Tekanan regulasi biasanya bikin pusing perusahaan hardware, tapi untuk konsumen, seringkali ini berkah tersembunyi. Setelah memaksa Apple pindah ke USB-C, kini aturan baru Uni Eropa soal baterai yang mudah diganti mendorong mereka merombak salah satu aksesori yang selama ini paling anti-perbaikan: Apple Pencil. Kalau rencana ini berjalan mulus, cara kita melihat daya tahan stylus seharga jutaan rupiah ini akan berubah total.
Dua model baru, satu perubahan besar
Menurut laporan dari Mark Gurman di Bloomberg, Apple sedang menyiapkan dua model Apple Pencil baru untuk paruh pertama 2027. Peluncurannya kemungkinan beriringan dengan iPad generasi berikutnya.
Model pertama, dengan kode internal B582, adalah pembaruan dari Apple Pencil entry-level yang mengisi daya lewat USB-C. Model kedua, dengan kode B632, adalah versi baru dari Apple Pencil Pro yang saat ini sudah punya fitur squeeze-sensitive barrel dan haptic feedback.
Model dasar USB-C terakhir meluncur sekitar tiga tahun sebelumnya, sementara Apple Pencil Pro baru berusia dua tahun saat 2027 tiba. Jadi secara siklus produk, waktunya memang sudah pas untuk penyegaran.
Perbaikan yang sebelumnya mustahil
Perubahan paling signifikan bukan soal fitur input baru, melainkan sesuatu yang jauh lebih mendasar: baterai yang bisa diganti pengguna. Selama ini, iFixit selalu memberikan nilai gagal total untuk kemudahan perbaikan semua model Apple Pencil. Alasannya sederhana: begitu baterai internal mulai aus, tidak ada cara untuk menggantinya tanpa merusak perangkat.
Pendekatan baru ini bukan inisiatif sukarela dari Apple. Regulasi Uni Eropa yang mewajibkan baterai mudah dilepas di perangkat elektronik konsumen menjadi pendorong utamanya. Ini adalah gelombang yang sama yang sebelumnya memaksa Apple meninggalkan konektor Lightning dan beralih ke USB-C di seluruh lini iPhone 15 pada 2023.
Buat pengguna yang sudah kadung menganggap Apple Pencil sebagai barang sekali pakai setelah baterainya turun drastis, perubahan ini bisa mengubah total persepsi nilai produk. Stylus seharga jutaan rupiah yang tiba-tiba hanya bertahan sejam setelah dua tahun pemakaian bukan lagi vonis buang dan beli baru. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi soal keberlanjutan dan rasa hormat terhadap uang yang sudah kita keluarkan.
Nintendo juga kena getaran yang sama
Apple bukan satu-satunya yang menyesuaikan produk untuk aturan baterai Uni Eropa. Nintendo mengumumkan versi Eropa baru dari Switch 2 dan beberapa aksesorinya yang juga dirancang dengan baterai yang bisa diganti pengguna. Konsol Switch 2 yang akan meluncur di Eropa musim gugur ini hadir dengan kapasitas baterai sedikit lebih kecil, 5.172mAh dibanding 5.220mAh versi global, dan bobotnya bertambah sekitar 10 gram.
Nintendo juga akan menjual baterai pengganti dan kit perbaikan untuk Joy-Con 2, Switch 2 Pro Controller, serta controller Nintendo 64 dan GameCube yang tersedia lewat Nintendo Switch Online. Semua ini akan dijual melalui Nintendo Store di Eropa. Model Switch original, Switch Lite, dan Switch OLED tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Nintendo menilai mendesain ulang model-model itu tidak memungkinkan secara teknis dan berencana menghentikan penjualannya di ritel Eropa paling lambat pertengahan Februari 2027.
Melihat langkah Nintendo yang terus terang soal model mana yang bisa dan tidak bisa dirombak, menarik untuk dicermati apakah Apple akan menerapkan standar baterai lepas ini ke seluruh lini Apple Pencil atau hanya ke model-model baru.
Ketersediaan dan peluncuran
Berdasarkan informasi yang ada, kedua Apple Pencil baru ini diperkirakan hadir di paruh pertama 2027, kemungkinan besar bersamaan dengan pengumuman iPad generasi terbaru. Belum ada detail lebih lanjut apakah perubahan desain karena baterai yang bisa diganti ini akan memengaruhi dimensi, bobot, atau cara pengisian daya stylus ini.
Buat pengguna iPad di Indonesia, timeline ini masih jauh, tapi arahnya sudah jelas. Regulasi yang lahir di Eropa seringkali berimbas positif ke pasar global, termasuk Indonesia. USB-C di iPhone adalah bukti terbarunya. Jadi meskipun belum ada kepastian apakah Apple Pencil versi baterai lepas ini akan tersedia di luar Eropa, cukup beralasan untuk optimis.
Yang jelas, ini adalah perubahan filosofi yang signifikan dari Apple. Selama bertahun-tahun mereka merancang Apple Pencil sebagai aksesori yang tertutup rapat, tidak bisa dibuka tanpa merusaknya, dan tidak bisa diperbaiki. Regulasi memaksa mereka keluar dari zona nyaman itu. Dan untuk sekali ini, birokrasi justru berpihak pada konsumen.