Selama ini, kalau kamu pakai ponsel Android, cuma satu asisten AI yang benar-benar bisa ngobrol bebas dengan sistem operasinya: Gemini milik Google. Dia bisa kamu panggil kapan saja pakai suara, bahkan saat layar mati, dan dia bisa menjalankan tugas di aplikasi lain. Tapi dominasi eksklusif ini akan segera berakhir. Komisi Eropa resmi mengeluarkan dua keputusan mengikat berdasarkan Digital Markets Act (DMA) pada 16 Juli lalu. Isinya: Google harus membuka sebelas fitur inti Android untuk layanan AI pesaing, gratis, dan berlaku di seluruh ekosistem Android, termasuk perangkat dari Samsung dan produsen lain. Keputusan ini datang hanya beberapa pekan setelah denda Android senilai 4,1 miliar euro atau sekitar Rp73 triliun yang akhirnya dipertahankan. Dua pukulan besar buat Google dalam waktu singkat.
- Uni Eropa mewajibkan Google membuka akses penuh Android ke asisten AI pihak ketiga seperti ChatGPT, Claude, dan Perplexity paling lambat Agustus 2027.
- Sebelas fitur eksklusif Gemini, termasuk panggilan suara saat layar mati dan akses ke model AI di perangkat, harus tersedia untuk semua asisten AI tanpa biaya.
- Google juga harus menyerahkan data pencarian anonim ke mesin pencari dan chatbot AI pesaing mulai November 2026, yang memicu perdebatan soal privasi pengguna.
Apa yang Berubah Buat Kamu sebagai Pengguna Android
Bayangkan kamu bisa memilih asisten AI favoritmu, entah itu ChatGPT, Claude, atau Perplexity, dan menggunakannya senyaman kamu memakai Gemini sekarang. Bukan cuma buka aplikasi lalu mengetik perintah, tapi benar-benar memanggilnya dengan kata kunci seperti "Hey Google" kapan saja, bahkan ketika layar ponsel sedang mati.
Asisten pilihanmu itu nantinya bisa melakukan banyak hal lintas aplikasi. Mulai dari menyusun draf email, membuat entri kalender, sampai memesan makanan. Fitur-fitur seperti saran proaktif, penerjemahan langsung, dan akses ke model AI yang berjalan di perangkat, semacam Gemini Nano, juga masuk dalam daftar yang harus dibuka. Tapi tenang, tidak ada yang bisa mengakses semua ini tanpa izin eksplisit darimu. Uni Eropa pernah melakukan langkah serupa sebelumnya: setelah keputusan yang memaksa Meta membuka platformnya, ChatGPT kini sudah tersedia lagi di WhatsApp.
Jangan Senang Dulu, Masih Lama
Kabar ini memang terdengar menjanjikan, tapi realisasinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Google diberi tenggat sampai peluncuran Android 18, yaitu paling lambat 1 Agustus 2027, untuk menerapkan perubahan ini. Itu masih tiga tahun lagi dari sekarang.
Khusus untuk fitur deteksi kata kunci panggilan secara bersamaan, di mana beberapa asisten AI bisa siaga mendengarkan panggilan sekaligus, Google dapat menundanya sampai Android 19 yang dijadwalkan paling lambat Agustus 2028. Jadi kalau kamu membayangkan bisa memanggil ChatGPT dan Gemini bergantian sesuka hati dalam waktu dekat, ekspektasi itu perlu ditahan dulu.
Keputusan kedua yang dikeluarkan Komisi Eropa menyangkut data pencarian. Google harus menyerahkan data pencarian yang sudah dianonimkan ke mesin pencari kompetitor, termasuk chatbot AI yang memiliki fitur pencarian. Dataset ini harus sudah siap paling lambat November 2026, sementara model penetapan harganya harus rampung Januari 2027.
Google Peringatkan Risiko Privasi, Tapi UE Punya Pengaman
Tidak mengejutkan kalau Google tidak tinggal diam. Kent Walker, chief legal officer Google, mengkritik tajam keputusan ini. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut berisiko merusak perlindungan privasi dan keamanan yang selama ini menjadi pagar bagi jutaan pengguna di Eropa.
Komisi Eropa jelas tidak setuju dengan kekhawatiran itu. Mereka memaparkan langkah-langkah pengamanan yang cukup ketat untuk data pencarian yang diserahkan. Pengenal langsung seperti nama pengguna dan alamat IP akan dihapus. Kueri pencarian yang jarang muncul akan disembunyikan. Setiap pengguna juga akan dikelompokkan bersama setidaknya 1.000 orang lain dengan bahasa, wilayah, dan kelas perangkat yang sama, sehingga identitas individual sulit dilacak. Untuk memastikan ini berjalan sesuai aturan, akan ada audit independen setiap tahunnya.
Google diprediksi akan mengajukan banding, tapi proses banding tidak menangguhkan kewajiban mereka untuk tetap mematuhi keputusan ini. Artinya, tenggat waktu tetap berjalan.
Ini momen yang menarik untuk diikuti. Seorang teman saya yang bekerja di dunia pengembangan aplikasi pernah bilang, perubahan lanskap semacam ini biasanya membuka peluang bagi inovasi yang sebelumnya terhambat oleh dominasi satu pemain. Kalau kamu pengguna Android yang selama ini merasa terkunci dengan Gemini, kamu mungkin akan punya pilihan yang lebih beragam. Tapi kalau kamu sangat peduli dengan privasi data, kekhawatiran Google juga bukan tanpa dasar, walau Uni Eropa sudah menyiapkan pengaman berlapis. Satu hal yang pasti: persaingan asisten AI di Android akan terlihat sangat berbeda beberapa tahun dari sekarang.