TV jadul di rumah masih menyala dengan baik, layarnya belum ada masalah, tapi akses aplikasi streaming sudah mulai kedaluwarsa satu per satu. Banyak yang akhirnya mencari Android TV box murah, dan sekarang Xiaomi menawarkan satu opsi yang lebih rapi lewat stik HDMI terbarunya, Xiaomi TV Stick HD (2nd Gen), yang sudah mulai tersedia di lebih banyak negara.
Key Points
- Xiaomi TV Stick HD (2nd Gen) resmi hadir di Republik Ceko, Malaysia, Turki, dan Inggris Raya setelah sebelumnya muncul di Polandia awal Juni 2025.
- Perangkat ini menjalankan Google TV langsung dari sistem, bukan Android TV biasa atau Fire OS, dengan akses ke lebih dari 10.000 aplikasi.
- Dukungan format audio mencakup Dolby Audio, DTS:X, dan DTS HD yang cukup langka di harga segini.
- Harga bervariasi, mulai dari sekitar Rp462 ribuan (MYR 239) di Malaysia hingga sekitar Rp862 ribuan (£39.99) di Inggris Raya.
Spesifikasi Xiaomi TV Stick HD (2nd Gen)
- Tahun Rilis: 2025
- Layar:,
- Chipset: Quad-core ARM Cortex-A55
- GPU: Mali-G31 MP2
- RAM: 1 GB DDR4
- Penyimpanan: 8 GB
- Output Video: Hingga 1080p @ 60Hz melalui HDMI full-size
- Konektivitas: Wi-Fi dual-band 2.4 GHz / 5 GHz, Bluetooth 5.0
- Audio: Dolby Audio, DTS:X, DTS HD
- Port: Micro USB (daya), HDMI full-size
- Dimensi: 107.4 x 30 x 14 mm
Lawan Tanding Amazon yang Pakai Google TV, Bukan Fire OS
Di rentang harga entry-level, nama yang paling sering disebut untuk stik streaming biasanya Fire TV Stick HD dari Amazon. Xiaomi jelas menempatkan TV Stick HD (2nd Gen) sebagai lawan langsung perangkat itu. Bedanya, kalau Amazon membekali produknya dengan Fire OS yang punya ekosistem dan toko aplikasi sendiri, Xiaomi justru memilih memasang Google TV.
Keputusan ini menarik. Google TV memang punya antarmuka yang lebih modern dibanding Android TV biasa, dan yang lebih penting buat saya, tidak menguncimu di satu taman bermain konten. Ada lebih dari 10.000 aplikasi yang tersedia, dan penyimpanan 8 GB-nya sudah langsung diisi aplikasi populer seperti Netflix, YouTube, dan Amazon Prime Video dari awal. Jadi buat yang tidak mau ribet, tinggal colok, login, langsung pakai.
Tapi penyimpanan 8 GB itu sebenarnya cukup minimalis. Kalau kamu hobi gonta-ganti aplikasi atau ingin menyimpan beberapa game ringan, besar kemungkinan kamu bakal sering menghapus cache. Saya perkirakan sisa ruang yang benar-benar bisa dipakai tidak akan lebih dari 3-4 GB setelah sistem dan aplikasi bawaan bekerja.
Desain dan build quality
Bentuknya stik HDMI pada umumnya. Dimensi 107.4 mm panjangnya, dengan ketebalan bodi 14 mm, cukup kecil untuk bersembunyi di balik TV tanpa terlalu menonjol. Xiaomi mempertahankan port HDMI full-size di bagian depan, jadi tidak perlu adaptor tambahan yang sering bikin colokan jadi longgar atau terlalu berat di port TV.
Satu hal yang patut dicatat: untuk daya, perangkat ini masih bergantung pada port Micro USB di bagian bawah. Di 2025, konektor Micro USB sudah terasa kurang umum. Kalau kabel bawaannya rusak atau hilang, mencari pengganti tidak sepraktis USB-C yang sekarang sudah dipakai hampir semua perangkat baru. Remote dengan kontrol suara sudah disertakan di semua pasar, dan itu nilai tambah yang lumayan dibandingkan harus beli aksesori terpisah.
Performa
Empat inti ARM Cortex-A55 dan GPU Mali-G31 MP2 dengan RAM 1 GB adalah konfigurasi yang pas-pasan untuk streaming konten 1080p. Saya belum bisa bilang ini akan terasa cepat, dan kemungkinan besar sesekali akan ada frame tersendat saat navigasi antar menu, terutama setelah dipakai beberapa jam dan suhu bodi mulai hangat.
Output video mentok di 1080p 60Hz, jadi buat yang sudah pakai TV 4K, jelas perangkat ini bukan pilihan. Tapi justru di sinilah letak relevansinya. Banyak TV non-smart yang masih hidup di kamar kos atau kamar tidur dengan resolusi 1080p atau bahkan 720p. Daripada TV itu berakhir jadi pajangan karena aplikasi bawaannya sudah tidak dapat update, stik ini jadi opsi upgrade yang langsung memberi akses ke layanan streaming terkini.
Software dan fitur tambahan
Google TV memberikan dua keunggulan utama buat saya: rekomendasi konten yang terkurasi dari berbagai layanan berlangganan, dan dukungan Google Assistant lewat remote. Tidak semua stik di harga ini bisa melakukan pencarian suara yang benar-benar fungsional. Kalau remote-nya responsif, ini bisa jadi alasan kuat buat memilih stik Xiaomi ketimbang Android TV box abal-abal tanpa mikrofon.
Di sisi audio, dukungan Dolby Audio, DTS:X, dan DTS HD di harga segini jarang ditemukan. Bahkan beberapa TV Android built-in di kelas entry tidak memberikan passthrough DTS. Kalau kamu menyambungkan stik ini ke soundbar atau receiver yang kompatibel, potensi surround sound lewat konten lokal atau file rip-an jadi lebih terbuka. Tentu saja, kualitas akhirnya sangat bergantung pada layanan streaming yang kamu pakai dan bitrate audio yang mereka kasih.
Ketersediaan dan peluncuran
Xiaomi pertama kali memasukkan perangkat ini ke situs global mereka pada Maret 2025. Kemudian baru bener-bener tersedia di Polandia pada awal Juni, sebelum akhirnya melebar ke Republik Ceko, Malaysia, Turki, dan Inggris Raya. Belum ada informasi apakah Xiaomi Indonesia akan membawa stik ini secara resmi. Biasanya, lini TV dan aksesori Xiaomi memang agak selektif masuk ke pasar Indonesia, jadi buat sekarang, opsi paling realistis adalah lewat importir atau marketplace lintas negara.
Harga Xiaomi TV Stick HD (2nd Gen)
Harga bervariasi cukup signifikan antar negara. Malaysia jadi yang paling rendah, sementara Inggris Raya melonjak cukup tinggi, kemungkinan karena faktor pajak dan distribusi.
Harga resmi:
- Malaysia: sekitar Rp462.000 (MYR 239)
- Republik Ceko: sekitar Rp833.000 (CZK 1.199)
- Turki: sekitar Rp1.770.000 (TRY 3.399)
- Inggris Raya: sekitar Rp862.000 (£39.99 atau sekitar $53)
Pertanyaan paling masuk akal sekarang: dengan harga segini, apa benar stik ini lebih menarik dibanding Fire TV Stick HD? Jawabannya tergantung seberapa besar kamu menghargai kebebasan ekosistem. Kalau kamu sudah nyaman di ekosistem Amazon dan tidak keberatan dengan Fire OS, perbedaan harga antara keduanya tidak sebesar perbedaan pengalaman sistem operasinya. Tapi kalau kamu ingin Google TV tanpa harus membeli Chromecast yang lebih mahal, Xiaomi TV Stick HD (2nd Gen) mengisi celah yang selama ini kosong di harga setengah juta ke bawah, asalkan berhasil masuk ke Indonesia dengan harga yang masuk akal.
Yang jelas, spesifikasi RAM dan penyimpanannya tidak dibuat untuk multitasking. Ini benar-benar perangkat satu fungsi: menyalakan aplikasi streaming di TV lama, dan berhenti sampai di situ. Sebelum beli, pastikan ekspektasimu juga berhenti di situ.