Di dunia laptop gaming, ada trade-off yang sudah jadi rahasia umum: makin kencang performanya, makin tebal dan berat bodinya. Lenovo tampaknya tidak sepenuhnya setuju dengan aturan itu. Mereka baru saja meluncurkan Lecoo Fighter 7000X 2026 di China, sebuah laptop gaming yang memasukkan GPU Nvidia RTX 5060 ke dalam bodi setipis 18,95mm dengan bobot di bawah 2 kilogram. Ini bukan sekadar "laptop gaming murah dengan GPU baru", tapi lebih ke sinyal bahwa laptop gaming tipis dengan GPU seri 50 sudah mulai masuk ke segmen harga yang lebih bersahabat.
- Lenovo meluncurkan Lecoo Fighter 7000X 2026 di China, laptop gaming dengan desain setipis 18,95mm dan bobot 1,99kg
- Ditenagai prosesor Intel Arrow Lake (Core 7 245HX atau Core Ultra 7 251HX) dan GPU Nvidia RTX 5060 dengan TGP 115W
- Layar 16 inci beresolusi 2560x1600, refresh rate 180Hz, dan cakupan 100% sRGB
- Harga mulai sekitar Rp17,8 juta (CNY 7,905) untuk varian Core 7 245HX, belum tersedia di luar China
Spesifikasi Lenovo Lecoo Fighter 7000X 2026
- Tahun Rilis: 2026
- Layar: 16 inci, 2560x1600, 180Hz, 100% sRGB
- Prosesor: Intel Core 7 245HX / Core Ultra 7 251HX
- RAM: 16GB DDR5 (upgradeable, tidak disolder)
- Penyimpanan: 512GB SSD / 1TB SSD (upgradeable)
- Baterai: 80Wh
- GPU: Nvidia RTX 5060 (115W TGP)
- Sistem Operasi:,
RTX 5060 dalam Bodi Setipis 18,95mm
Hal pertama yang mencuri perhatian dari Lecoo Fighter 7000X adalah angka ketebalannya: 18,95mm. Untuk laptop gaming dengan GPU sekelas RTX 5060, angka ini cukup langka. Biasanya, laptop dengan GPU dedicated di level ini masih berkutat di kisaran 22-25mm atau bahkan lebih tebal, karena kebutuhan thermal yang lebih tinggi.
Bobotnya juga hanya 1,99kg, angka yang lebih sering saya lihat di laptop ultrabook premium ketimbang di laptop gaming. Artinya, kamu bisa membawa laptop ini dalam ransel tanpa merasa seperti sedang mengangkut barbel. Bagi mahasiswa atau pekerja yang butuh satu laptop untuk gaming dan kerja mobile, kombinasi ini cukup menarik.
Desain dan Build Quality
Lenovo menyediakan laptop ini dalam dua pilihan warna. Sayangnya, detail soal material bodi belum diungkap, apakah full metal, kombinasi metal dan plastik, atau full plastik. Ini salah satu titik yang perlu dicermati: biasanya ada trade-off antara bobot ringan dan build quality. Laptop yang sangat ringan kadang menggunakan material yang terasa kurang solid dibandingkan laptop gaming tebal dengan sasis metal penuh.
Yang cukup melegakan, RAM di laptop ini tidak disolder. Artinya, kalau 16GB DDR5 mulai terasa sempit dua atau tiga tahun ke depan, kamu masih bisa menambahnya. Slot penyimpanan juga bisa di-upgrade, meskipun Lenovo tidak menyebut secara eksplisit berapa slot M.2 yang tersedia.
Performa Gaming dan Keseharian
GPU RTX 5060 di laptop ini dikonfigurasi dengan TGP 115W, sementara prosesornya, baik Core 7 245HX maupun Core Ultra 7 251HX, dirating untuk 110W. Dengan kombinasi ini, Lenovo mengklaim laptop bisa menjalankan hampir semua game AAA dengan lancar di resolusi 1080p.
Klaim ini cukup masuk akal untuk GPU sekelas RTX 5060, tapi tetap ada baiknya menunggu benchmark independen untuk melihat seberapa baik thermal-nya bekerja dalam bodi setipis ini. Laptop tipis dengan GPU 115W biasanya menghadapi tantangan serius di manajemen panas, dan sayangnya, sumber belum memberikan detail soal sistem pendingin atau seberapa panas laptop ini saat digunakan dalam sesi gaming panjang.
Untuk penyimpanan, varian dasar hadir dengan SSD 512GB, sementara varian atas mendapatkan 1TB. Keduanya masih bisa di-upgrade, jadi kalau kamu tipe yang suka menyimpan banyak game sekaligus, opsi untuk menambah kapasitas tetap tersedia.
Layar 16 Inci 180Hz yang Juga Ramah untuk Kerja
Layar menjadi salah satu nilai jual utama laptop ini. Panel 16 inci dengan resolusi 2560x1600 memberikan ruang kerja yang lega dan ketajaman yang lebih baik dibandingkan panel 1080p standar. Refresh rate 180Hz cukup tinggi untuk gaming kompetitif, bukan yang tertinggi di pasaran, tapi sudah di atas rata-rata untuk laptop di kelas harganya.
Yang menarik adalah cakupan warna 100% sRGB. Artinya, laptop ini tidak hanya cocok untuk gaming, tapi juga untuk pekerjaan yang membutuhkan akurasi warna seperti desain grafis atau editing foto ringan. Banyak laptop gaming di segmen ini masih menggunakan panel dengan cakupan sRGB yang lebih rendah, jadi ini nilai tambah yang cukup berarti.
Baterai 80Wh dan Charger GaN 245W
Kapasitas baterai 80Wh tergolong besar untuk laptop setipis ini. Sebagai perbandingan, banyak laptop gaming di kisaran harga serupa masih menggunakan baterai 60-70Wh. Tapi kapasitas besar tidak selalu berarti battery life panjang, efisiensi prosesor Intel Arrow Lake dan GPU RTX 5060 akan sangat menentukan.
Lenovo menyertakan charger GaN 245W dalam paket penjualan. Charger berbasis GaN biasanya lebih ringkas dan ringan dibandingkan charger tradisional dengan daya yang sama, detail kecil yang cukup berarti kalau kamu sering bepergian dengan laptop ini.
Ketersediaan dan Peluncuran
Lecoo Fighter 7000X 2026 saat ini baru tersedia di China. Produk dengan brand Lecoo biasanya tidak dirilis secara global, jadi kemungkinan laptop ini tidak akan muncul dengan nama yang sama di pasar internasional. Tapi ada secercah harapan: Lenovo bisa saja me-rebrand laptop ini di bawah lini LOQ mereka untuk pasar global.
Untuk Indonesia, belum ada informasi sama sekali tentang ketersediaan. Kalau laptop ini benar-benar hadir dengan brand LOQ, saya akan pantau perkembangannya, karena laptop gaming tipis dengan RTX 5060 di harga yang relatif bersahabat jelas akan menarik banyak perhatian di sini.
Harga Lenovo Lecoo Fighter 7000X 2026
Harga peluncuran di China cukup agresif untuk spesifikasi yang ditawarkan. Kedua varian dibanderol dengan selisih yang cukup signifikan, dan pilihan prosesor menjadi pembeda utamanya.
Harga resmi (China):
- Intel Core 7 245HX + RTX 5060: sekitar Rp17,8 juta (CNY 7,905), harga resmi Indonesia belum tersedia
- Intel Core Ultra 7 251HX + RTX 5060: sekitar Rp20,25 juta (CNY 8,999), harga resmi Indonesia belum tersedia
Laptop ini menarik perhatian bukan hanya karena apa yang ditawarkannya sekarang, tapi karena apa yang diwakilinya: laptop gaming dengan GPU RTX 5060 dalam bodi portabel, dengan harga yang tidak melambung tinggi. Kombinasi yang masih jarang ditemukan di pasaran.
Tapi ada beberapa hal yang masih menjadi tanda tanya. Pertama, manajemen thermal, seberapa baik bodi 18,95mm menangani panas dari GPU 115W dan CPU 110W secara bersamaan? Kedua, material build quality, apakah bobot ringan ini dicapai dengan kompromi yang akan terasa setelah pemakaian jangka panjang? Dan yang paling penting: apakah laptop ini akan keluar dari China? Kalau Lenovo benar-benar me-rebrand-nya menjadi LOQ dan membawanya ke pasar global, termasuk Indonesia, laptop ini bisa menjadi opsi menarik di segmen mid-range. Untuk sekarang, kita hanya bisa menunggu, dan berharap Lenovo tidak menyimpan produk ini terlalu lama di dalam tembok China.