Home Teknologi

Bocoran AMD RDNA 5: Performa Tangguh, tapi Pilihan Memori di Kelas Bawah Bikin Garuk Kepala

13 Juli 2026 5 min read

Bocoran arsitektur AMD RDNA 5 menjanjikan performa yang bisa menyaingi RTX 5090, namun keputusan memakai memori LPDDR5X di GPU desktop kelas bawah memicu pertanyaan besar.

Logo AMD RDNA 5 yang menyala dengan latar abstrak merah dan hitam, merepresentasikan arsitektur grafis generasi berikutnya dari AMD
(Foto: AMD)

Kursi puncak GPU gaming kelas atas sudah terlalu lama terasa dingin tanpa kehadiran AMD yang kompetitif. Terakhir kali mereka benar-benar menantang Nvidia di segmen flagship adalah era Radeon RX 7900 XTX, itu pun dengan catatan kaki besar di sektor ray tracing. Kini, bocoran spesifikasi arsitektur RDNA 5 yang akan datang menawarkan harapan akan sebuah comeback, tetapi satu detail teknis di varian kelas bawahnya terasa terlalu janggal untuk diabaikan begitu saja. Kalau benar, ini bisa jadi langkah radikal yang mengubah cara pandang kita terhadap memori di kartu grafis desktop. Kalau meleset, setidaknya kita tahu bahwa pengguna desktop masih dianggap serius.

Poin Penting

  • Arsitektur RDNA 5 (Alpha Triton) digosipkan dibuat di node TSMC N3P dan akan menjadi basis seri Radeon RX 10000.
  • Bocoran mengklaim lini produk terdiri dari RX 10050 XT hingga flagship RX 10090 XT dengan lompatan performa signifikan.
  • Varian low-end dan mid-range (RX 10050 XT dan 10060 XT) disebut akan menggunakan memori LPDDR5X, bukan GDDR standar.
  • Kartu grafis high-end seperti RX 10070 XT ke atas mempertahankan GDDR7 dan membidik performa setara RTX 5080 hingga RTX 5090.
  • Belum ada informasi resmi terkait konsumsi daya, harga, atau ketersediaan dari AMD.

Spesifikasi AMD Radeon RX 10090 XT (Rumor)

  • Tahun Rilis:,
  • Arsitektur: RDNA 5 (Alpha Triton, TSMC N3P)
  • Compute Units: 96 CU
  • VRAM: 24-36 GB GDDR7
  • Target Performa: Mendekati Nvidia GeForce RTX 5090

LPDDR5X di GPU Desktop: Inovasi atau Tata Niaga?

Mari kita luruskan dulu. LPDDR (Low Power Double Data Rate) adalah tipe memori yang lazim kita temukan di laptop tipis, ponsel, dan handheld gaming PC. Karakteristik utamanya adalah efisiensi daya, dengan bandwidth yang umumnya lebih rendah dibandingkan modul GDDR yang rakus daya namun kencang yang biasa nangkring di GPU desktop. Maka ketika bocoran menyebut Radeon RX 10050 XT dan RX 10060 XT bakal dipersenjatai LPDDR5X, reaksi awal saya bukan cuma skeptis, melainkan waspada.

Secara teknis, ini bukan hal mustahil. Teknik kompresi modern seperti Delta Colour Compression (DCC) dan Lossless Memory Compression bisa menutupi celah bandwidth yang timbul akibat penggunaan LPDDR. Masalahnya, sepanjang sejarah GPU desktop mainstream, AMD tidak punya rekam jejak memakai memori jenis ini. Ini adalah wilayah yang belum terpetakan, dan setiap percobaan di wilayah baru punya risiko yang akan ditanggung langsung oleh pembeli awal.

Alibi yang paling mungkin bukanlah performa, melainkan biaya. Menggunakan paket LPDDR bisa menyederhanakan kompleksitas papan sirkuit dan menekan ongkos produksi. Dalam bayangan saya, ini lebih terlihat seperti taruhan AMD untuk menurunkan harga jual agar lebih menggoda di pasar entry-level. Implikasi menariknya: jika teknologi ini berhasil di desktop, validasinya bisa langsung digunakan di APU dan chip handheld masa depan, di mana LPDDR memang sudah jadi makanan sehari-hari dan bandwidth memori kerap jadi penghambat utama. Desktop, dalam skenario ini, berubah jadi laboratorium uji coba publik.

Kartu Grafis High-End RDNA 5 Akhirnya Berani Tantang Nvidia


Bocoran spesifikasi lini AMD RDNA 5 dari NeoGAF yang menunjukkan hierarki Compute Unit dan tipe memori
Bocoran hierarki SKU arsitektur RDNA 5 menunjukkan perbedaan tipe memori antara varian low-end dan high-end. (Foto: AMD)


Bergerak naik ke kasta yang lebih tinggi, kabar baiknya adalah AMD tidak main-main. RX 10070 XT digadang-gadang membawa 68 Compute Units, VRAM GDDR7, dan performa raster yang sepadan dengan RTX 5080. Puncaknya, RX 10090 XT dengan 96 CU dan memori 24-36 GB GDDR7 diklaim bisa mendekati level RTX 5090. Angka-angka ini ambisius, dan yang lebih menarik adalah klaim tentang lompatan ray tracing.

Bocoran ini secara samar menyebut bahwa peningkatan performa ray tracing di RDNA 5 akan lebih besar secara proporsional dibandingkan peningkatan performa raster. Jika benar, ini bukan sekadar polesan incremental. Ini mengisyaratkan perubahan arsitektur fundamental yang cukup dalam. Selama bertahun-tahun, kelemahan ray tracing adalah sisi AMD yang paling mudah diserang dalam perbandingan head-to-head melawan Nvidia. Kalau RDNA 5 bisa menutup celah itu, narasi lama tentang “GPU AMD cuma oke buat raster” akan mulai sulit dipertahankan.

Satu keanehan hierarki: RX 10800 XT sama sekali absen dari daftar bocoran. Tidak ada yang tahu apakah ini berarti AMD merencanakan SKU kejutan atau justru menyederhanakan lini produk mereka. Yang jelas, celah penomoran ini membuka ruang spekulasi yang tidak akan bisa kita jawab sampai informasi resmi muncul.

Konsumsi Daya dan Konektor 12VHPWR yang Masih Jadi Tanda Tanya

Bagian yang paling kentara hilang dari seluruh bocoran ini adalah konsumsi daya. Tidak ada satu pun angka TDP atau TBP yang disebut. Padahal, ini pertanyaan krusial: kalau flagship mereka benar-benar mengejar RTX 5090, berapa banyak listrik yang dibutuhkan?

Konsekuensinya bukan cuma soal tagihan listrik bulanan. Jika konsumsi dayanya nangkring di level yang sama dengan kartu Nvidia kelas atas, AMD mungkin tidak punya pilihan selain mengadopsi konektor daya 12VHPWR. Dan di titik inilah saya merasa perlu mengingatkan bahwa standar konektor ini punya sejarah yang problematik. Revisi terbaru memang sudah memperbaiki banyak masalah awal, tapi soal keandalan konektor masih menjadi topik yang membuat sebagian builder PC tidak bisa tidur nyenyak. Pertanyaan retoris yang mengganggu: dengan semua inovasi yang dijanjikan, apakah kita akan disuguhi performa luar biasa tapi dibungkus dengan solusi daya yang masih menyisakan kecemasan?

Spekulasi, Konteks, dan Kesehatan Mental Pembaca Hardware

Saya tidak akan menutup ini dengan prediksi. Semua yang kita bahas tadi adalah rantai spekulasi yang bersumber dari NeoGAF, dan seperti semua bocoran yang belum tersentuh pengumuman resmi, harus dikunyah dengan garam dalam jumlah banyak. Tapi sebagai seseorang yang mendokumentasikan perjalanan industri ini, bocoran ini tetap punya nilai untuk memahami ke arah mana angin bertiup.

Yang bisa saya pastikan: kompetisi itu sehat. Jika AMD benar-benar kembali ke ring tinju melawan Nvidia di kelas flagship dengan arsitektur yang radikal, yang paling diuntungkan adalah kita, para pengguna yang selama ini hanya bisa menonton harga GPU melambung tanpa perlawanan berarti. Apakah RDNA 5 akan benar-benar jadi “Zen moment” untuk Radeon? Saya tidak tahu. Tapi untuk pertama kalinya dalam waktu lama, saya merasa penasaran. Dan itu sudah cukup sebagai alasan untuk tetap menyimak.

#GPU#AMD#RDNA 5#Radeon RX 10000#Rumor#Spesifikasi#Nvidia#Gaming
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →