Home Teknologi

Go Go Town Dapat 93 Persen Rating Positif di Steam, Game City Builder yang Bikin Pemain Kecanduan

21 Juli 2026 5 min read

Go-Go Town! meraih 93 persen rating positif dari lebih 2.200 review di Steam. Game city builder dari Prideful Sloth ini punya twist unik: pemain jadi walikota yang ikut kerja langsung, bukan cuma memberi perintah.

Go-Go Town! game city builder dari Prideful Sloth yang mendapatkan 93 persen rating positif di Steam
(Foto: Prideful Sloth)

Steam kedatangan satu lagi game city builder yang langsung mencuri perhatian. Go-Go Town! hadir bukan dengan formula biasa, dan pemain sepertinya setuju kalau game ini memang spesial. Lebih dari 2.200 review sudah terkumpul, dan 93 persen di antaranya positif. Game ini bahkan bertengger di posisi ke-9 chart Hot Releases SteamDB. Saya belum sempat main sendiri, tapi setelah membaca puluhan review dan melihat tren diskusi komunitasnya, ada beberapa alasan jelas kenapa game ini begitu cepat disukai.

  • Rating 93 persen positif dari lebih 2.200 review Steam dan posisi 9 di chart Hot Releases SteamDB
  • Pemain berperan sebagai walikota yang ikut kerja langsung, bukan cuma memberi perintah
  • Punya mode co-op lokal dan online yang jadi favorit banyak pemain
  • Dikembangkan bareng komunitas selama lebih dari dua tahun lewat Early Access
  • Harga normal sekitar Rp451 ribu di Steam, tapi ada diskon 25 persen sampai 30 Juli jadi sekitar Rp338 ribu

Jadi walikota yang ikut angkut sampah sendiri

Biasanya di game city builder, kamu cukup klik-klik bangun ini-itu lalu duduk manis lihat kotamu berkembang. Go-Go Town! tidak begitu. Kamu memang walikota, tapi kota yang kamu pimpin masih berantakan, jauh dari slogan pariwisata yang dipasang di gerbang masuk kota.

Di sinilah twist-nya: kamu tidak cuma memberi perintah. Kamu ikut bekerja. Kamu akan meluncur ke sana-kemari pakai skateboard, go-kart, atau kendaraan absurd bernama Trinicorncycle sambil mengumpulkan sumber daya, membuat barang, dan membersihkan tumpukan sampah. Visualnya penuh warna dengan gaya kartun yang mengingatkan saya pada Animal Crossing dan Overcooked.

Semakin besar kotamu, fokus permainan perlahan bergeser. Dari yang tadinya semua dikerjakan sendiri, kamu mulai mengatur dan mengotomatisasi. Turis yang puas berkunjung bisa jadi penduduk tetap. Mereka kemudian mengambil alih banyak tugas yang sebelumnya kamu handle sendirian. Mode co-op, yang mendukung multiplayer lokal dan online, juga jadi nilai tambah besar yang disukai pemain.

Dua tahun digodok bareng komunitas

Kesuksesan ini bukan sulapan semalam. Go-Go Town! sebenarnya sudah tersedia dalam Early Access sejak Juni 2024. Studio asal Australia, Prideful Sloth, menghabiskan lebih dari dua tahun menyempurnakan game ini bersama komunitas pemainnya. Jadi review positif yang muncul sekarang bukan cuma dari kesan pertama versi 1.0 yang rilis 17 Juli, banyak yang sudah merasakan perkembangan game ini dari versi awal.

Pemain memuji gameplay-nya yang rileks, rasa pencapaian yang terasa rewarding, dan kebebasan berkreasi yang luas. Banyak yang bilang game ini sangat adiktif. Satu reviewer bahkan mendeskripsikannya sebagai "Animal Crossing bertemu otomatisasi", perpaduan yang cukup menggambarkan pengalaman mainnya.

Kritik terbesar sejauh ini mengarah ke konten endgame yang masih terbatas. Ada juga keluhan soal pekerja AI yang kadang bertingkah tidak bisa diandalkan, masalah klasik di game simulasi dengan NPC. Di Steam Deck, Go-Go Town! sudah mendapat rating Verified, yang artinya game ini berjalan mulus di handheld Valve tersebut.

Soal harga: normalnya game ini dibanderol sekitar Rp451 ribu di Steam (USD 27.99). Tapi sampai 30 Juli nanti, ada diskon peluncuran 25 persen yang membuat harganya turun jadi sekitar Rp338 ribu (USD 20.99). Kalau masih ragu, ada demo gratis yang bisa dicoba dulu. Buat saya, ini langkah bijak dari developernya, membiarkan pemain mencicipi sebelum memutuskan beli, apalagi untuk game yang mengandalkan pengalaman jangka panjang seperti city builder.


Tangkapan layar gameplay Go-Go Town! memperlihatkan karakter di atas skateboard dengan bangunan kota berwarna-warni di latar belakang
Gameplay Go-Go Town! menampilkan karakter yang bisa bergerak cepat menggunakan skateboard sambil membangun kota. (Foto: Prideful Sloth)



Tangkapan layar gameplay Go-Go Town! menunjukkan area kota yang sudah berkembang dengan berbagai bangunan dan jalur otomatisasi
Area kota yang sudah berkembang di Go-Go Town!, di mana pemain mulai beralih dari kerja manual ke mengatur otomatisasi. (Foto: Prideful Sloth)


#Tech#Gaming#Prideful Sloth#Go-Go Town#City Builder#Review Game#Steam Deck#Game PC 2025
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →