Beberapa bulan terakhir, rumor soal penerus lini jam tangan outdoor Garmin mulai bermunculan. Kali ini bocorannya cukup menarik: Fenix 9, Fenix 9 Pro, dan Enduro 4 disebut-sebut akan meluncur dalam waktu yang sama. Ini berbeda dari kebiasaan Garmin sebelumnya yang biasanya merilis model Pro beberapa bulan setelah versi standarnya.
- Garmin Fenix 9, Fenix 9 Pro, dan Enduro 4 dirumorkan rilis bersamaan pada 2026
- Enduro 4 kemungkinan menjadi satu-satunya model dengan layar MiP dan sel surya terintegrasi
- Fenix 9 kabarnya akan eksklusif pakai AMOLED, sementara Fenix 9 Pro hadir dengan LTE dan inReach
- Fenix 9 Pro bakal punya opsi ukuran 43mm, lebih kecil dari pendahulunya yang hanya 47mm dan 51mm
Enduro 4: Benteng Terakhir Layar MiP
Salah satu detail paling mencolok dari bocoran ini adalah posisi Enduro 4. Kalau rumor ini akurat, Enduro 4 bisa jadi model terakhir Garmin yang masih mempertahankan layar MiP (Memory-in-Pixel) dengan sel surya terintegrasi. Kombinasi ini memang bukan yang paling memukau secara visual, tapi urusan daya tahan baterai, belum ada yang bisa menandingi.
Layar MiP punya karakter hemat daya karena hanya menyala saat piksel berubah. Ditambah panel surya yang terus mengisi baterai selama aktivitas outdoor, jam ini dirancang untuk pengguna yang bisa berminggu-minggu jauh dari colokan listrik. Saya belum pernah pakai langsung, tapi dari spesifikasi dan laporan pengguna di forum diskusi, teknologi ini memang jagoannya buat ultramarathon atau ekspedisi panjang.
Fenix 9: Selamat Tinggal MiP?
Buat yang berharap Fenix 9 tetap menyediakan opsi MiP, rumor kali ini kurang menyenangkan. Menurut akun Garmin Rumors, Garmin disebut akan menjadikan Fenix 9 eksklusif dengan layar AMOLED. Ini sejalan dengan arah Garmin belakangan yang memang mulai memindahkan lebih banyak model dari MiP ke AMOLED.
Keunggulan AMOLED jelas: kontras lebih tinggi, warna jauh lebih hidup, dan tampilan antarmuka terasa lebih modern. Masalahnya ada di konsumsi daya, terutama saat layar harus meningkatkan kecerahan maksimal di bawah sinar matahari langsung. Setiap piksel OLED yang menyala terang itu menguras baterai. Buat pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan, ini pertimbangan yang cukup serius.
Saya sendiri belum bisa memastikan seberapa besar selisih daya tahannya nanti, karena belum ada data resmi. Tapi berdasarkan pengalaman dengan model AMOLED Garmin sebelumnya, perbedaannya cukup terasa dibanding versi MiP.
Fenix 9 Pro: LTE, inReach, dan Ukuran Lebih Kecil
Yang menarik dari bocoran ini, Fenix 9 Pro tidak akan menyusul beberapa bulan kemudian seperti pola Fenix 8. Dulu, Fenix 8 Pro baru muncul setelah Fenix 8 standar, yang sekarang dijual sekitar Rp16,3 juta (USD 992) di Amazon. Kali ini, versi Pro disebut langsung meluncur bersamaan.
Fitur pembeda Pro sendiri konsisten dengan lini sebelumnya: modem LTE built-in dan konektivitas satelit inReach. Dua hal ini signifikan buat pengguna yang butuh komunikasi darurat atau tetap terhubung tanpa membawa ponsel saat berlari atau mendaki.
Satu tambahan yang cukup mengejutkan adalah rencana menghadirkan opsi ukuran 43mm untuk Fenix 9 Pro. Selama ini Fenix 8 Pro hanya tersedia dalam 47mm dan 51mm, jadi kehadiran ukuran lebih kecil ini bisa membuka pasar baru, terutama buat pengguna dengan pergelangan tangan mungil yang selama ini kurang terakomodasi di lini flagship Garmin.
Yang Perlu Diingat
Semua ini masih sebatas rumor dari komunitas pelacak bocoran Garmin. Belum ada konfirmasi resmi sepatah kata pun dari Garmin soal Fenix 9, Fenix 9 Pro, maupun Enduro 4. Saya selalu menyarankan untuk menyikapi informasi seperti ini sebagai gambaran awal, bukan kepastian pembelian.
Tapi kalau bocoran ini benar, arah Garmin cukup jelas: AMOLED akan mendominasi lini flagship, sementara teknologi MiP dan solar diposisikan spesifik di model ultra-endurance. Strategi ini masuk akal secara segmentasi, meski saya pribadi sedikit menyayangkan kalau opsi MiP benar-benar hilang dari keluarga Fenix.