Home Teknologi

Huawei MatePad Air (2026) Makin Tipis dan Pakai OLED, Tapi Absennya Satu Detail Ini Bikin Penasaran

15 Juli 2026 5 min read

Huawei resmi mengenalkan MatePad Air (2026) dengan bodi super tipis 5,3 mm dan lompatan besar ke layar OLED 144 Hz. Absennya informasi chipset dan harga justru jadi tanda tanya terbesarnya.

Desain depan Huawei MatePad Air (2026) dengan layar OLED 12 inci dalam bodi sangat tipis 5,3 mm
(Foto: Huawei)

Satu pengumuman produk yang cukup mengalihkan perhatian dari gemerlap smartphone flagship: Huawei diam-diam memperkenalkan MatePad Air terbarunya. Bukan cuma ganti tahun, tablet ini muncul dengan perombakan yang membuatnya lebih menarik dari sekadar tablet untuk konsumsi konten. Yang bikin saya berhenti scrolling adalah betapa besarnya lompatan dari generasi sebelumnya, tapi juga betapa selektifnya informasi inti yang dibagikan.

  • Huawei umumkan MatePad Air (2026) bersamaan dengan seri Pura 90s Pro (Max).
  • Bodi jauh lebih tipis di 5,3 mm dan ringan di 509 gram, turun hampir 46 gram dari pendahulunya.
  • Layar lompat ke panel OLED 12 inci 144 Hz, meninggalkan IPS, dengan kecerahan puncak HDR 1.200 nit.
  • Baterai 10.100 mAh diklaim tahan hingga 16 jam pemutaran video.
  • Sudah terdaftar di situs global Huawei, tapi belum ada kepastian harga atau tanggal ketersediaan.

Bukan cuma ganti kulit, ini penyusutan yang ambisius

Angka 5,3 milimeter itu bukan sekadar pencapaian teknik; ini adalah pernyataan. Di kelas tablet media, ketebalan segitu bikin lawan sekelasnya terasa agak jadul. Ketika saya baca bobotnya 509 gram, bayangan saya langsung ke pengalaman memegang tablet lain yang sering bikin pegal pergelangan tangan kalau dipakai rebahan.

Penyusutan 0,6 mm dan 46 gram dari MatePad Air sebelumnya memang tidak akan terasa revolusioner di atas kertas. Tapi dalam pemakaian nyata, tablet setipis ini biasanya jadi lebih mudah diselipkan di tas kecil dan jauh lebih nyaman digenggam dengan satu tangan. Huawei sepertinya paham bahwa tablet untuk kerja-dan-hiburan ini perlu lebih portabel, bukan cuma lebih cepat.

Lompatan ke OLED yang sudah ditunggu

Perpindahan dari IPS ke OLED di lini Air adalah langkah besar. Resolusi 2.800 x 1.840 piksel mengonfirmasi ketajaman yang cukup untuk membaca teks kecil atau menikmati film 4K. Tapi yang lebih signifikan adalah kehadiran refresh rate 144 Hz. Untuk scrolling halus dan responsivitas stylus, ini bukan lagi spesifikasi yang bisa diabaikan.

Sertifikasi DCI-P3 penuh dan kecerahan puncak HDR 1.200 nit memberi sinyal bahwa tablet ini diarahkan untuk konsumen yang peduli akurasi warna, bukan cuma buat nonton YouTube. Teknologi PaperMatte yang mengurangi pantulan dan memberi sensasi menulis seperti di kertas juga menarik. Saya jadi penasaran apakah ini akhirnya bisa jadi tablet yang benar-benar enak untuk membaca dokumen panjang di luar ruangan tanpa harus memicingkan mata.

Ambisinya jadi pengganti laptop, tapi ada satu kehilangan

Huawei menjual keyboard case untuk ini, tapi tidak dilengkapi touchpad. Ini keputusan yang agak mengganjal untuk tablet yang jelas-jelas diposisikan sebagai pendamping produktivitas. Tanpa touchpad, navigasi jadi murni mengandalkan sentuhan layar atau stylus, yang mungkin kurang efisien kalau kamu berniat memakainya sebagai pengganti laptop utama.

Di sisi lain, konfigurasi enam speaker memberikan harapan bahwa pengalaman multimedia tetap jadi prioritas. Baterai 10.100 mAh dengan klaim 16 jam video playback dan 10 jam HDR streaming terdengar masuk akal untuk ukuran layar dan resolusinya. Ini tablet yang, kalau benar-benar tahan segitu, bisa menemani kerja seharian penuh tanpa repot cari colokan.

Yang bikin gelisah justru yang tidak disebut

Ada satu keanehan besar dalam pengumuman ini: tidak sepatah kata pun tentang chipset, RAM, atau penyimpanan internal. Di era di mana setiap produsen berlomba memamerkan nama prosesor dan skor benchmark, keheningan Huawei soal dapur pacu MatePad Air (2026) ini terasa sengaja. Apakah mereka merahasiakan chip baru, atau justru tidak ada perubahan signifikan dari generasi sebelumnya?

Begitu juga dengan harga. Situs global sudah memajang produknya, tapi nihil angka. Buat saya, ini agak janggal karena biasanya pengumuman global disertai informasi harga, setidaknya untuk pasar tertentu. Kamera depan 12 megapiksel dan kamera utama 50 megapiksel disebut sebagai pelengkap, tapi jelas bukan fitur yang akan jadi alasan orang membeli tablet ini.

Kalau Huawei berhasil memasang harga kompetitif dengan bodi setipis ini dan layar OLED 144 Hz, MatePad Air (2026) bisa jadi alternatif yang mengganggu dominasi tablet Android lain. Tapi selama tidak ada kejelasan soal dapur pacu dan banderol, antusiasme saya masih tertahan. Tablet ini berpotensi jadi andalan baru, asalkan detail yang disembunyikan itu bukan titik lemah yang coba ditutupi.

#Tablet#Huawei#MatePad Air (2026)#Peluncuran#Layar OLED#PaperMatte#Tablet Tipis
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →