Home Teknologi

Bigme Hibreak Dual 2 Bawa Layar E-Ink 80Hz, Tersedia via Pendanaan Massal

11 Juli 2026 5 min read

Bigme Hibreak Dual 2 hadir dengan klaim layar E-Ink 80Hz yang tidak biasa, mencoba mendobrak batasan pengalaman smartphone E-Ink yang selama ini terasa lambat. Ponsel dual-display ini tersedia lewat pendanaan massal dan ditenagai chipset Dimensity 8300.

Bigme Hibreak Dual 2 dengan layar E-Ink dan LCD yang ditampilkan dalam kampanye pendanaan
(Foto: Bigme)

Layar E-Ink di smartphone biasanya identik dengan pengalaman yang... lambat. Gerak animasi terbatas, transisi menu patah-patah, dan refresh rate yang bikin kamu mikir dua kali buat scrolling media sosial. Bigme coba mendobrak batasan ini lewat Hibreak Dual 2. Mereka mengklaim layar E-Ink di ponsel ini punya refresh rate sampai 80Hz, angka yang tidak biasa dan langsung memicu satu pertanyaan besar: apa gunanya layar kedua kalau layar utamanya sudah semulus itu?

Poin Penting

  • Bigme meluncurkan Hibreak Dual 2 melalui kampanye pendanaan di Kickstarter, meneruskan konsep ponsel layar ganda dari generasi sebelumnya.
  • Layar E-Ink 6,13 inci di sisi depan diklaim memiliki refresh rate hingga 80Hz, sangat tinggi untuk teknologi E-Ink dan masih perlu diverifikasi.
  • Harga mulai dari sekitar Rp8.960.000 (USD 560) di Kickstarter, dengan risiko pendanaan yang lebih rendah karena Bigme adalah pemain mapan dengan produk yang sudah dijual di ritel reguler.
  • Ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8300, RAM hingga 16 GB, dan mendukung input stylus untuk membuat sketsa atau catatan tangan.

Spesifikasi Bigme Hibreak Dual 2

  • Tahun Rilis:,
  • Layar: 6,13 inci E-Ink (824 × 1.648 piksel) + 5 inci LCD (720 × 1.280 piksel)
  • Chipset: MediaTek Dimensity 8300
  • RAM: 12 GB / 16 GB
  • Penyimpanan:,
  • Baterai: 4.450 mAh
  • Kamera Utama: 50 MP
  • Kamera Depan: 5 MP

Kecepatan E-Ink yang Bikin Penasaran

Klaim refresh rate 80Hz adalah bintang utama di sini. Selama ini, panel E-Ink dikenal dengan refresh rate rendah yang bahkan untuk membaca dokumen pun kadang terasa kurang gesit. Kalau Bigme benar-benar bisa menghadirkan pengalaman 80Hz yang stabil, meskipun pasti bukan semulus panel OLED, ini bisa mengubah persepsi tentang apa yang bisa dilakukan layar E-Ink. Aktivitas seperti scrolling dokumen panjang, membalas email, atau bahkan menjelajah web versi teks bisa terasa jauh lebih natural. Tapi saya harus tegaskan: ini klaim di atas kertas. Performa nyata dari refresh rate setinggi ini di layar E-Ink sangat bergantung pada implementasi dan perlu diuji langsung.

Dua Layar, Dua Filosofi

Kalau layar E-Ink-nya sudah lebih cepat, lalu untuk apa layar LCD 5 inci di belakang? Bigme sepertinya tidak ingin kamu memilih salah satu, tapi punya keduanya untuk konteks berbeda. Layar LCD dengan resolusi 720 × 1.280 piksel jelas masih lebih unggul untuk reproduksi warna, menonton video, melihat foto, atau membuka peta akan tetap lebih nyaman di panel ini. Desain dual-display ini membuat Hibreak Dual 2 punya identitas ganda: perangkat E-Ink untuk membaca dan menulis, dan smartphone LCD biasa untuk hiburan. Menariknya, kedua layar sekarang hampir sepenuhnya persegi panjang dan bisa dipakai sepenuhnya, memperbaiki kekurangan dari pendahulunya.

Performa di Dalamnya Serius

Ponsel E-Ink biasanya tidak butuh chipset kencang karena tugasnya ringan. Tapi Bigme memasangkan Dimensity 8300 di sini, ini chipset modern yang biasa ditemui di smartphone mid-range kelas atas. Artinya, Hibreak Dual 2 bukan sekadar e-reader yang bisa ditelepon. Kamu bisa menjalankan banyak aplikasi Android standar tanpa hambatan yang biasanya muncul di perangkat E-Ink berkemampuan terbatas. Konfigurasi RAM 12 GB atau 16 GB juga memberi ruang lebih dari cukup untuk multitasking. Dukungan dual-SIM 5G dan input stylus memperkuat posisinya sebagai perangkat produktivitas unik yang mobile.

Baterai dan Kamera Apa Adanya

Kapasitas 4.450 mAh dengan pengisian 30 watt adalah spesifikasi yang cukup wajar, tidak istimewa, tapi masuk akal untuk perangkat yang harus menghidupi dua layar. Kamera belakang 50 MP dan kamera depan 5 MP juga terlihat fungsional. Ini bukan ponsel yang akan kamu beli untuk fotografi, dan Bigme sepertinya paham itu. Saya justru lebih penasaran berapa lama baterai bisa bertahan jika kamu lebih banyak menggunakan layar E-Ink, yang secara teori konsumsi dayanya jauh lebih rendah dibanding LCD.

Ketersediaan dan Risiko Pendanaan

Hibreak Dual 2 saat ini hanya tersedia lewat Kickstarter. Sisi baiknya, Bigme bukan pemain baru dadakan, mereka sudah punya produk yang dijual di ritel reguler seperti Amazon dan beberapa di antaranya sudah diuji oleh reviewer independen. Risiko utama dari urun dana memang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tapi setidaknya ada rekam jejak yang bisa dicek. Kampanye ini lebih berfungsi sebagai pre-order berprofil tinggi ketimbang proyek spekulatif dari perusahaan yang belum jelas asal-usulnya.

Harga Bigme Hibreak Dual 2

Harga yang ditawarkan di Kickstarter memang tidak murah, tapi cukup sesuai dengan posisinya sebagai perangkat niche dengan spesifikasi yang sebenarnya cukup tinggi di luar layar E-Ink-nya.

Harga resmi:

  • Sekitar Rp8.960.000 (USD 560), harga resmi Indonesia belum tersedia

Bigme Hibreak Dual 2 jelas bukan ponsel untuk semua orang, dan mungkin itu memang tujuannya. Produk ini menarik untuk kamu yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan layar E-Ink tapi frustrasi dengan pengalaman yang lambat, atau untuk profesional yang butuh perangkat baca tulis dengan daya tahan baterai ekstra tanpa harus meninggalkan fungsi smartphone modern. Yang masih gelap adalah bagaimana performa nyata refresh rate 80Hz itu, karena kalau ternyata tidak sedrastis klaimnya, maka daya tarik terbesarnya bisa menguap begitu saja. Alternatif di segmen ponsel E-Ink masih sangat terbatas, jadi kehadiran Hibreak Dual 2 setidaknya memberi opsi segar yang berbeda dari e-reader konvensional.

#Smartphone#E-Ink#Bigme#Hibreak Dual 2#Kickstarter#Layar Ganda#MediaTek Dimensity 8300#Gadget Unik
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →