Home Teknologi

Nubia Neo 5 GT Special Edition Bawa Sistem Pendingin AquaCore: Cairan dan Udara Bekerja Bersamaan, Bukan Sekadar Kipas Tambahan

14 Juli 2026 5 min read Diperbarui: 14 Juli 2026

ZTE meluncurkan Nubia Neo 5 GT Special Edition dengan sistem pendingin AquaCore yang menggabungkan pendingin cair dan kipas dalam satu arsitektur. Perangkat ini mulai tersedia di Asia Tenggara Juli 2025, tapi harganya belum diumumkan.

Nubia Neo 5 GT Special Edition dalam dua pilihan warna: surge black dan glacial silver, menampilkan desain belakang dengan kipas pendingin RGB.
(Foto: ZTE)

ZTE sudah memamerkan Nubia Neo 5 GT di MWC 2026 Barcelona awal tahun ini. Sekarang, perusahaan asal Tiongkok itu meluncurkan versi Special Edition secara global, dan perbedaan paling signifikannya bukan di chipset, bukan di kamera, bukan juga di kapasitas baterai. Letaknya justru di sistem pendingin: AquaCore. Ini sistem dual-active yang menggabungkan pendingin cair dan pendingin udara dalam satu arsitektur termal, sebuah pendekatan yang tidak dimiliki model standar.

  • ZTE meluncurkan Nubia Neo 5 GT Special Edition secara global dengan sistem pendingin AquaCore sebagai pembeda utama dari model standar.
  • Sistem AquaCore menggabungkan pendingin cair berbasis coolant kelas server AI dan pendingin udara dengan kipas internal.
  • Ditenagai MediaTek Dimensity 7400 4 nm, RAM 12 GB, penyimpanan 256 GB atau 512 GB, dan baterai 6.210 mAh dengan pengisian 80 W.
  • Peluncuran dimulai Juli 2025 di Asia Tenggara, tetapi harga belum diumumkan hingga artikel ini ditulis.

Spesifikasi Nubia Neo 5 GT Special Edition

  • Tahun Rilis: 2026
  • Layar: 6,8 inci AMOLED, 2720 x 1224 piksel, 144 Hz, kecerahan puncak 4.500 nit
  • Chipset: MediaTek Dimensity 7400 (4 nm)
  • RAM: 12 GB
  • Penyimpanan: 256 GB / 512 GB
  • Baterai: 6.210 mAh, pengisian kabel 80 W (tanpa pengisian nirkabel)
  • Kamera Utama: 50 MP + 2 MP
  • Kamera Depan: 16 MP

AquaCore: pendingin yang bukan cuma gimmick

Kalau biasanya kipas internal di HP gaming hanya mengandalkan hembusan udara biasa, AquaCore mengambil rute berbeda. Sistem ini disebut dual-active karena liquid cooling dan air cooling bekerja bersamaan, bukan bergantian. ZTE mengklaim menggunakan coolant kelas server AI untuk sirkuit pendingin cairnya. Saya belum bisa memverifikasi seberapa besar dampaknya terhadap suhu permukaan saat sesi gaming panjang, tapi secara konsep ini lebih ambisius daripada solusi vapor chamber tunggal yang banyak dipakai kompetitor.

Yang menarik: model standar Neo 5 GT sebenarnya sudah punya kipas internal. Tapi arsitektur termalnya tidak menggabungkan loop cairan seperti edisi spesial ini. Jadi kalau kamu mengira perbedaan keduanya cuma warna atau stiker edisi terbatas, ini bukan kasusnya.

Desain dan build quality

ZTE menyediakan dua warna: surge black dan glacial silver. Tidak banyak yang bisa digali dari sisi material atau ketebalan karena sumber tidak menyebutkan detail dimensi. Tapi satu hal yang langsung mencolok: ada kipas RGB. Buat sebagian orang ini nilai tambah estetika, buat sebagian lain mungkin justru terasa norak. Saya ada di kubu pertama selama pencahayaannya tidak mengganggu saat layar dalam mode gelap.

Perangkat ini juga dibekali trigger fisik 550 Hz yang disebut Neo Triggers 5.0, plus dual stereo speakers dengan DTS:X Ultra. Kombinasi yang masuk akal untuk HP gaming: trigger untuk kontrol tambahan, speaker stereo untuk imersi suara tanpa headset.

Layar

Panel AMOLED 6,8 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144 Hz adalah spesifikasi yang kompetitif untuk kelas gaming menengah ke atas. Kecerahan puncak 4.500 nit di atas kertas mengesankan, tapi hampir pasti itu angka untuk konten HDR dalam kondisi sangat spesifik. Kecerahan tipikal untuk penggunaan sehari-hari belum disebutkan. Yang patut diapresiasi: 144 Hz bukan sekadar refresh rate tinggi untuk scrolling halus, tapi memang dibutuhkan game-game yang mendukung frame rate tinggi di luar 120 Hz.

Performa

MediaTek Dimensity 7400 berbasis 4 nm bukan chipset paling kencang di 2025, tapi untuk segmen ini cukup wajar. RAM 12 GB sudah lebih dari cukup untuk multitasking dan gaming berat sekalipun. Opsi penyimpanan 256 GB dan 512 GB juga memberi ruang lega untuk game-game yang sekarang ukurannya bisa menembus 20-30 GB per judul.

Satu hal yang belum jelas: apakah storage-nya UFS 3.1 atau 4.0. Kecepatan baca-tulis storage berdampak langsung ke loading time game open-world. Tanpa kejelasan ini, klaim "gaming phone" harus disikapi dengan sedikit catatan.

Baterai

Kapasitas 6.210 mAh berada di atas rata-rata. Dikombinasikan dengan pengisian kabel 80 W, seharusnya cukup untuk sesi gaming panjang tanpa sering-sering mencari colokan. Tapi tidak adanya wireless charging sedikit mengecewakan, terutama bagi yang sudah terbiasa dengan ekosistem pengisian nirkabel. Saya menduga ini trade-off yang disengaja untuk menjaga harga tetap kompetitif, karena ZTE belum mengumumkan banderol resminya.

Kamera

Ini bagian yang paling jujur harus saya bilang agak aneh. Setup dual kamera belakang: 50 MP untuk sensor utama, dan 2 MP untuk sensor kedua. Sumber menyebut sensor kedua itu "unknown sensor just to fill the gap." Artinya, kehadiran sensor 2 MP itu lebih sebagai formalitas supaya jumlah kameranya tidak terlihat tunggal. Untuk foto serius, kamu hanya akan mengandalkan sensor 50 MP itu. Kamera depan 16 MP cukup standar untuk panggilan video.

Buat HP gaming, kamera memang bukan prioritas utama. Tapi akan lebih elegan kalau ZTE cukup memasang satu kamera 50 MP tanpa sensor pelengkap yang tidak jelas fungsinya.

Software dan fitur tambahan

Nubia Neo 5 GT Special Edition menjalankan Android 16 dengan antarmuka MyOS 16. Yang cukup menarik perhatian: ZTE menjanjikan lima tahun software updates. Tapi ada asterisk besar di sini: brand tersebut belum mengklarifikasi berapa tahun exactly untuk major Android OS upgrade. Lima tahun "software updates" bisa berarti lima tahun patch keamanan, sementara upgrade versi Android hanya dua atau tiga kali. Ini beda signifikan yang sayangnya belum dijawab sampai sekarang.

Perangkat juga dilengkapi AI Copilot Demi 2.0. Sumber tidak menjelaskan fungsi spesifiknya, apakah ini asisten game, tool optimasi performa, atau sekadar branding untuk fitur AI generik. Saya akan memperbarui artikel ini kalau ada informasi lebih lanjut.

Ketersediaan dan peluncuran

Peluncuran global dimulai Juli 2026, dengan Asia Tenggara sebagai region pertama. Tidak ada kejelasan apakah Indonesia termasuk dalam gelombang awal ini, tapi fakta bahwa Asia Tenggara disebut secara spesifik cukup memberi harapan. Yang belum ada sama sekali: harga. Tanpa banderol, sulit menilai apakah sistem pendingin AquaCore benar-benar membuat edisi spesial ini worth it dibandingkan model standar atau kompetitor lain di kelasnya.

ZTE tampaknya serius ingin menancapkan kaki di segmen gaming phone global, dan Special Edition ini adalah pernyataan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan satu pendekatan pendinginan. Tapi pernyataan itu belum lengkap tanpa harga. Pembeli di Asia Tenggara umumnya sensitif terhadap banderol, dan pendingin canggih tidak akan banyak berarti kalau preminya terlalu tinggi dari model standar yang sudah lebih dulu ada. Satu hal yang perlu dicermati: janji update software yang masih ambigu bisa jadi batu sandungan, apalagi untuk perangkat yang diproyeksikan dipakai bertahun-tahun. Jika ZTE bisa memberi kejelasan soal harga dan update OS sebelum Juli, edisi spesial ini punya peluang lebih besar untuk tidak sekadar jadi varian pelengkap katalog.

#Smartphone Gaming#ZTE#Nubia Neo 5 GT#Special Edition#AquaCore#Asia Tenggara#Pendingin Cair#Gaming Phone
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →