Agak aneh rasanya melihat laptop bisnis dengan spesifikasi dapur pacar yang sangat modern, tapi dijual dengan banderol harga yang bisa bikin kamu membeli sebuah mobil bekas yang layak pakai. Itulah situasi yang terjadi dengan HP EliteBook 6 G2q. Setelah diumumkan Maret lalu, laptop 14 inci ini akhirnya muncul di pasar Amerika Serikat dengan mengusung chipset Qualcomm Snapdragon X2 terbaru.
Posisinya cukup unik. Ini bukan sekadar laptop ARM biasa, melainkan jawaban HP untuk jajaran prosesor AMD Ryzen AI 400 dan Intel Panther Lake di kelas bisnis. Tapi, apakah spesifikasi menterengnya sebanding dengan harga yang diminta? Saya rasa tidak sepenuhnya, dan ini cukup mengejutkan dari sebuah lini EliteBook.
- HP resmi merilis EliteBook 6 G2q di AS dengan prosesor Qualcomm Snapdragon X2 Plus dan X2 Elite.
- Semua varian hadir dengan RAM 32 GB, tetapi layarnya masih mentok di resolusi 1200p, 60 Hz, dan kecerahan 300 nits.
- Harga pre-configured di AS berkisar antara Rp55,8 jutaan hingga Rp73,2 jutaan (USD 3.540 - USD 4.639).
- Opsi layar 120 Hz VRR dan OLED yang lebih terang hingga 800 nits belum tersedia saat ini.
Spesifikasi HP EliteBook 6 G2q
- Tahun Rilis: 2025
- Layar: 14 inci, IPS, 1920 x 1200 piksel, 60 Hz, 300 nits
- Chipset: Snapdragon X2 Plus X2P-42-100 / Snapdragon X2 Elite X2E-84-100
- RAM: 32 GB
- Penyimpanan: 512 GB SSD (opsi lebih besar tersedia)
- Baterai: 56 Wh
- Konektivitas: 5G (opsional, pada varian tertinggi)
Dapur Pacar Snapdragon X2 yang Serius
Mari kita jujur soal performa. Ini adalah daya tarik utama laptop ini. Kamu dapat memilih antara Snapdragon X2 Plus X2P-42-100 untuk konfigurasi termurah atau naik ke Snapdragon X2 Elite X2E-84-100 di varian termahal dengan konektivitas 5G.
Yang bikin saya lega, HP tidak pelit soal RAM. Semua unit yang dijual saat ini langsung dibekali RAM 32 GB. Jadi, buat kamu yang suka membuka puluhan tab browser sambil menjalankan aplikasi berat, laptop ini sangat siap. Penyimpanan dasarnya 512 GB, cukup lega untuk arsip dokumen bisnis dan presentasi klien.
Tapi ingat, performa gahar ini hanya satu sisi dari koin. Baterainya sendiri 56 Wh. Untuk sebuah laptop ARM yang seharusnya super irit, angka ini cukup standar, tidak terlalu istimewa. Kita masih harus menunggu pengujian riil apakah kombinasi chipset baru dan baterai ini bisa bertahan seharian penuh tanpa colokan.
Desain dan Layar yang Jadi Teka-Teki Besar
Nah, ini bagian yang membuat saya mengernyitkan dahi. Saat menyebut harga di atas Rp50 juta, yang terlintas di pikiran saya adalah laptop dengan layar yang memanjakan mata: OLED, resolusi tinggi, atau minimal punya refresh rate yang mulus. Kenyataannya, untuk ketujuh varian yang tersedia saat ini, hanya ada satu pilihan panel: IPS 14 inci beresolusi 1920 x 1200 piksel dengan refresh rate 60 Hz dan kecerahan puncak 300 nits.
Untuk laptop kantoran, layar 1200p dengan aspek rasio 16:10 memang nyaman untuk produktivitas. Tapi untuk harganya, 300 nits itu redup. Menggunakan laptop ini di dekat jendela atau di ruangan dengan pencahayaan terang bisa jadi pengalaman yang kurang menyenangkan karena layarnya akan terlihat kusam.
HP sebenarnya sudah mengumumkan bahwa opsi panel 120 Hz VRR dan OLED dengan kecerahan hingga 800 nits akan hadir nantinya. Tapi untuk saat ini, kamu harus menerima kenyataan pahit ini: layar yang ada di laptop premium ini kalah mentereng dari banyak laptop mid-range yang dijual dengan harga sepertiganya.
Ketersediaan dan Peluncuran
Satu hal yang perlu dicatat, saya hanya menemukan laptop ini dijual di Amerika Serikat saat tulisan ini dibuat. Belum ada tanda-tanda ketersediaan di pasar Eropa atau Inggris. Jadi, kalau kamu di Indonesia dan tertarik, jalur pre-order internasional mungkin satu-satunya jalan. Itu pun dengan risiko garansi dan adaptor colokan yang berbeda.
Sebagai catatan, posisinya di keluarga EliteBook adalah sebagai alternatif yang "lebih terjangkau" dari EliteBook X G2q. Tapi dengan harga tembus Rp55 jutaan untuk varian termurah, frasa "lebih terjangkau" ini sangat relatif.
Harga HP EliteBook 6 G2q
Laptop ini hadir dalam unit pre-configured di Amerika Serikat. HP belum menyediakan opsi kustomisasi penuh, jadi pilihannya terbatas pada yang sudah dirakit.
Harga resmi (AS):
- Mulai dari sekitar Rp55,8 jutaan (USD 3.540)
- Varian tertinggi sekitar Rp73,2 jutaan (USD 4.639)
Angka ini jelas menempatkan EliteBook 6 G2q di ranah laptop bisnis premium. Sulit untuk mengatakan ini adalah penawaran yang menarik saat ini, terutama karena satu komponen yang paling sering kamu tatap, layarnya, terasa seperti kompromi besar. Laptop ini punya potensi untuk menjadi perangkat kerja yang sangat tangguh berkat Snapdragon X2 dan RAM besar, tapi rasanya langkah HP setengah hati dengan peluncuran ini. Menunggu hingga opsi layar yang lebih baik benar-benar tersedia mungkin adalah strategi yang paling bijak.