Home Teknologi

Apple iPhone Ultra Bocoran Baterai 4.883 mAh, Lebih Kecil dari Rumor Sebelumnya

10 Juli 2026 5 min read

Bocoran dari rantai pasok Apple menunjukkan iPhone Ultra akan membawa baterai 4.883 mAh, lebih kecil dari rumor sebelumnya yang menyebut 5.800 mAh. Kapasitas ini tetap lebih besar dari Samsung Galaxy Z Fold7 dan membuka diskusi soal strategi efisiensi Apple.

Ilustrasi konsep Apple iPhone Ultra dengan fokus pada baterai
(Foto: Apple)

Rumor soal ponsel lipat pertama Apple terus bergulir, dan kali ini menyangkut salah satu aspek paling krusial: daya tahan baterai. Beberapa waktu lalu, ekspektasi sempat melambung dengan angka 5.800 mAh. Tapi bocoran terbaru dari rantai pasok justru menunjukkan kapasitas yang lebih rendah. Buat saya yang selalu penasaran bagaimana Apple menerjemahkan efisiensi khas mereka ke bentuk foldable, angka ini jadi titik awal yang menarik.

  • Bocoran dari pemasok Apple menunjukkan dua sel baterai untuk iPhone Ultra: 1.921 mAh dan 2.962 mAh, total 4.883 mAh.
  • Kapasitas ini lebih kecil dari rumor sebelumnya yang menyebut 5.800 mAh, tapi masih lebih besar dibanding Samsung Galaxy Z Fold7 yang hanya 4.400 mAh.
  • iPhone 17 Pro Max sebelumnya membuktikan baterai 4.823 mAh bisa sangat efisien, jadi kapasitas bukan segalanya.
  • Sebagai konteks, beberapa flagship lipat dari Tiongkok seperti Honor Magic V5 sudah menyentuh 6.100 mAh.

Spesifikasi Apple iPhone Ultra (Berdasar Bocoran)

  • Baterai Total: 4.883 mAh
  • Sel Baterai 1: 1.921 mAh
  • Sel Baterai 2: 2.962 mAh

Bocoran Dua Sel Baterai di Rantai Pasok

Detail yang menarik justru ada di cara Apple merakit baterainya. Supply chain yang biasanya akurat, Digital Chat Station, menyebut ada persiapan dua baterai terpisah: satu berkapasitas 1.921 mAh dan satunya lagi 2.962 mAh. Konfigurasi dua sel ini lazim di ponsel lipat karena masing-masing bagian bodi (atas dan bawah engsel) punya ruang terbatas. Totalnya 4.883 mAh.

Buat saya yang sudah lihat banyak rumor baterai jumbo untuk iPhone Ultra, angka ini memang terasa lebih “kalem”. Sebelumnya ramai dibicarakan kapasitas 5.800 mAh, jadi selisihnya lumayan signifikan, hampir 1.000 mAh. Tapi kalau ditarik ke realita ponsel lipat yang ada sekarang, 4.883 mAh sebenarnya bukan angka kecil.

Perbandingan: Lebih Besar dari Samsung, Masih Jauh dari Kompetitor Tiongkok

Ini bagian yang sering bikin perspektif saya berubah: ketika ditaruh di samping kompetitor langsung. Samsung Galaxy Z Fold7, yang bodinya lebih lebar, cuma punya baterai 4.400 mAh. Jadi 4.883 mAh di iPhone Ultra sebenarnya sudah lebih besar. Masalahnya, pabrikan Tiongkok sudah main di level yang berbeda. Honor Magic V5 misalnya, berani pasang 6.100 mAh di tubuh lipatnya.

Artinya, Apple gak sedang berlomba di kapasitas mentah. Mereka memilih jalur yang pernah saya lihat di iPhone 17 Pro Max: baterai 4.823 mAh yang bisa tembus 28 jam browsing web di pengujian mendalam. Itu bukan karena baterainya paling gede, tapi karena efisiensi chip dan integrasi software-nya luar biasa ketat. Kalau pendekatan yang sama diterapkan di iPhone Ultra, 4.883 mAh mungkin cukup untuk sehari penuh tanpa drama.

Efisiensi Jadi Kunci, Bukan Sekadar Kapasitas

Dari pengalaman saya mengamati produk Apple, mereka hampir gak pernah menang di spesifikasi baterai mentah. Tapi di daya tahan nyata, mereka sering bikin malu ponsel dengan kapasitas lebih besar. iPhone 17 Pro Max sudah jadi bukti terbaru: baterai lebih kecil dari banyak flagship Android, tapi hasil pengujian web browsing-nya justru lebih panjang.

Ini yang bikin saya cukup optimis dengan bocoran 4.883 mAh ini. Kalau Apple bisa bawa efisiensi serupa ke iPhone Ultra, dengan layar lipat yang otomatis lebih boros saat dibentangkan, kemungkinan besar performa baterainya gak bakal jadi titik lemah. Tapi tetap ada catatan: layar lipat punya karakteristik konsumsi daya yang berbeda dari ponsel konvensional, dan ini adalah pengalaman pertama Apple di kategori ini. Belum ada data riil bagaimana chipset dan iOS akan mengelola dua layar sekaligus.

Ketersediaan dan Peluncuran

Belum ada tanggal resmi dari Apple soal peluncuran iPhone Ultra. Bocoran ini murni dari rantai pasok, yang biasanya muncul beberapa bulan sebelum produksi massal dimulai. Untuk Indonesia, belum ada informasi soal ketersediaan atau harga. Mengingat ini produk baru di kategori baru, saya menduga pasarnya akan sangat terbatas di awal, mirip seperti strategi Apple saat pertama kali masuk ke segmen iPhone Pro Max di masa lalu.

Bocoran baterai ini mungkin terlihat seperti downgrade dari ekspektasi sebelumnya, tapi menurut saya justru memperlihatkan pola pikir Apple yang realistis. Mereka gak sedang mengejar rekor kapasitas; mereka bermain di area efisiensi yang sudah terbukti di iPhone 17 Pro Max. Buat kamu yang sudah menunggu ponsel lipat Apple dan khawatir soal daya tahan, 4.883 mAh bukan jaminan buruk, terutama kalau optimasi software-nya setara atau lebih baik dari iPhone yang sudah ada. Tapi kalau kamu tipe yang pengen baterai paling gede di kelas lipat dan gak peduli soal ekosistem, pilihan dari Honor atau pabrikan Tiongkok lain mungkin masih lebih menggoda. Saya sendiri masih penasaran: bagaimana Apple akan menangani panas dan degradasi baterai di dua sel yang bekerja simultan, itu PR yang jawabannya cuma bisa didapat pas produknya benar-benar ada di tangan.

#Smartphone#Foldable#Apple#iPhone Ultra#Bocoran#Baterai#Flagship
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →