Home Teknologi

Pernyataan EA Bikin Panik Fan Need for Speed: Fokus Criterion Hanya Battlefield

14 Juli 2026 5 min read

Fokus penuh Criterion pada Battlefield memunculkan spekulasi suram soal masa depan Need for Speed. Akankah franchise balap legendaris ini benar-benar berakhir di tangan EA?

Ilustrasi logam bertuliskan Need for Speed yang berkarat, menyimbolkan kekhawatiran akan berakhirnya franchise game balap legendaris tersebut.
(Foto: Electronic Arts)

Bukan rahasia lagi kalau Need for Speed sudah jadi bagian dari masa kecil banyak gamer. Tapi satu wawancara baru-baru ini memunculkan pertanyaan serius: apakah ini akhir dari perjalanan franchise balap legendaris tersebut? Sinyal yang diberikan EA lewat studio Criterion akhir-akhir ini tidak terlihat baik, dan komunitas mulai berhitung soal masa depan yang suram.

Fokus Total pada Battlefield

Kekhawatiran ini bukan muncul dari rumor kosong. Semuanya bermula dari wawancara IGN Nordic dengan Rebecka Coutaz, Vice President sekaligus General Manager EA Battlefield Studios Europe. Ketika ditanya soal kemungkinan Criterion mengerjakan proyek lain di masa depan, jawaban Coutaz singkat dan sulit diinterpretasikan secara positif oleh penggemar seri balap.

Ia menyatakan dengan gamblang bahwa timnya 'solely focused on Battlefield.' Ini bukan sekadar jawaban diplomatis, melainkan sebuah deklarasi yang terlihat dari identitas baru studio. Criterion kini secara resmi menyandang tagline 'A Battlefield Studio.' Melihat perubahan ini, wajar jika harapan untuk sekuel Need for Speed baru menipis. Coutaz bahkan menolak berkomentar saat ditanya soal proyek ulang tahun ke-30 franchise ini.

Frustrasi yang Sudah Lama Terbangun

Banyak penggemar di forum seperti Reddit menyuarakan kekecewaan mendalam, meskipun EA belum mengumumkan secara resmi penghentian seri ini. Ada semacam kesedihan kolektif yang bercampur amarah terhadap EA. Sentimen yang paling sering muncul adalah tuduhan bahwa EA sudah bertahun-tahun salah mengelola waralaba ini dan mengabaikan elemen-elemen yang awalnya membuat game ini begitu dicintai.

Di komunitas, komentar yang mendapatkan suara terbanyak cukup blak-blakan: sebenarnya mudah untuk membuat game Need for Speed yang bagus, tapi mereka terus-menerus menolak untuk melakukannya. Rasa frustrasi ini bukanlah hal baru, tapi melihat status Criterion sekarang, rasanya seperti pintu itu benar-benar mulai tertutup. Untuk saat ini, tidak ada pengumuman apa pun soal game baru, membuat masa depan franchise ini benar-benar gelap.

Mengapa NFS Underground dan Most Wanted Terus Dirindukan

Nostalgia adalah bahan bakar utama kekecewaan ini. Bagi banyak pemain, puncak kejayaan Need for Speed ada di era Underground, Underground 2, Most Wanted, dan Carbon. Judul-judul ini bukan sekadar game balap, melainkan fenomena budaya yang mendefinisikan satu generasi.

Sebaliknya, Need for Speed Unbound yang rilis di 2022 mendapat respons yang jauh lebih beragam. Gaya visual ala komik yang kontroversial, dialog yang terasa janggal, dan sensasi berkendara yang berbeda membuat banyak pemain setia merasa asing. Alih-alih memodernisasi formula klasiknya, EA memilih jalur yang justru memecah basis penggemarnya. Fakta bahwa EA tidak mau membangun kekuatan dari judul-judul pendahulunya inilah yang menjadi inti dari kefrustasian yang sekarang meledak.

Bagaimana dengan Burnout?

Ketidakpastian ini tidak hanya menimpa Need for Speed. Nama besar lain yang menjadi korban dari fokus tunggal Criterion adalah Burnout. Seri balap yang penuh aksi dan destruksi ini juga lahir dari studio yang sama dan punya basis penggemar yang sangat loyal.

Sama seperti Need for Speed, tidak ada satu kata pun yang diucapkan soal masa depan Burnout. Jika Criterion benar-benar terkunci sebagai 'A Battlefield Studio' untuk jangka panjang, maka dua franchise balap legendaris ini harus merelakan posisinya di rak penyimpanan untuk waktu yang sangat lama, bahkan mungkin selamanya.

#Gaming#Need for Speed#EA#Criterion#Battlefield#Berita Gaming#Konsol#PC
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →