Baru-baru ini, Moonshot AI yang berbasis di Beijing merilis model bahasa terbaru mereka, Kimi K3. Ini bukan model biasa. Dengan jumlah parameter mencapai 2,8 triliun, perusahaan mengklaimnya sebagai model AI dengan bobot terbuka terbesar yang pernah ada. Yang paling menarik, untuk sekadar mencicipi kemampuannya, kamu tidak perlu akun pengembang atau melewati proses yang rumit. Kimi K3 sudah tersedia langsung di aplikasi Kimi untuk iOS dan Android, situs kimi.com, serta aplikasi desktop Kimi Work. Akun gratis sudah cukup untuk eksplorasi awal, meskipun Moonshot akan menyesuaikan batasan pemakaiannya di dalam aplikasi.
- Moonshot AI merilis Kimi K3, model bahasa raksasa dengan 2,8 triliun parameter yang bobotnya akan segera dibuka ke publik.
- Model ini bisa langsung diakses gratis melalui aplikasi Kimi di ponsel, web, dan desktop tanpa memerlukan akun khusus.
- Dalam uji benchmark internal, Kimi K3 mampu mengungguli Claude Opus 4.8 dan GPT-5.5, meskipun masih berada di bawah Claude Fable 5 dan GPT-5.6 Sol.
- Hingga akhir Juli, model hanya bisa berjalan di server Moonshot dengan biaya API premium untuk penggunaan produksi.
Performa Kimi K3 di Antara Para Raksasa AI
Satu hal yang saya apresiasi dari Moonshot adalah kejujuran mereka tentang posisi model ini. Mereka tidak muluk-muluk mengklaim sebagai yang terbaik. Dalam tabel benchmark yang mereka rilis sendiri, Kimi K3 secara terbuka mengakui ketertinggalannya dari Claude Fable 5 dan GPT-5.6 Sol. Namun, menariknya, model ini berhasil melampaui Claude Opus 4.8 dan GPT-5.5. Data dari pengujian independen awal juga memberikan sinyal yang kurang lebih sama. Lembaga Artificial Analysis menempatkan K3 tepat di bawah Fable 5 dalam evaluasi privat mereka. Sementara di Arena.ai, K3 bahkan memuncaki peringkat untuk kategori front-end coding. Sebagian besar angka lainnya memang masih berasal dari internal Moonshot, jadi kita masih perlu menunggu lebih banyak pengujian dari pihak ketiga.
Dari sisi teknis, K3 dibekali jendela konteks sepanjang 1 juta token dan kemampuan menangani gambar secara native. Arsitekturnya menggunakan mixture-of-experts, di mana dari 896 ahli yang tersedia, hanya 16 yang diaktifkan per permintaan untuk efisiensi. Sebagai catatan, pendahulunya, Kimi K2, sudah lebih dulu mencuri perhatian dengan hasil benchmark yang cukup kuat.
Bobot Terbuka Baru Tersedia 27 Juli dan Biaya API
Buat kamu yang berencana menjalankan model ini di perangkat keras sendiri, ada detail penting yang tidak boleh dilewatkan. Bobot terbuka Kimi K3 ternyata belum tersedia saat ini. Moonshot menjanjikan akan merilisnya paling lambat tanggal 27 Juli. Sampai waktu itu tiba, satu-satunya cara untuk merasakan K3 hanyalah melalui aplikasi, web, dan API resmi milik Moonshot. Berbicara soal API, biayanya juga tidak main-main. Untuk penggunaan produksi, Moonshot mematok harga sekitar Rp49.500 (USD 3) per satu juta token input dan sekitar Rp247.500 (USD 15) per satu juta token output. Ini menjadikannya model asal China termahal yang pernah ada sejauh ini.
Performa jawabannya saat ini juga perlu jadi pertimbangan. K3 diatur untuk "berpikir" dengan upaya maksimal di setiap permintaan. Alhasil, jawaban yang diberikan memang sangat menyeluruh, tapi prosesnya terasa lambat. Pihak Moonshot menyebutkan mode yang lebih ringan sedang direncanakan di masa mendatang.
Hal yang Perlu Diingat Sebelum Mencoba
Bagi yang penasaran ingin menjajal, ada hal mendasar yang harus disadari. Setiap kali kamu mengetik prompt, data itu dikirim ke server milik penyedia asal China. Kehati-hatian yang sama seperti saat memakai chatbot cloud lainnya berlaku di sini, terutama untuk konten yang bersifat sensitif. Moonshot juga dengan gamblang mengakui bahwa dalam hal pengalaman pengguna, K3 masih tertinggal dari GPT-5.6 dan Fable 5. Meski begitu, untuk sekadar melihat sejauh mana perkembangan AI China saat ini secara cuma-cuma, K3 tetap jadi model yang paling menarik untuk diutak-atik sekarang.