Saya selalu bertanya-tanya, siapa sih yang nanggung biaya perbaikan ponsel para superhero? Kalau dihitung-hitung, intensitas mereka membanting diri ke aspal atau kena ledakan pasti bikin benda elektronik di saku langsung pensiun dini. Nah, Samsung tampaknya menangkap keresahan absurd ini dan mengemasnya jadi sebuah jawaban cerdik lewat iklan terbaru mereka untuk film Spider-Man: Brand New Day.
- Di film Spider-Man: Brand New Day, Peter Parker ketahuan pakai Galaxy Z Flip 8, pindah dari Sony Xperia yang biasa dipakai di film-film live-action sebelumnya.
- Samsung merilis iklan yang "menjelaskan" alasan Peter ganti ponsel, lengkap dengan adegan kotak penuh ponsel rusak dan AI yang merakitkan Z Flip 8 khusus buat dia.
- Dari sisi logika, ponsel rugged mungkin lebih masuk akal untuk aktivitas superhero, tapi dari sisi pemasaran, wajar kalau Samsung ingin menonjolkan ponsel lipat terbaik mereka.
Dari Xperia ke Foldable: Bukan Cuma Urusan Product Placement
Selama ini, kita mengenal Peter Parker di layar lebar sebagai pengguna setia Sony Xperia. Masuk akal, karena Sony memegang hak film untuk franchise Spider-Man dan masih aktif di bisnis ponsel. Tapi untuk film mendatang, Spider-Man: Brand New Day, ada pemandangan berbeda: Peter Parker menggenggam Galaxy Z Flip 8.
Pertanyaan kenapa pindah ini sebenarnya jawabannya sederhana: product placement. Uang sudah berpindah tangan antara Samsung dan Sony, dan urusan beres. Hanya saja, Samsung memilih cara yang lebih kreatif untuk menjawab rasa penasaran publik. Mereka membuat iklan berdurasi hampir satu menit yang "menjelaskan" alasan di balik peralihan ini.
Adegan Ponsel Hancur dan Solusi AI ala Peter Parker
Di iklan tersebut, Peter Parker terlihat memiliki sebuah kotak penuh berisi ponsel-ponsel rusak, korban dari berbagai pertempurannya melawan musuh. Masalah klasik superhero: gawai tidak didesain untuk menahan benturan dengan Green Goblin. Sistem AI miliknya kemudian menyarankan ponsel baru, dan langsung merakitkannya untuk sang webslinger. Tebak model apa yang keluar? Galaxy Z Flip 8.
Tidak berhenti di satu perangkat, AI itu juga merakitkan ponsel kedua: Galaxy Z Fold 8. Ponsel lipat yang lebih besar ini digunakan Peter untuk berkomunikasi dengan Detektif DeWolff, seorang detektif NYPD yang bekerja sama dengan Spider-Man di film nanti. Saya suka detail ini, karena memberi fungsi berbeda untuk dua perangkat lipat yang ukurannya memang berbeda jauh.
Iklan ini juga menjejalkan beberapa produk Samsung lain. Ada Galaxy Watch Ultra yang melingkar di pergelangan tangan Ned Leeds, ponsel lipat Samsung lain, dan bahkan sebuah taksi kuning di New York yang memakai Galaxy taxi top di atapnya. Tidak tanggung-tanggung, semua lini produk dapat jatah tampil.
Ponsel Lipat vs Ponsel Tangguh: Mana yang Lebih Masuk Akal?
Kalau dipikir pakai logika orang biasa seperti saya, pilihan Peter Parker sebenarnya agak janggal. Untuk seseorang yang kesehariannya berayun di antara gedung dan terlibat baku hantam, ponsel rugged jelas lebih masuk akal. Ambil contoh Galaxy XCover 7 Pro yang saat ini dijual sekitar Rp9,1 juta di Amazon (USD 556.66), perangkat itu jelas jauh lebih tahan banting ketimbang ponsel lipat manapun.
Tapi di sisi lain, Samsung punya alasan kenapa mereka memilih menonjolkan ponsel lipat. Galaxy Z Flip 8 dan Fold 8 dibekali teknologi Flex Titanium baru yang disebut bisa memperkuat layar lipat. Alasan teknis ini mungkin pas-pasan untuk konteks superhero, tapi dari sudut pandang pemasaran, ini masuk akal. Kalau kamu sudah bayar mahal untuk menempatkan produk di film blockbuster, tentu kamu akan memajang produk terbaikmu, bukan kelas menengah yang jarang dilirik konsumen.
Membangun cerita latar untuk menjelaskan kenapa Spider-Man meninggalkan Xperia demi ponsel lipat Samsung memang langkah iklan yang cerdas. Tidak menggurui, tidak terlalu serius, tapi cukup menghibur untuk membuat orang berhenti sejenak dan berpikir, "Oh, jadi begitu ceritanya." Meskipun kalau boleh jujur, saya tetap akan menyarankan Peter Parker untuk beli casing anti-shock yang tebal, Fold atau bukan, menyelamatkan New York dengan ponsel lipat di saku celana tetap terdengar seperti resep untuk layar retak berikutnya.