Bayangkan ponsel pintarmu tidak lagi terpaku pada asisten AI bawaan pabrik. Suatu hari, kamu bisa bebas memilih asisten mana yang mau dipasang, seperti ganti aplikasi chat atau browser. Ide ini bukan cuma khayalan. Ini adalah arah regulasi yang sedang dipaksakan Uni Eropa, dan Google serta Apple tidak senang sama sekali.
- Uni Eropa mengeluarkan keputusan mengikat yang mewajibkan Google membuka Android untuk asisten AI pihak ketiga dan membagikan data pencarian ke kompetitor.
- Google dan Apple sama-sama menolak dengan dalih yang seragam: ini soal keamanan data pengguna.
- Apple memutuskan tidak merilis Siri AI di iPhone dan iPad untuk pasar Uni Eropa lewat pembaruan iOS 27 dan iPadOS 27.
- Komisi Eropa menegaskan bahwa data pencarian sudah melalui proses anonimisasi berlapis yang dirancang bersama pakar perlindungan data.
- ChatGPT saat ini terpasang di sekitar 30 persen ponsel pintar di kawasan Uni Eropa, menurut data dari firma analis Omdia.
Google Sebut Aturan Ini Ancaman Serius buat Keamanan Pengguna
Kent Walker, kepala bagian hukum Google, menulis di blog perusahaan bahwa keputusan Komisi Eropa bisa meruntuhkan pagar privasi dan keamanan yang selama ini melindungi jutaan warga Eropa. Yang ia khawatirkan sederhana: aplikasi pihak ketiga akan mendapatkan izin akses perangkat yang sangat sensitif dan punya kuasa besar.
Data pencarian yang dibagikan ke perusahaan lain? Menurut Walker, ujung-ujungnya bisa jatuh ke tangan perusahaan yang bahkan tidak dikenal pengguna, tanpa proses anonimisasi yang memadai. Sameer Samat, kepala Android, ikut menyuarakan keberatan lewat platform X pada hari Jumat. Katanya, Komisi salah arah. Pengguna Android yang ingin asisten berbeda sebenarnya sudah bisa mengganti pengaturan bawaan kapan saja.
Apple Pilih Mundur: Siri AI Batal Hadir di iPhone dan iPad Eropa
Sikap Apple lebih drastis. Perusahaan asal Cupertino itu memutuskan Siri AI tidak akan masuk ke iPhone dan iPad di Uni Eropa lewat pembaruan iOS 27 dan iPadOS 27. Bahkan Apple Watch juga tidak kebagian. Hanya pengguna Mac dan Vision Pro di kawasan Uni Eropa yang tetap bisa menikmati fitur asisten baru ini.
Craig Federighi, kepala perangkat lunak Apple, mengaku pihaknya sangat kecewa dengan situasi ini. Menurut pembacaan Apple terhadap aturan yang ada, memberikan akses ke asisten pihak ketiga berarti harus menyerahkan kontrol langsung atas data pribadi dan aplikasi lain. Apple sempat mengajukan solusi jalan tengah berupa antarmuka aman bernama Trusted System Agent, tapi Komisi Eropa menolaknya. Untuk saat ini, belum ada kejelasan kapan Siri AI bakal mendarat di iPhone dan iPad pengguna Eropa.
Komisi Eropa Bilang Mekanisme Pengamanan Sudah Ada
Pihak Komisi Eropa tidak tinggal diam. Mereka menegaskan bahwa data pencarian yang dibagikan akan melewati proses anonimisasi berlapis yang dirancang bersama para pakar perlindungan data. Google juga tetap diberi kewenangan memeriksa apakah penerima data punya risiko keamanan sebelum proses transfer data terjadi.
Seorang juru bicara mengatakan kepada CNN bahwa perusahaan-perusahaan itu sebenarnya bisa membangun sendiri mekanisme pengamanan yang sesuai. Calli Schroeder, pengacara dari Electronic Privacy Information Center, menyarankan publik untuk tidak menelan mentah-mentah argumen privasi dari para raksasa teknologi ini. Ia mencatat bahwa perusahaan-perusahaan itu baru bersuara ketika keputusan yang keluar berdampak langsung pada bisnis mereka.
Satu hal yang menunjukkan mengapa pertarungan ini begitu sengit: ChatGPT kini sudah terpasang di sekitar 30 persen ponsel pintar yang beredar di Uni Eropa. Pasar asisten AI tidak lagi sepi, dan rebutan kendali atas ruang ini baru saja dimulai.