Saya sempat mengulas Lenovo ThinkBook 16p Gen 6 akhir tahun lalu dan kesan saya waktu itu cukup dalam: laptop multimedia 16 inci yang serius untuk kerja, tapi tidak menolak kalau diajak main game. Sekarang, Lenovo memutuskan untuk memberikan penyegaran pada lini ini. Bukan dengan desain ulang, melainkan dengan mengganti jeroannya, prosesor yang lebih bertenaga dan kartu grafis baru yang lebih menggoda.
- Prosesor flagship baru: Lenovo menambahkan opsi Intel Core Ultra 9 290HX Plus dengan 24 core yang biasanya ditemukan di laptop gaming kelas atas.
- GPU dengan VRAM lebih besar: Nvidia GeForce RTX 5070 12GB kini menjadi pilihan, menawarkan memori video 50% lebih banyak dibanding RTX 5060 dengan batas daya 115 W.
- Opsi prosesor lebih terjangkau: Tersedia juga Core Ultra 7 251HX 18-core, yang posisinya satu tingkat di bawah Core Ultra 7 255HX yang sudah ada sebelumnya.
- Spesifikasi inti tetap sama: Layar IPS 3.2K 165 Hz, baterai 85 Wh, dua slot M.2 2280, dan dukungan RAM hingga 64 GB.
- Harga dan tanggal rilis masih misteri.
Prosesor gaming mendarat di laptop multimedia
Yang paling mencuri perhatian dari penyegaran ini adalah kehadiran Intel Core Ultra 9 290HX Plus. Prosesor 24-core ini tidak main-main. Biasanya dia lebih betah berada di dalam perut laptop gaming kelas berat seperti Razer Blade 18 2026, MSI Raider 16 Max HX, atau Alienware 16X Aurora. Membawanya ke ThinkBook 16p Gen 6 artinya satu hal: performa komputasi yang akan terasa sangat signifikan lompatannya.
Berdasarkan penelusuran saya ke data benchmark, CPU baru ini seharusnya meninggalkan Core Ultra 7 255HX dan bahkan Core Ultra 9 275HX dengan selisih yang cukup jauh. Ini membuat posisi ThinkBook 16p Gen 6 menjadi semakin unik, bodi yang tetap terlihat rapi ala laptop kerja profesional, tapi dengan otak yang siap diajak berpikir keras untuk rendering atau simulasi berat.
Selain opsi tertinggi itu, Lenovo juga menyelipkan Core Ultra 7 251HX. Saya melihat ini sebagai pilihan untuk menekan harga. Prosesor 18-core ini masih masuk keluarga Arrow Lake HX, namun performanya lebih kalem dan berada di antara Core Ultra 5 235HX dan Core Ultra 7 255HX. Kalau kebutuhan Anda tidak sampai menyentuh beban multi-core ekstrem, selisih performa lebih dari 20% dibanding Core Ultra 9 290HX Plus mungkin tidak akan terlalu terasa dan bisa jadi pertimbangan rasional untuk menghemat anggaran.
Kartu grafis baru dengan modal VRAM lebih besar
Pergantian kartu grafisnya juga tidak kalah menarik. Lenovo memasukkan Nvidia GeForce RTX 5070 dengan memori 12GB ke dalam daftar konfigurasi. Konfigurasi sebelumnya mentok di RTX 5060, jadi ini lompatan yang cukup berarti. Batas total graphics power (TGP) tetap di 115 W, bukan yang paling tinggi di kelas mobile, tapi penambahan 50% kapasitas VRAM ini bisa sangat terasa di beberapa skenario.
Saya langsung membayangkan pengguna yang sering bergulat dengan file resolusi tinggi atau game yang rakus memori video. Setting tekstur tinggi di game modern atau timeline video 4K di software editing akan lebih nyaman dengan ruang napas VRAM yang lebih lega.
Untuk spesifikasi lainnya, Lenovo tidak banyak mengutak-atik. Layarnya masih sama: panel IPS 16 inci dengan resolusi 3.2K dan refresh rate 165 Hz, kombinasi yang menurut saya pas untuk bekerja sekaligus hiburan. Tajam untuk membaca teks dan mengedit detail, tapi cukup mulus untuk animasi dan pergerakan cepat di game. Baterai 85 Wh, dua slot M.2 2280, dan dukungan RAM hingga 64 GB juga kembali dipertahankan.
Sayangnya, sampai artikel ini saya tulis, Lenovo masih bungkam soal banderol harga dan kapan laptop ini akan tersedia di pasaran. Kita lihat saja nanti, karena perpaduan baru ini bisa jadi pilihan sangat menarik di segmen laptop multimedia bertenaga, terutama jika Lenovo berhasil memasang harga yang tidak terlalu jauh dari versi sebelumnya.