Pernah merasa colokan di dekat meja kerja atau nakas kasur sudah penuh sesak oleh berbagai adaptor charger? Satu untuk laptop, satu untuk ponsel, dan mungkin satu lagi untuk tablet atau power bank. Masalah klasik ini yang sebenarnya coba dijawab Lenovo lewat produk yang baru saja mereka lepas ke publik. Bukan laptop baru, bukan tablet, melainkan sebuah charger mungil dengan otak pendistribusian daya yang cukup cerdas.
- Lenovo meluncurkan Multi-port USB-C 100W GaN Charger di Amerika Serikat dengan harga eceran USD 69.99 yang saat ini sedang diskon.
- Charger ini memiliki tiga port USB-C dengan total output hingga 100W, menggunakan teknologi GaN yang bikin dimensinya ringkas.
- Distribusi daya terkelola otomatis: 100W untuk satu perangkat, atau terbagi 60W/20W/10W jika ketiga port dipakai bersamaan.
- Sudah tersedia di toko resmi Lenovo AS, mencakup kabel USB-C braided 1,8 meter dalam paket penjualan.
Spesifikasi Lenovo Multi-port USB-C 100W GaN Charger
Charger ini masuk kategori aksesori esensial untuk pengguna yang punya banyak perangkat USB-C. Teknologi GaN (Gallium Nitride) memungkinkan bodinya lebih kecil tanpa mengorbankan output daya. Spesifikasi yang tercatat dari sumber resmi menunjukkan fokus Lenovo pada keseimbangan antara portabilitas dan performa:
- Tahun Rilis: 2026
- Teknologi: GaN (Gallium Nitride)
- Port: 3 x USB-C
- Output Maksimal: 100W (port tunggal atas)
- Distribusi Daya Maksimal (3 port): 60W + 20W + 10W
- Dimensi: 70 x 70 x 30,5 mm
- Fitur Tambahan: Colokan lipat (foldable prongs)
- Isi Kemasan: Kabel USB-C braided 1,8 meter
Peluncuran dan ketersediaan
Produk ini sebenarnya bukan barang misterius yang tiba-tiba muncul. Lenovo memamerkannya pertama kali di CES 2026 dan butuh beberapa bulan hingga akhirnya bisa dibeli publik. Sekarang charger ini sudah nangkring di toko online Lenovo untuk pasar Amerika Serikat. Pilihan warnanya hitam dan putih, dengan varian hitam yang sudah bisa dikirim langsung.
Yang putih, entah kenapa, masih berstatus belum tersedia stoknya. Kebiasaan brand besar yang kadang bikin pangling: mengumumkan dua warna tapi hanya satu yang bisa dibeli duluan. Buat saya pribadi, hitam lebih aman karena tidak gampang kelihatan kotor di dalam tas. Tapi saya tahu banyak yang lebih suka putih biar senada dengan aksesori Apple mereka.
Desain dan build quality
Dimensi 70 x 70 x 30,5 mm itu kira-kira sebesar kartu nama yang ditebalkan beberapa kali. Masih ringkas untuk diselipkan di saku tas ransel atau pouch kabel tanpa bikin tonjolan yang mengganggu. Salah satu keputusan desain yang patut diapresiasi adalah colokan lipat alias foldable prongs yang sudah jadi fitur standar di jajaran charger GaN dari Anker atau Ugreen. Lenovo tidak ketinggalan kereta di sini.
Dengan tiga port USB-C, tidak ada USB-A satupun. Saya bisa lihat ini sebagai langkah maju sekaligus potensi gesekan kecil bagi yang masih menyimpan kabel USB-A kesayangan. Tapi jujur saja, di 2026, sebagian besar perangkat baru sudah ninggalin port lawas itu. Adaptor ini memang dirancang untuk masa sekarang, bukan untuk menyelamatkan kabel microUSB dari 2017.
Performa pengisian daya
Kecerdasan charger ini terletak di cara dia membagi daya. Kalau cuma satu perangkat yang dicolok di salah satu dari dua port atas, ia bisa menyemburkan 100W penuh. Cukup buat ThinkPad atau MacBook Air yang butuh pengisian cepat. Port ketiga, yang ada di bawah, output maksimalnya hanya 22,5W. Jelas ini port untuk ponsel atau earphone, bukan laptop kedua.
Begitu tiga port dipakai bersamaan, logikanya berubah jadi 60W ke port atas pertama, 20W ke port atas kedua, dan 10W ke port bawah. Pola ini sebetulnya mirip dengan yang diterapkan kompetitor. Bedanya, Lenovo tidak menawarkan variasi kombinasi yang lebih rumit. Satu skema, otomatis, tanpa perlu dipelajari manual tebal. Buat saya yang sering lupa port mana yang harus dipakai duluan, ini justru nilai plus: colok dan lupakan.
Yang agak disayangkan, tidak ada informasi apakah charger ini mendukung standar PPS (Programmable Power Supply) atau protokol spesifik seperti SuperVOOC dari OPPO atau Xiaomi HyperCharge. Dari spesifikasi mentah yang ada, ini lebih cocok buat perangkat yang main di ekosistem USB Power Delivery standar. Laptop Windows, MacBook, iPad, Samsung Galaxy, Google Pixel, semua aman. Tapi pengguna setia fast charging proprietary mungkin tidak akan dapat kecepatan maksimal di sini.
Harga Lenovo Multi-port USB-C 100W GaN Charger
Harga resmi charger ini di Amerika Serikat adalah sekitar Rp1.050.000 (USD 69.99), tapi saat artikel ini ditulis Lenovo AS sedang memberi harga promo sekitar Rp750.000 (USD 50.04) untuk varian hitam. Harga promo ini cukup masuk akal mengingat isi paketnya sudah termasuk kabel USB-C braided 1,8 meter yang lumayan panjang untuk fleksibilitas letak colokan. Belum ada informasi resmi apakah Lenovo Indonesia akan membawa produk ini ke pasar lokal.
Lenovo lewat charger ini sedang mengisi ceruk yang sebenarnya sudah cukup sesak. Anker, Ugreen, Baseus, dan banyak brand lain lebih dulu bermain di kelas GaN 100W 3-port dengan harga yang seringkali lebih rendah. Tapi posisi Lenovo di sini menarik karena mereka menjualnya sebagai aksesori resmi untuk ekosistem ThinkPad dan IdeaPad. Buat yang sudah nyaman dengan satu brand untuk laptop dan aksesori, produk ini jadi pilihan logis tanpa perlu eksperimen merek lain.
Kalau charger ini akhirnya masuk Indonesia dengan harga yang tidak terlalu jauh dari banderol global setelah diskon, saya rasa posisinya cukup kuat untuk pengguna setia Lenovo yang ingin satu charger untuk semua perangkat. Tapi untuk yang lebih suka berburu value, selalu ada alternatif dari Anker atau Baseus yang sering kali lebih dulu muncul di marketplace lokal dengan harga yang sudah beradaptasi dengan kantong pembeli Indonesia.