Home Teknologi

Driver Nvidia Bocorkan Konfigurasi Kedua RTX Spark dengan CUDA Cores Lebih Rendah

23 Juli 2026 5 min read

Driver grafis Nvidia versi 616.00 mengonfirmasi konfigurasi kedua chip RTX Spark dengan 5.120 CUDA cores, lebih rendah dari varian utama 6.144 cores yang diumumkan sebelumnya.

Ilustrasi konfigurasi chip Nvidia RTX Spark yang terungkap melalui driver grafis
(Foto: Nvidia)

Nvidia resmi memperkenalkan chip ARM bernama RTX Spark pada 31 Mei lalu, lengkap dengan jajaran laptop pertama yang akan mengusungnya. Saat itu mereka memang sudah memberi sinyal akan ada lebih dari satu varian. Sekarang, berkat kemunculan driver grafis resmi pertama, kita dapat gambaran lebih konkret soal konfigurasi kedua yang lebih rendah.

  • Driver Nvidia versi 616.00 untuk Dev Box RTX Spark mengonfirmasi dua konfigurasi GPU: satu dengan 6.144 CUDA cores dan satu lagi 5.120 CUDA cores.
  • Konfigurasi 5.120 CUDA cores belum diketahui detail lainnya, namun secara arsitektur ini mengingatkan pada strategi Apple dengan lini chip 'M' yang membedakan varian berdasarkan jumlah core grafis.
  • Paket driver juga menyebut "NVIDIA Desktop Device" yang diduga berkaitan dengan perangkat pengembang Surface RTX Spark Dev Box.
  • Sebelumnya, chip ini sempat muncul di Cinebench dalam sistem uji Surface Laptop Ultra, menunjukkan performa kompetitif namun masih di bawah Snapdragon X2 Elite dan Apple M5 Max.

Apa yang Terungkap dari Driver Grafis Perdana

Informasi ini pertama kali diendus oleh Windows Latest. Di dalam paket driver versi 616.00 yang ditujukan untuk Microsoft RTX Spark Dev Box, ada berkas bernama 'nv_surface_woa.inf'. Di sanalah tersimpan string yang mengacu pada dua konfigurasi grafis sekaligus.

Konfigurasi pertama adalah yang sudah kita tahu dari pengumuman resmi: GPU Blackwell dengan 6.144 CUDA cores. Konfigurasi kedua, yang sebelumnya belum terungkap, memiliki jumlah lebih kecil yaitu 5.120 CUDA cores. Saya belum menemukan detail lain soal perbedaan performa antara keduanya, tapi langkah Nvidia ini cukup masuk akal untuk menyasar segmen harga yang berbeda.

Strategi Mirip Apple dengan Lini Chip M

Sampai sekarang, belum jelas apa saja yang membedakan varian 5.120 CUDA cores ini selain jumlah inti grafisnya. Kita tahu RTX Spark datang membawa prosesor Grace hingga 20-core, performa AI sampai 1 Petaflop, dan memori terpadu hingga 128 GB. Bisa jadi perbedaan jumlah CUDA cores adalah satu-satunya pembeda antara kedua konfigurasi ini.

Kalau benar begitu, strateginya mirip dengan yang dilakukan Apple pada jajaran prosesor 'M'. Mereka memotong jumlah core GPU untuk varian dasar, sementara varian Pro atau Max dapat core penuh. Semua komponen lain seperti CPU dan Neural Engine tetap sama. Jika Nvidia mengadopsi pendekatan serupa, ini memudahkan konsumen memilih tanpa harus pusing membandingkan terlalu banyak spesifikasi.

Petunjuk Lain dalam Paket Driver

Selain dua konfigurasi CUDA, paket driver ini juga menyebut istilah "NVIDIA Desktop Device" dan "Nvidia NPU". Sejauh yang bisa saya simpulkan, penyebutan Desktop Device kemungkinan besar merujuk pada Surface RTX Spark Dev Box yang dipakai para pengembang. Sayangnya, dari driver ini saja belum banyak yang bisa digali lebih jauh.

Kehadiran penyebutan NPU (Neural Processing Unit) juga menarik. Ini menegaskan bahwa RTX Spark memang dirancang serius untuk menangani beban kerja AI secara lokal, bukan sekadar GPU biasa yang kebetulan punya akselerasi AI.

Performa di Cinebench dan Peta Persaingan

Sebelumnya, RTX Spark sempat muncul di database Cinebench dalam sebuah sistem uji bernama Surface Laptop Ultra. Skornya cukup kompetitif saat diadu dengan AMD Ryzen AI Max+ 395 dan Intel Core Ultra X9 388H. Tapi kalau dibandingkan dengan Qualcomm Snapdragon X2 Elite atau Apple M5 Max, chip ini masih tertinggal di performa single-core maupun multi-core.

Buat saya, posisi RTX Spark memang bukan di puncak absolut. Nvidia sepertinya bermain di area produktivitas tinggi dan AI, bukan semata-mata mengejar skor benchmark mentah. Dengan konfigurasi kedua yang lebih rendah ini, mereka bisa membidik laptop dengan harga lebih terjangkau tanpa mengorbankan fitur inti seperti kemampuan AI dan arsitektur ARM efisien.

Masih banyak yang belum terang soal varian 5.120 CUDA cores ini. Apakah jumlah core CPU juga ikut dipangkas? Berapa besar memori terpadunya? Saya akan terus pantau, dan kabari kalau ada bocoran baru.

#Tech#Nvidia#RTX Spark#Chip ARM#GPU#Berita#Laptop#Windows on ARM
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →