Home Teknologi

Skor Reparasi 10/10 Asus ROG Flow Z13 Dipertanyakan, iFixit Temukan RAM dan Port Tersolder

15 Juli 2026 5 min read Diperbarui: 15 Juli 2026

iFixit membantah skor reparasi sempurna Asus ROG Flow Z13 setelah teardown mengungkap RAM tersolder dan kebijakan suku cadang yang tidak konsisten, skor akhir hanya 7/10.

Asus ROG Flow Z13 (2025) yang dibongkar iFixit untuk menguji klaim skor reparasi 10/10
(Foto: Asus)

Di Prancis, label repairability pada perangkat elektronik sudah jadi kewajiban sejak 2021. Asus ROG Flow Z13 model 2025 menjadi sorotan karena diklaim punya skor sempurna 10/10, penilaian yang dilaporkan sendiri oleh pabrikan. Tapi iFixit tidak langsung percaya. Dalam video teardown terbaru, mereka membongkar tablet gaming ini untuk memverifikasi klaim tersebut. Hasilnya: skor akhir hanya 7/10, dan ada sejumlah temuan yang membuat klaim sempurna itu layak dipertanyakan.

  • Asus melaporkan sendiri skor repairability 10/10 untuk ROG Flow Z13 (2025) di Prancis
  • iFixit membongkar perangkat dan menemukan RAM, modul nirkabel, serta port tersolder permanen
  • Dokumentasi perbaikan Asus dinilai tidak lengkap dan ketersediaan suku cadang tidak konsisten
  • Skor akhir dari iFixit adalah 7/10, menekankan pentingnya verifikasi independen
  • Meski begitu, perangkat ini tetap solid berdasarkan pengujian independen lain

Mengapa Skor Repairability 10/10 Dipertanyakan?

Prancis mewajibkan label repairability untuk membantu konsumen menilai seberapa mudah produk diperbaiki. Asus mengklaim ROG Flow Z13 mendapat nilai sempurna, tapi pengakuan sepihak semacam ini wajar dicurigai. iFixit, sebagai komunitas advokasi hak perbaikan, memutuskan membongkar sendiri untuk melihat apakah angka 10/10 itu benar-benar mencerminkan realitas di dalam perangkat.

Hasil teardown menunjukkan bahwa ada sisi baik dan sisi buruk yang tidak bisa diabaikan. Skor akhir 7/10 dari iFixit mencerminkan bahwa tablet ini mudah diperbaiki di beberapa aspek kunci, tetapi punya kelemahan fundamental di bagian lain.

Apa yang Sebenarnya Ditemukan iFixit di Dalam ROG Flow Z13?

Dari segi desain yang mendukung reparasi, tablet ini punya beberapa keunggulan yang patut diapresiasi. Layar dapat dilepas dengan bersih sehingga memberi akses langsung ke komponen penting. Baterai diamankan dengan sekrup, bukan lem, yang membuat penggantian baterai jauh lebih sederhana dibanding banyak perangkat modern lain. Modul SSD M.2 dan kamera juga mudah dijangkau tanpa harus membongkar seluruh bodi.

iFixit mengakui bahwa di kategori yang paling menentukan skor repairability, baterai, layar, dan akses penyimpanan, ROG Flow Z13 tampil memuaskan. Namun, itu baru setengah cerita.

Titik Lemah: Komponen Krusial yang Tersolder Permanen

Begitu pembahasan beralih ke komponen yang memengaruhi upgrade dan biaya perbaikan jangka panjang, kelemahan mulai terlihat. RAM, modul nirkabel, dan seluruh port tersolder langsung ke motherboard. Tidak ada slot SODIMM atau modul Wi-Fi yang bisa diganti secara terpisah. Artinya, pengguna tidak bisa menambah memori sendiri, dan jika port pengisian atau konektor rusak, perbaikan akan membutuhkan penggantian papan utama secara keseluruhan, biayanya jelas membengkak.

Ini kontras dengan akses mudah ke SSD, karena penyimpanan bisa diganti, tapi dua komponen kunci lain justru dikunci permanen. Untuk tablet gaming yang diposisikan untuk kreator dan gamer yang mungkin butuh lebih banyak RAM di masa depan, ini jadi batasan serius.

Dokumentasi dan Suku Cadang yang Masih Jadi Masalah

Selain hardware, iFixit menyoroti aspek non-teknis yang sama pentingnya: dokumentasi perbaikan. Asus dianggap belum menyediakan panduan servis yang cukup lengkap untuk memandu teknisi independen atau pengguna yang ingin memperbaiki sendiri. Kebijakan ketersediaan suku cadang juga dikritik tidak konsisten, terutama di Amerika Serikat, di mana komponen pengganti asli mungkin sulit didapat.

Ini penting karena skor repairability tidak hanya bicara soal desain fisik, tapi juga ekosistem pendukung. Perangkat yang secara mekanis mudah dibongkar akan tetap sulit diperbaiki jika manual servis tidak ada dan suku cadang resmi tidak dijual terbuka.

Mengapa Verifikasi Independen Itu Penting

Kasus ROG Flow Z13 ini jadi contoh nyata mengapa klaim repairability dari pabrikan perlu diverifikasi oleh pihak ketiga. Skor sempurna yang dilaporkan Asus di Prancis mungkin menangkap kemudahan mengganti layar dan baterai, tapi mengabaikan fakta bahwa RAM tersolder bisa jadi masalah besar bagi sebagian konsumen. iFixit memberikan skor 7/10 sebagai gambaran yang lebih jujur.

Konsumen berhak tahu potensi biaya dan batasan perbaikan sebelum membeli. Dengan insiatif label repairability yang makin meluas di Eropa dan AS, transparansi lewat audit independen semacam ini harapannya jadi standar, bukan pengecualian.

ROG Flow Z13 (2025) memang tetap perangkat gaming solid secara performa, dan temuan iFixit bukan berarti tablet ini gagal total. Tapi skor 7/10 memberi sinyal jelas: jangan mudah percaya klaim sempurna yang dilaporkan sendiri. Bagi yang mempertimbangkan pembelian, pahami bahwa kemudahan reparasi hanya pada baterai dan layar, sementara memori dan port akan jadi beban biaya besar jika sewaktu-waktu bermasalah. Untuk Asus, ini juga momentum memperbaiki dokumentasi dan kebijakan suku cadang, bukan sekadar mengejar angka di label.

#Gaming Tablet#ASUS#ROG Flow Z13#Repairability#iFixit#Skor Reparasi#RAM Tersolder#Prancis
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →