Di saat streaming musik sudah jadi standar, Fiio justru meluncurkan sesuatu yang mungkin bikin sebagian orang bertanya-tanya: pemutar CD portabel. Tapi Snowsky Beatbox bukan sekadar nostalgia casing plastik bening zaman SMP. Perangkat ini mencoba menjawab pertanyaan yang diam-diam masih relevan, gimana caranya menikmati koleksi CD fisik di 2026 tanpa merasa ketinggalan zaman?
- Fiio meluncurkan Snowsky Beatbox, pemutar CD multi-fungsi dengan speaker internal.
- Pemutar ini bisa merobek CD, berfungsi sebagai speaker Bluetooth, dan mendukung LDAC.
- Dibanderol sekitar Rp1,8 jutaan (USD 115.60) di AliExpress.
- Tersedia dalam warna putih, hitam, dan putih dengan aksen merah.
Spesifikasi Fiio Snowsky Beatbox
- Dimensi: 190 x 190 x 36.5 mm
- Berat: 615 g
- Driver: 2x 3-watt + 1x 5-watt woofer
- Baterai: 3.350 mAh 18650 (removable)
- Waktu Putar: Hingga 8 jam
- Waktu Isi Ulang: Sekitar 2 jam
- Output Kabel: 3.5 mm, USB-C (SNR >90 dB, THD <0.02%)
- Konektivitas Nirkabel: Bluetooth, mendukung input LDAC
- Fitur Lainnya: FM tuner, port USB, Aux input, remote infrared, panel depan bisa diganti, dudukan magnetik
Buat Apa Bikin Pemutar CD di 2026? Karena… Lengkap
Saya ngerti kalau reaksi pertama ke produk ini mungkin skeptis. Tapi coba lihat apa yang sebenarnya ditawarkan. Snowsky Beatbox tidak cuma memutar CD, dia merobeknya. Artinya, koleksi fisik bisa dipindahkan ke format digital langsung dari perangkat ini. Konteksnya: banyak rilisan album indie sampai edisi lawas yang tidak tersedia di platform streaming. Kalau kamu tipe yang suka berburu CD di marketplace atau toko loak, ini langsung jadi nilai tambah yang masuk akal.
Yang menarik, Fiio tidak memposisikan ini sebagai perangkat purist yang cuma soal kualitas suara hi-res, meskipun dukungan LDAC menunjukkan sisi serius itu tetap ada. Mereka justru bikin perangkat yang bisa berfungsi sebagai pusat audio kecil di rumah.
Desain dan build quality
Dimensinya 190 x 190 x 36.5 mm, mirip-mirip box speaker portabel yang agak chunky. Bobot 615 gram masih wajar untuk dibawa pindah dari meja kerja ke meja samping tempat tidur. Tapi yang bikin saya tersenyum kecil: panel depannya bisa diganti. Fiio rupanya menyediakan opsi custom panel, jadi setiap unit bisa tampil berbeda sesuai selera pemiliknya.
Di bagian belakang ada dudukan magnetik. Dipasang di dinding jadi kelihatan kayak hiasan retro-futuristik. Alternatifnya, ada stand yang bisa dipasang juga ke dudukan yang sama. Buat saya pribadi, fleksibilitas penempatan ini penting karena hunian di Indonesia umumnya tidak besar, kadang space horizontal lebih berharga daripada space di dinding.
Fitur utama, perobek, speaker, dan LDAC dalam satu paket
Satu hal yang langsung bikin saya bilang "oke, ini bukan sekadar CD player" adalah kombinasinya. Kamu bisa:
Pertama, memutar CD secara konvensional dan mendengarkannya lewat headphone kabel 3.5 mm atau USB-C. Spesifikasi signal-to-noise ratio di atas 90 dB dan total harmonic distortion di bawah 0.02% menunjukkan output-nya cukup bersih, bukan sekadar bunyi asal-asalan. Tapi saya belum bisa bilang banyak soal karakter suaranya karena belum coba langsung.
Kedua, merobek CD langsung dari perangkat ke penyimpanan USB. Ini menghemat langkah, tidak perlu laptop atau drive eksternal, tinggal colok flashdisk dan mulai.
Ketiga, Bluetooth dengan LDAC. Ini bagian paling menarik. LDAC adalah codec resolusi tinggi dari Sony yang mentransmisikan lebih banyak data dibanding codec standar SBC. Beatbox bisa terima input LDAC dari sumber eksternal, jadi speaker ini bisa dihubungkan ke DAP Fiio lain seperti Snowsky Disc DAP, atau smartphone Android yang mendukung LDAC, dan memutar musik dengan kualitas yang lebih baik dibanding Bluetooth biasa.
Sebaliknya, kamu juga bisa kirim audio dari perangkat ini ke headphone atau speaker Bluetooth lain. Jadi Beatbox berfungsi sebagai sumber sekaligus pemutar.
Dan soal speaker internal: dua driver 3-watt plus satu woofer 5-watt. Untuk ukuran ruangan kecil sampai sedang, ini cukup untuk mengisi ruangan. Jangan harap dentuman bass yang menggetarkan lantai, konfigurasi ini lebih ke keseimbangan suara untuk mendengarkan santai.
Baterai
Baterai removable 3.350 mAh tipe 18650. Di era baterai tanam yang bikin repot begitu kapasitasnya mulai turun, opsi gonta-ganti baterai ini menyegarkan. Klaim 8 jam waktu putar cukup untuk seharian mendengarkan tanpa cemas. Isi ulang sekitar 2 jam, lumayan, tidak sampai setengah hari nunggunya.
Satu hal yang perlu diperhatikan: baterai 18650 memang mudah ditemukan, tapi tidak semua konsumen familiar dengan jenis baterai ini. Ini bukan tipe yang bisa langsung dibeli di konter pulsa. Tapi buat yang terbiasa dengan vape mod atau senter high-end, baterai ini barang standar.
Ketersediaan dan peluncuran
Beatbox dijual melalui AliExpress, jadi belum tersedia di ritel offline atau marketplace Indonesia secara umum. Implikasinya: ada potensi biaya pengiriman dan bea masuk yang perlu diperhitungkan. Belum ada informasi apakah Fiio akan membawa produk ini lewat distributor resmi mereka di Indonesia.
Harga Fiio Snowsky Beatbox
Dengan banderol sekitar Rp1,8 jutaan (USD 115.60) di AliExpress, Beatbox berada di segmen yang agak unik, bukan murah untuk sekadar CD player, tapi masuk akal begitu kamu lihat semua fungsi yang digabungkan.
Harga resmi:
- Fiio Snowsky Beatbox: sekitar Rp1,8 jutaan (USD 115.60) di AliExpress
Pilihan warnanya putih, hitam, dan putih dengan aksen merah. Kalau saya yang pilih, yang putih dengan aksen merah kelihatan paling playful, cocok buat yang suka detil kecil.
Produk ini jelas bukan untuk semua orang. Buat yang streaming-nya sudah sepenuhnya lewat Spotify atau Apple Music dan tidak pernah menyentuh kaset fisik, Beatbox akan terasa aneh. Tapi buat kolektor CD yang ingin tetap menikmati koleksi dengan setup yang modern dan fleksibel, atau yang punya stok CD lama di rumah dan penasaran ingin mendigitalkannya tanpa ribet, ini jawaban yang lumayan rapi. Saya belum bisa bilang kualitas suaranya akan mengalahkan CD player dedicated di harga yang sama, karena belum ada data pembanding langsung. Tapi sebagai perangkat serba guna yang tidak menghakimi hobi kamu, Beatbox layak untuk diamati lebih dekat.