid-state justru dapat pengecualian pajak sampai akhir 2028, padahal keduanya sebelumnya kena pajak 4 persen sejak 2015.
  • Langkah ini meniru pola subsidi EV China sebelumnya: bukan memilih pemenang lewat hibah langsung, tapi membengkokkan kurva biaya produksi.
  • Teknologi sodium-ion sekarang sudah menyamai biaya dan kepadatan energi sel LFP, dan bahkan tersedia untuk pembeli ritel sebagai aki pengganti aki timbal-asam.
  • Startup baterai di China saat ini banyak yang langsung melompat ke solid-state atau sodium-ion, melewati tahap lithium-ion yang sudah dikuasai CATL dan BYD.

Lithium-ion Kena Pajak Baru, Sodium-ion dan Solid-state Malah Bebas Pajak

Saya terus terang tidak kaget waktu membaca pengumuman ini. Mulai 1 September 2026, baterai lithium-ion akan kena pajak konsumsi 2 persen, dan naik lagi jadi 4 persen pada tahun berikutnya. Ini sekaligus mengakhiri pengecualian pajak yang sudah bertahan lebih dari satu dekade. Pengecualian itulah yang dulu membantu produsen sel China tumbuh menjadi pemasok global yang dominan seperti sekarang. Sinyalnya cukup jelas: pemerintah menganggap lithium-ion sudah cukup matang untuk dikenakan pajak seperti produk komoditas lainnya.

Sementara itu, baterai sodium-ion dan solid-state sekarang bebas dari pajak itu sampai akhir 2028. Ini menarik karena sejak 2015, keduanya justru selalu kena pajak konsumsi 4 persen karena tidak masuk daftar pengecualian awal. Pembalikan arah ini bukan sesuatu yang halus. Ini terjadi di saat CATL, BYD, dan sejumlah pemain besar lainnya bersiap memulai lini produksi solid-state percontohan, bersamaan dengan China yang baru saja mengembangkan standar baterai solid-state global pertama.

Polanya mirip dengan apa yang pernah saya amati dari subsidi EV China selama satu dekade terakhir. Daripada memilih pemenang lewat hibah langsung yang berpotensi melanggar aturan WTO, China membengkokkan struktur biayanya. Teknologi yang mereka inginkan dibuat lebih murah untuk diproduksi dan dibeli dibandingkan teknologi yang dianggap sudah usang.

Untuk sodium-ion yang daya tarik utamanya selalu soal biaya rendah dan kemandirian dari rantai pasok lithium, keringanan pajak ini memperlebar keunggulan itu lebih jauh. Sekarang teknologinya sudah mencapai paritas biaya dan kepadatan energi dengan sel LFP. Menariknya, teknologi sodium-ion bahkan sudah ditawarkan ke pembeli ritel sebagai pengganti aki timbal-asam lama mereka. Contohnya seperti aki mobil Napow 50 Ah 12V yang sekarang sedang didiskon di Amazon, dijual sekitar Rp820.000 (USD 50).

Untuk baterai solid-state, kondisinya sedikit berbeda. CATL sendiri menyebut teknologinya masih butuh beberapa tahun lagi dari produksi massal. Tapi pengecualian pajak ini bisa dianggap sebagai uang muka untuk membangun basis manufaktur yang ingin didominasi China sebelum negara lain menyusul. Yang makin menarik adalah bagaimana startup baterai di China sekarang mengambil jalur berbeda. Banyak dari mereka yang melompati tahap lithium atau elektrolit cair, karena mereka sadar tidak akan bisa bersaing dengan pemain mapan seperti CATL atau BYD. Mereka langsung terjun ke sel solid-state atau sodium-ion. Jadi, lanskap baterai EV beberapa tahun ke depan mungkin akan terlihat sangat berbeda dari yang kita kenal sekarang.

#Tech#Kendaraan Listrik#Baterai Sodium-ion#Baterai Solid-state#Kebijakan China#Berita#Industri Baterai#CATL
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →