Casio kembali membawa angin segar ke lini G-Shock 2100. Setelah lebih dulu diperkenalkan di Jepang, seri Luxe Black Collection kini resmi tersedia di pasar Amerika Serikat. Yang bikin koleksi ini menarik adalah pendekatan desainnya yang tidak biasa, Casio justru memilih tampilan minimalis serba hitam, cukup berani mengingat G-Shock biasanya dikenal dengan dial yang ramai dan penuh detail.
- Casio meluncurkan empat model G-Shock Luxe Black 2100 di Amerika Serikat, setelah sebelumnya hadir di Jepang.
- Koleksi ini mengusung desain serba hitam dengan dial minim elemen visual, finishing matte, dan tekstur penyerap cahaya.
- Dua model GA-2100LXB berbahan resin dibanderol 145 dolar AS, sementara dua model GM-2100LXB dengan bezel stainless steel dihargai 260 dolar AS.
- Tidak ada fitur Bluetooth, sinkronisasi smartphone, atau Tough Solar, Casio mempertahankan filosofi G-Shock sebagai jam tangan tangguh yang simpel.
Spesifikasi G-Shock Luxe Black 2100
- Material Casing: Carbon Core Guard dengan bio-based resin (GA-2100LXB) / Stainless steel dengan black ion plating (GM-2100LXB)
- Strap: Bio-based resin (seluruh model)
- Ketahanan Air: 200 meter
- Baterai: Dua baterai SR726W, daya tahan hingga 3 tahun
- Berat: 51 gram (GA-2100LXB), 72 gram (GM-2100LXB)
- Fitur Waktu: Stopwatch, timer hitung mundur 24 jam, 5 alarm harian, World Time (31 zona waktu)
- Pencahayaan: Double LED Light (menerangi jarum analog dan layar digital)
- Fitur Lain: Shock Resistant, tidak ada Bluetooth / Tough Solar / sinkronisasi smartphone
Desain minimalis yang berani
Kalau biasanya G-Shock langsung dikenali dari keramaian dial-nya, Luxe Black justru mengambil arah sebaliknya. Casio mengurangi sebagian besar elemen visual di permukaan dial, menyisakan tampilan yang bersih dan tenang. Warna hitam pekat mendominasi hampir seluruh bagian jam dengan finishing matte yang bikin kesan premium langsung terasa.
Tekstur khusus pada permukaan dial jadi salah satu detail paling menarik. Permukaan ini didesain untuk menyerap cahaya, meminimalkan pantulan dan silau saat dipakai di berbagai kondisi pencahayaan. Jadi meskipun tampilannya gelap total, kamu tetap bisa melihat waktu tanpa gangguan refleksi yang menyilaukan.
Casio juga mendesain ulang jarum jam dan menit supaya lebih ramping, sementara indeks penunjuk jam diproses dengan teknik vapor deposition. Hasilnya, indeks tetap punya efek metalik yang cukup kontras untuk terbaca jelas, tapi tidak sampai merusak estetika minimalis yang diusung.
Dua pilihan material, dua kelas harga
Koleksi Luxe Black hadir dalam dua kategori berdasarkan material. Pertama, model GA-2100LXB yang seluruh bodinya menggunakan resin. Jam ini dibangun di atas struktur Carbon Core Guard, teknologi khas Casio yang menjaga bobot tetap ringan tapi tetap tahan banting. Bezel dan strap-nya memakai bio-based resin, material berbasis biomassa yang diklaim lebih ramah lingkungan dari resin biasa. Bobotnya cuma 51 gram, cukup ringan buat dipakai seharian tanpa bikin pergelangan cepat lelah.
Untuk yang pengin nuansa lebih solid, Casio menyediakan seri GM-2100LXB dengan bezel stainless steel. Lapisan black ion plating pada bezel ini menjaga tampilan hitam elegan sekaligus menambah ketahanan terhadap goresan. Konsekuensinya, bobot naik jadi 72 gram. Tapi strap-nya tetap bio-based resin, jadi kenyamanan pemakaian masih terjaga.
Masing-masing kategori punya dua opsi aksen warna. Model GA-2100LXB-1A hadir dengan marker perak, sementara GA-2100LXB-1A9 memakai aksen emas. Pola serupa berlaku untuk seri GM-2100LXB, tersedia dalam pilihan silver dan gold.
Fitur esensial tanpa embel-embel
Di tengah tren jam tangan yang makin pintar, Casio justru memilih jalur berbeda untuk Luxe Black. Tidak ada konektivitas Bluetooth, tidak ada sinkronisasi dengan smartphone, dan tidak ada teknologi Tough Solar untuk pengisian daya pakai cahaya. Dapur dayanya masih mengandalkan dua baterai SR726W yang diklaim bisa bertahan sampai tiga tahun untuk pemakaian normal.
Bukan berarti fiturnya minim. Keempat model tetap dibekali ketahanan air hingga 200 meter, jadi aman dipakai berenang atau sekadar kehujanan. Fitur-fitur klasik G-Shock juga tetap ada: stopwatch, timer hitung mundur 24 jam, lima alarm harian, serta World Time yang mencakup 31 zona waktu. Semua informasi ini ditampilkan lewat kombinasi jarum analog dan layar digital kecil di bagian bawah dial.
Untuk penggunaan di kondisi minim cahaya, ada Double LED Light yang bisa menerangi jarum analog dan layar digital sekaligus. Simpel tapi fungsional, dan tetap sesuai dengan karakter G-Shock yang tidak pernah neko-neko.
Harga G-Shock Luxe Black 2100
Koleksi ini sudah tersedia di Amerika Serikat dengan rentang harga yang cukup lebar antara versi resin dan versi logam. Berikut harga resminya:
Harga resmi:
- GA-2100LXB (resin, aksen silver/gold): 145 dolar AS (sekitar Rp2,3 jutaan)
- GM-2100LXB (stainless steel bezel, aksen silver/gold): 260 dolar AS (sekitar Rp4,1 jutaan)
Langkah Casio membawa Luxe Black ke AS menandakan bahwa ada pasar yang masih kuat untuk jam tangan konvensional dengan fokus pada desain dan durabilitas, bukan fitur pintar. Di Indonesia sendiri, G-Shock seri 2100 sudah punya basis penggemar yang solid sejak kemunculan model "CasiOak" beberapa tahun lalu. Kalau koleksi ini akhirnya masuk ke sini, pilihan antara versi resin yang lebih ringan dan versi stainless steel yang lebih berkelas bakal jadi pertimbangan menarik, terutama buat kamu yang suka estetika stealth tanpa harus mengorbankan keandalan khas G-Shock.
Tidak ada informasi resmi apakah dan kapan koleksi ini akan masuk ke pasar Indonesia. Tapi melihat pola distribusi Casio sebelumnya, biasanya tidak perlu menunggu terlalu lama setelah rilis di Jepang dan AS.