Steam punya cara sendiri untuk memberi kejutan. Di tangga Popular New Releases minggu ini, sebuah game RTS post-apocalyptic bernama Machinefall tiba-tiba menduduki posisi kedua, bahkan menggeser Palworld yang baru saja rilis versi 1.0. Tanpa budget marketing besar atau embel-embel franchise terkenal, game ini menarik perhatian karena satu hal yang jarang ditawarkan game strategi lain: seluruh planet Bumi dijadikan peta permainan. Bukan metafora, bukan representasi parsial, benar-benar seluruh planet.
- Machinefall menduduki posisi #2 di Steam Popular New Releases, mengungguli Palworld versi 1.0
- Peta permainan mencakup seluruh planet Bumi dengan kemampuan zoom mulus dari tampilan global hingga jalanan kota
- Setting post-apocalyptic di mana pemain membangun kembali peradaban dari era primitif hingga atom, sambil melawan serangga mekanis
- Rating 88% positif dari 34 review awal, meskipun pemain mengeluhkan bug dan performa yang belum optimal
- Diskon peluncuran 15% hingga 24 Juli 2026, harga normal sekitar Rp240.000 (USD 14.99)
Spesifikasi Machinefall
- Tahun Rilis: 2026 (versi 1.0)
- Genre: RTS, strategi, post-apocalyptic
- Platform: Steam (PC)
- Mode: Single-player
- Developer:,
- Harga Normal: sekitar Rp240.000 (USD 14.99)
- Steam Deck: Belum diketahui (Unknown)
Seluruh planet sebagai medan perang
Machinefall tidak main-main dengan kata "skala besar." Game ini menjadikan seluruh Bumi sebagai peta yang bisa dimainkan, dan kameranya bisa melakukan zoom secara mulus dari tampilan global planet hingga ke jalanan kota dan unit individual. Ini bukan sekadar gimmick visual, transisi tanpa batas ini mengubah cara bermain secara fundamental.
Kamu bisa berada di satu momen merencanakan pos terdepan baru di belahan planet lain, lalu di momen berikutnya sibuk menahan garis depan yang mulai runtuh. Ritme permainan terus bergeser antara manajemen makro dan mikro, dan justru di situ letak tantangannya. Tidak banyak RTS yang berani memberi pemain kendali seluas ini tanpa membuatnya terasa berantakan.
Dari sisi narasi, Machinefall menempatkan pemain sebagai kelompok penyintas terakhir umat manusia di masa depan pasca-apokaliptik. Gerombolan serangga mekanis nyaris memusnahkan peradaban, dan pemain memulai segalanya hampir dari nol, peralatan primitif, struktur dasar, dan satu titik awal di peta dunia yang luas. Seiring waktu, riset membuka era baru, sumber daya baru, sampai akhirnya mencapai era atom. Tapi di sepanjang perjalanan itu, ancaman serangga mekanis tidak pernah benar-benar hilang.
Performa dan penerimaan pemain
Sampai artikel ini ditulis, Machinefall sudah mengumpulkan 34 review pengguna di Steam, dan 88 persen di antaranya positif. Angka yang cukup meyakinkan untuk game yang baru saja mencapai versi 1.0. Tapi review-review itu juga mengungkap beberapa hal yang perlu kamu tahu sebelum membeli.
Keluhan paling umum adalah soal bug dan masalah performa. Beberapa pemain menyebut game ini masih butuh pemolesan lebih lanjut, yang sebenarnya wajar untuk rilis awal, tapi tetap perlu dicatat. Pilihan bangunan dan unit yang tersedia juga dinilai masih cukup terbatas. Dan yang mungkin paling disayangkan bagi penggemar RTS: belum ada mode multiplayer. Semua pertempuran dan pembangunan peradaban ini hanya bisa dinikmati sendirian untuk sekarang.
Saya belum mencoba langsung game ini, jadi semua informasi di atas saya rangkum dari berbagai sumber dan review pemain awal. Tapi dari apa yang saya baca, Machinefall punya fondasi yang solid, hanya saja mungkin belum sepenuhnya matang di versi 1.0 ini.
Harga Machinefall
Machinefall dijual di Steam dengan harga normal sekitar Rp240.000 (USD 14.99). Lumayan terjangkau untuk game strategi dengan skala seambisius ini, bahkan sebelum diskon.
Harga di Steam:
- Harga normal: sekitar Rp240.000 (USD 14.99)
- Harga diskon peluncuran (15%): sekitar Rp204.000 (USD 12.74) hingga 24 Juli 2026
Status kompatibilitas Steam Deck untuk game ini saat ini masih tercatat Unknown, jadi kalau kamu berencana memainkannya di perangkat genggam, sebaiknya cek dulu update terbaru dari developer atau forum komunitas sebelum membeli.
Machinefall adalah pengingat bahwa game indie kadang bisa membawa ide yang bahkan tidak terpikirkan oleh studio besar. Skala peta seluruh planet dengan zoom mulus adalah sesuatu yang ambisius, dan berdasarkan respons awal pemain, eksekusinya cukup berhasil, meskipun belum sempurna. Buat penggemar RTS yang mencari pengalaman single-player dengan cakupan besar dan tidak keberatan dengan sedikit rough edges di versi awal, game ini layak dicoba selagi diskon peluncuran masih berlaku. Tapi kalau kamu tipe pemain yang menunggu pengalaman yang benar-benar polished atau tidak bisa hidup tanpa mode multiplayer, mungkin lebih baik menunggu beberapa patch ke depan.