Home Teknologi

Beelink ME Pro Versi Intel Pentium Silver J5005 Tawarkan 68TB di Harga yang Lebih Masuk Akal

13 Juli 2026 5 min read

Beelink meluncurkan varian ME Pro NAS dengan Intel Pentium Silver J5005 yang lebih terjangkau. Meski hemat daya, dukungan penyimpanannya mencapai 68TB lewat kombinasi SSD M.2 dan HDD SATA.

Beelink ME Pro NAS dengan Intel Pentium Silver J5005, desain ringkas dukungan penyimpanan 68TB
(Foto: Beelink)

Penyimpanan berbasis NAS (Network Attached Storage) biasanya identik dengan harga yang tidak bersahabat, apalagi kalau sudah bicara soal dukungan puluhan terabyte. Beelink mencoba mematahkan anggapan itu lewat varian terbaru dari ME Pro NAS mereka. Bukan dengan memotong fitur secara drastis, melainkan dengan menawarkan opsi prosesor Intel Pentium Silver J5005 yang lebih rendah daya tapi tetap punya kapasitas penyimpanan gila-gilaan: hingga 68TB.

  • Beelink meluncurkan konfigurasi baru ME Pro NAS dengan prosesor Intel Pentium Silver J5005.
  • Mendukung hingga 4 drive (2x M.2 SSD 4TB + 2x SATA HDD 30TB) dengan total kapasitas maksimal 68TB.
  • RAM DDR4 maksimal 16GB, dengan opsi barebone atau sudah termasuk RAM 8GB dan penyimpanan OS 128GB.
  • Rangkaian port cukup lengkap: USB-C, USB 3.2, dual 2.5G LAN, HDMI, dan audio jack.
  • Desain sasis logam satu bagian mengklaim volume 50% lebih kecil dari NAS dua-bay tradisional.

Spesifikasi Beelink ME Pro (Intel Pentium Silver J5005)

  • Tahun Rilis: 2025
  • Prosesor: Intel Pentium Silver J5005 (4-core, Gemini Lake)
  • RAM Maksimal: 16GB DDR4
  • Dukungan Penyimpanan: 2x M.2 (maks 4TB per slot) + 2x SATA (maks 30TB per slot), total 68TB
  • Port: 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C, 2x 2.5G LAN, 1x USB 2.0 Type-A, 1x HDMI, 1x 3.5mm audio
  • Desain: Sasis logam satu bagian, volume 50% lebih kecil dari NAS dua-bay HDD tradisional

Hemat Daya, Bukan Berarti Pelit Kapasitas

Jantung dari varian baru ini adalah Intel Pentium Silver J5005, prosesor quad-core dari keluarga Gemini Lake yang terkenal hemat daya. Buat saya, ini keputusan yang cerdik dari Beelink. Tidak semua pengguna NAS butuh prosesor kencang untuk transcoding video 4K real-time atau virtualisasi berat. Banyak yang cuma ingin penyimpanan terpusat yang stabil, bisa diakses dari mana saja, dan tidak bikin tagihan listrik melonjak.


Konfigurasi port Beelink ME Pro dengan prosesor Intel Pentium Silver J5005
Konfigurasi port ME Pro dengan Intel Pentium Silver J5005 (Foto: Beelink)


Soal kapasitas justru tidak main-main. Dengan kombinasi dua slot M.2 (masing-masing mendukung hingga 4TB SSD) dan dua slot SATA (masing-masing hingga 30TB HDD), total potensi penyimpanannya mencapai 68TB. Itu ruang yang cukup untuk koleksi film, backup proyek, atau arsip foto keluarga selama bertahun-tahun. Perlu diingat, drive tidak termasuk dalam paket pembelian, jadi kamu harus menyiapkan budget tambahan untuk itu.


Sorotan desain Beelink ME Pro dengan Intel Pentium Silver J5005
Sorotan desain ME Pro dengan Intel Pentium Silver J5005 (Foto: Beelink)


Desain dan build quality

Beelink cukup vokal soal desain ME Pro yang lebih ringkas. Mereka mengklaim volume sasisnya 50% lebih kecil dibandingkan NAS dua-bay tradisional berbasis HDD. Ini dimungkinkan berkat penggunaan sasis logam satu bagian. Tidak ada detail soal bobot pastinya di sumber, tapi logika sederhananya: housing yang lebih padat biasanya juga lebih solid dan membantu pembuangan panas pasif.

Salah satu hal yang saya apresiasi dari lini ME Pro adalah pendekatan modularnya. Mainboard di dalamnya bisa ditukar. Jadi kalau suatu saat kamu merasa Pentium Silver J5005 sudah kurang nendang dan ingin upgrade ke opsi prosesor lain dari Beelink (mereka juga punya varian AMD dan Intel lain), kamu tidak perlu beli unit NAS baru sepenuhnya. Ini memperpanjang umur pakai perangkat dan mengurangi limbah elektronik.

Performa

Dengan RAM maksimal 16GB DDR4, ekspektasi performanya harus realistis. Ini bukan mesin untuk menjalankan puluhan container Docker berat atau menjadi server Plex dengan banyak transcode simultan. Tapi sebagai file server murni, backup otomatis, atau media server ringan dengan akses langsung (direct play), konfigurasi ini sudah lebih dari cukup.

Kehadiran dual port 2.5G LAN jadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan. Dengan dua port ini, kamu bisa mengatur link aggregation untuk bandwidth lebih besar atau mengkonfigurasi failover supaya koneksi tetap aman. Di kelas harga ini, dual 2.5G LAN adalah fitur yang biasanya baru muncul di model lebih mahal.

Konektivitas dan port

Selain dual 2.5G LAN, Beelink tidak pelit soal port lain. Ada dua USB 3.2 Gen 1 Type-A, satu USB-C dengan kecepatan yang sama, satu USB 2.0 tambahan, port HDMI, dan bahkan jack audio 3.5mm.

Port HDMI menarik karena mengindikasikan NAS ini bisa disambungkan langsung ke monitor untuk keperluan setup awal atau troubleshooting. Tidak semua NAS sekecil ini menyertakan output display langsung. Sementara USB-C dan USB-A cukup fleksibel untuk ekspansi penyimpanan eksternal atau koneksi perangkat lain.

Ketersediaan dan peluncuran

Beelink ME Pro dengan prosesor Pentium Silver J5005 sudah diluncurkan di Tiongkok. Belum ada informasi resmi soal ketersediaan global atau masuknya ke pasar Indonesia. Tapi melihat rekam jejak Beelink yang cukup aktif di platform e-commerce internasional, kemungkinan varian ini akan muncul di pasar global dalam beberapa bulan ke depan.

Harga Beelink ME Pro (Pentium Silver J5005)

Varian baru ini hadir dalam dua opsi. Harga ini untuk pasar Tiongkok, jadi kalau masuk Indonesia nanti harganya hampir pasti berbeda setelah ditambah pajak dan ongkos distribusi.

Harga resmi:

  • Versi barebone (tanpa RAM dan penyimpanan OS): sekitar Rp2.200.000 (CNY 999)
  • Versi dengan RAM 8GB dan penyimpanan OS 128GB: sekitar Rp3.300.000 (CNY 1.499)

Beelink sedang bergerak ke arah yang jarang disentuh kompetitor besar seperti Synology atau QNAP: NAS modular dengan harga yang tidak membuat dompet menjerit. Varian Pentium Silver J5005 ini jelas bukan untuk semua orang. Tapi buat kamu yang selama ini cuma butuh penyimpanan terpusat sederhana dengan kapasitas besar dan konsumsi daya rendah, ini salah satu opsi paling menarik yang muncul tahun ini. Kekurangannya jelas: performa prosesor terbatas untuk tugas berat, dan belum ada kepastian soal ketersediaan di Indonesia.

#NAS#Beelink#ME Pro#Pentium Silver J5005#storage#Berita#perangkat jaringan#Budget
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →