Home Teknologi

Mantan Produser GTA V Bongkar Konten Besar yang Dibuang Rockstar Sebelum Rilis

19 Juli 2026 5 min read

Mantan lead producer Grand Theft Auto V mengungkap Rockstar membuang level penuh dan minigame yang sudah rampung demi menjaga kualitas akhir game, dan konten itu hilang begitu saja tanpa sempat jadi DLC.

Franklin dan Lamar dalam Grand Theft Auto V, menggambarkan dua karakter utama yang terlibat dalam salah satu misi pembuka game yang lolos seleksi ketat Rockstar
(Foto: Rockstar Games)

Saya selalu penasaran, apa yang sebenarnya tidak jadi masuk ke game-game besar yang kita mainkan. Grand Theft Auto V, yang sampai sekarang masih dimainkan jutaan orang, ternyata punya cerita di balik layar yang bikin saya mengernyitkan dahi. Mantan lead producer game itu baru saja buka suara, dan detailnya cukup mengejutkan buat saya yang mengira GTA V sudah segambreng isinya.

  • Mantan lead producer GTA V, John Ricchio, mengungkap Rockstar membuang level nyaris utuh dan minigame yang sudah selesai dikerjakan
  • Tim animasi jadi bottleneck utama, kewalahan membawa semua konten ke standar kualitas yang sama
  • GTA V versi final tetap berisi 60 random encounters, 20 misi Strangers and Freaks, dan hampir 42 minigame
  • Konten yang dipotong tidak dialihkan ke DLC, melainkan hilang begitu saja dari pipeline pengembangan

Wawancara yang Membuka Luka Lama Tim Pengembang

John Ricchio duduk bersama podcast Kiwi Talkz belum lama ini, dan obrolannya langsung menyerempet ke topik yang bikin dia sendiri masih terkejut saat mengingatnya, berapa banyak yang akhirnya tidak masuk ke build final Grand Theft Auto V. Ini bukan soal satu misi sampingan atau dua aktivitas receh. Ricchio bilang, ada minigame yang statusnya sudah completely done, tinggal sentuhan animasi terakhir, lalu lenyap begitu saja dari rencana rilis.

Alasan utamanya cukup pahit. Tim animasi sudah babak belur mengejar standar kualitas yang Rockstar tetapkan. Mengerjakan puluhan aktivitas sekaligus dengan level polish yang seragam ternyata tidak semudah membalik telapak tangan, bahkan untuk studio sebesar itu. Jadi, keputusan pahit harus diambil: buang yang tidak sanggup dikejar, fokus pada yang bisa disempurnakan.

Minigame Lenyap Tanpa Jejak ke DLC

Yang bikin saya agak tercengang bukan cuma jumlah konten yang dibuang, tapi nasibnya setelah itu. Ricchio mengatakan minigame-minigame tersebut tidak berubah jadi DLC atau konten tambahan yang dirilis belakangan. Mereka benar-benar hilang. “They just disappeared,” katanya dalam wawancara. Ini bukan skenario konten ditahan untuk dijual terpisah, melainkan benar-benar dibersihkan dari pipeline karena resource tidak mencukupi.

Saya membayangkan, sebagai developer yang sudah menuangkan waktu dan tenaga ke konten yang nyaris rampung, rasanya pasti campur aduk. Tapi di proyek sebesar GTA V, tidak setiap keputusan bisa dibahas bersama semua orang. “Every decision can’t be made by everyone,” ujar Ricchio. Begitulah realita pengembangan game skala raksasa.

Apa yang Sebenarnya Bertahan di Versi Final GTA V

Setelah semua pemotongan itu, GTA V yang sampai ke tangan kita tetap bukan game yang kekurangan konten. Angkanya masih bikin geleng-geleng: 60 random encounters tersebar di Los Santos, 20 misi Strangers and Freaks dengan alur cerita yang berlanjut, dan hampir 42 minigame dari tenis sampai yoga. Jadi bayangkan, kalau konten yang sudah ada saja sebanyak ini, berapa banyak lagi yang sebenarnya sudah setengah jadi atau bahkan rampung sebelum akhirnya dibatalkan.

Ricchio menyebut bahwa leads di Rockstar berani membuang entire levels, bukan cuma potongan kecil. Alasannya konsisten: tidak cukup resource untuk membawa semuanya ke level yang sama. Saya rasa ini jadi pengingat bahwa kualitas seragam di setiap sudut game bukan hal yang datang gratis meskipun budget pengembangannya luar biasa besar.

Harapan untuk Grand Theft Auto VI

Satu hal yang otomatis terlintas di kepala saya: mungkinkah konten yang dipotong dari GTA V ini dihidupkan lagi di GTA VI? Secara teknis, kalau Rockstar masih menggunakan basis teknologi yang serupa, tidak mustahil ide-ide lama yang sempat terbengkalai itu menemukan rumah baru. Tentu ini murni spekulasi, tapi mengingat skala ambisius yang biasanya dibawa seri Grand Theft Auto, tidak ada ruginya berharap sedikit.

GTA VI sendiri dijadwalkan rilis 19 November 2026, jadi kita masih punya waktu panjang untuk melihat apakah Rockstar membawa pelajaran dari pengembangan GTA V. Mungkin kali ini resource dialokasikan lebih baik, atau mungkin justru lebih banyak konten yang akan kembali berakhir di lantai ruang editing. Yang jelas, pengakuan Ricchio memberi saya perspektif baru tiap kali menjelajahi Los Santos dan menemukan detail-detail kecil yang ternyata adalah hasil dari ribuan jam kerja yang lolos seleksi ketat.

#Tech#Gaming#Rockstar Games#Grand Theft Auto V#GTA VI#Berita#Game Development#John Ricchio
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →