Home Rumah & Dapur

Xiaomi TV FX Mini LED 75 Inci Pakai Fire TV, Bukan Google TV, dan Itu Justru Poin Pentingnya

17 Juli 2026 5 min read

Xiaomi membawa TV 75 inci dengan panel Mini LED ke Eropa, dan yang bikin berbeda: sistem operasi Fire TV menggantikan Google TV, membuka segmen baru yang justru membuat TV ini lebih menarik untuk audiens yang tepat.

Xiaomi TV FX Mini LED 75 inci 2026 dengan sistem operasi Fire TV
(Foto: Xiaomi)

Xiaomi tidak pernah setengah-setengah saat masuk ke kategori yang sudah dikuasai pemain lama. Kali ini mereka membawa TV 75 inci dengan panel Mini LED ke Eropa, dan ada satu keputusan yang bikin saya berhenti sejenak: sistem operasinya Fire TV, bukan Google TV. Buat sebagian orang ini mungkin downgrade, tapi saya melihatnya sebagai langkah positioning yang cukup cerdik, dan justru membuat TV ini lebih menarik untuk segmen tertentu.

  • Xiaomi meluncurkan TV FX Mini LED 2026 ukuran 75 inci di Jerman dan Italia dengan harga €849
  • Panel 4K Mini LED dengan 93% DCI-P3, dukungan HDR10+ dan Filmmaker Mode
  • Refresh rate 60Hz di 4K, naik ke 120Hz lewat mode Game Boost dengan pengorbanan resolusi
  • Sistem operasi Fire TV, bukan Google TV, dengan remote khusus dan tombol layanan streaming langsung

Spesifikasi Xiaomi TV FX Mini LED 75" 2026

  • Tahun Rilis: 2026
  • Layar: 75 inci, 4K Mini LED, 93% DCI-P3, HDR10+, Filmmaker Mode
  • Chipset:,
  • RAM:,
  • Penyimpanan:,
  • Baterai:,
  • Refresh Rate: 60Hz (4K), 120Hz via Game Boost
  • Audio: 4 speaker built-in, Dolby Audio, DTS:X
  • Sistem Operasi: Fire TV
  • Konektivitas: Ethernet, dual-band Wi-Fi, slot CI+, jack headphone, optical audio output

Mini LED di harga yang biasanya cuma dapat QLED biasa

Panel Mini LED di harga €849 untuk ukuran 75 inci sejujurnya cukup mengejutkan. Teknologi ini biasanya muncul di TV yang lebih mahal karena kontrol backlight-nya yang jauh lebih presisi dibanding LED biasa, hasilnya kontras lebih tinggi, blooming berkurang, dan warna lebih akurat. Xiaomi mengklaim cakupan 93% DCI-P3, yang standar untuk konsumsi film dan series masa kini.

Yang menarik, TV ini mendukung Filmmaker Mode. Buat yang belum familiar, ini mode tampilan yang otomatis menonaktifkan semua pemrosesan gambar tambahan, motion smoothing, sharpening, semua itu, supaya film terlihat persis seperti yang dimaksud sutradara. Biasanya fitur ini hadir di TV mid-range ke atas, jadi penempatannya di sini memberi sinyal bahwa Xiaomi tidak sekadar mengejar spesifikasi mentah.

Game Boost: 120Hz, tapi ada kompromi


Xiaomi TV FX Mini LED 75 inci dipasang di dinding dengan setup ruang tamu minimalis
TV mendukung pemasangan di dinding untuk setup ruang tamu yang lebih rapi. (Foto: Xiaomi)


Refresh rate native panel ini 60Hz di resolusi 4K. Untuk gaming, Xiaomi menyediakan mode Game Boost yang mendorong refresh rate ke 120Hz, tapi dengan catatan penting: resolusi tidak lagi 4K. Ini bukan trik baru di dunia TV budget ke menengah, tapi tetap penting untuk disebut secara eksplisit karena banyak materi pemasaran yang suka mengaburkannya.

Artinya, kalau kamu pakai konsol seperti PS5 atau Xbox Series X, kamu harus memilih antara resolusi tinggi di 60Hz atau gerakan lebih mulus di 120Hz tapi dengan gambar yang tidak setajam 4K. Untuk gaming kasual dan multiplayer yang responsif, 120Hz tetap terasa manfaatnya. Tapi kalau prioritas utama kamu adalah game single-player cinematic dengan visual maksimal, ini bukan panel yang ideal.

Fire TV: bukan kekurangan, tapi pilihan yang menarik

Ini bagian yang paling saya pikirkan. Setelah terbiasa melihat Xiaomi pakai Google TV, atau Android TV, di hampir semua produk mereka, kehadiran Fire TV di model ini terasa seperti langkah sadar, bukan kecelakaan. Fire TV punya kelebihan yang sering diremehkan: antarmukanya sederhana, integrasi dengan layanan Amazon sangat dalam, dan remote-nya sudah punya tombol langsung untuk Netflix, Prime Video, dan layanan lain.

Untuk pengguna yang sudah hidup di ekosistem Amazon atau yang hanya butuh TV besar untuk streaming tanpa kerumitan, Fire TV bisa jadi pengalaman yang lebih bersih dibanding Google TV yang kadang terasa berat dengan rekomendasi algoritmiknya. Kekurangannya jelas: toko aplikasi Fire TV lebih terbatas, dan beberapa layanan populer di Indonesia mungkin tidak tersedia secara native. Ini jadi poin yang perlu dicek sebelum beli, karena sumber belum mengonfirmasi ketersediaan di luar Eropa.

Ketersediaan dan peluncuran

TV ini saat ini sudah tersedia di Jerman dan Italia. Belum ada informasi soal ketersediaan di pasar lain, termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. Melihat pola Xiaomi sebelumnya, besar kemungkinan TV seri ini akan mendarat di lebih banyak region, tapi dengan sistem operasi yang mungkin berbeda tergantung pasar. Untuk Indonesia sendiri, kehadiran resmi TV Xiaomi masih menjadi tanda tanya, apalagi dengan Fire TV yang ekosistemnya belum sekuat Google TV di sini.

Harga Xiaomi TV FX Mini LED 75" 2026

Di Jerman, TV ini dibanderol dengan harga resmi €849. Kalau dikonversi langsung, ini setara dengan sekitar Rp14,9 juta, tapi itu angka yang tidak sepenuhnya adil karena tidak memasukkan pajak dan logistik lokal andai masuk Indonesia.

Harga resmi:

  • 75 inci: sekitar Rp14,9 juta (€849) di Jerman

Satu hal yang membuat saya agak tenang merekomendasikan TV ini untuk dipertimbangkan: Xiaomi tidak asal menempel label Mini LED di harga miring lalu mengorbankan hal-hal fundamental. Filmmaker Mode tetap ada, dukungan audio Dolby dan DTS:X tidak dipangkas, dan port seperti optical audio masih disertakan. Keterbatasan terbesarnya ada di sisi gaming, 4K 60Hz native dengan 120Hz yang harus mengorbankan resolusi bukanlah setup ideal buat gamer serius. Tapi untuk ruang keluarga yang butuh layar besar dengan kontras superior dan sistem operasi yang simpel? Ini salah satu opsi paling menarik di kisaran harganya, andai Xiaomi memutuskan membawanya masuk ke Indonesia.

#Smart TV#Xiaomi#Xiaomi TV FX Mini LED 2026#Fire TV#Mini LED#TV 75 inci#Peluncuran
Senja Arunika
Senja Arunika – Founder

Founder bysenja.com

Lihat semua artikel →