Satu hal yang sering bikin meja kerja berantakan adalah terlalu banyak perangkat yang fungsinya terpisah-pisah. Docking station sendiri, Stream Deck sendiri, audio interface sendiri. TobenONE mencoba menjawab masalah ini lewat UDS060, docking station yang harganya sekitar Rp1.369.000 di Amazon (USD 83).
- Docking station 4K dengan empat tombol kustom dan satu rotary dial yang bisa diprogram
- Dual HDMI 4K 60Hz, tapi extended desktop hanya jalan di Windows, macOS cuma mirroring
- Dilengkapi USB Power Delivery 100W, Gigabit Ethernet, card reader SD dan microSD
- Front-facing USB 3.0: satu Type-C dan dua Type-A, plus combo audio jack 3.5mm
Bukan docking station biasa, ada tombol yang bisa diprogram
Saya tahu, kebanyakan docking station itu desainnya kotak, port banyak, dan tidak banyak yang bisa dibanggakan selain jumlah konektor. Tapi UDS060 ini beda. Di bagian atasnya ada empat tombol fisik dan satu rotary dial yang biasanya dipakai buat kontrol volume. Menariknya, semua tombol itu bisa diatur fungsinya lewat aplikasi TobenONE.
Ini langsung mengingatkan saya pada Elgato Stream Deck, meskipun jumlah tombolnya jauh lebih sedikit. Untuk dipakai sebagai shortcut aplikasi, kontrol playback, atau macro sederhana dalam alur kerja harian, empat tombol ini cukup membantu. Apalagi kalau kamu sering bolak-balik antar aplikasi untuk kerja kreatif.
Tapi perlu dicatat, saya belum coba langsung produk ini. Semua yang saya tulis berdasarkan spesifikasi resmi dan informasi yang tersedia.
Dual 4K 60Hz, tapi ada batasan untuk pengguna Mac
Untuk urusan tampilan, UDS060 punya dua port HDMI yang masing-masing bisa output di resolusi 4K dengan refresh rate 60Hz. Kalau kamu pakai Windows, kamu bisa menikmati extended desktop di dua monitor sekaligus, artinya layar tidak saling menduplikasi, tapi jadi satu area kerja yang luas.
Nah, buat pengguna macOS ceritanya sedikit berbeda. Dukungan multi-monitor di sini hanya sebatas mirroring, bukan extended desktop. Jadi dua layar akan menampilkan konten yang sama persis. Ini bukan kelemahan produk TobenONE sebenernya, lebih ke batasan protokol display di macOS yang memang tidak mengizinkan extended mode lewat jalur ini tanpa dukungan chip khusus.
Pastikan juga laptop atau mini PC kamu mendukung USB4, Thunderbolt 3, atau Thunderbolt 4 kalau mau output ke dua monitor sekaligus. Kalau cuma USB-C biasa, kemungkinan besar hanya satu layar yang akan aktif.
Konektivitas lengkap: Ethernet, card reader, audio, dan PD 100W
Di bagian depan, ada port USB 3.0 Type-C dan dua USB 3.0 Type-A. Jadi kamu tidak perlu merogoh ke belakang docking setiap kali mau colok flashdisk atau kabel charging aksesori kecil. Di sisi samping, ada slot kartu SD dan microSD, posisi yang saya suka karena tidak menghalangi port lain.
Bagian belakangnya dihuni port Gigabit Ethernet, combo audio jack 3.5mm, dan tentu saja dua port HDMI tadi. Yang juga penting: docking ini mendukung USB Power Delivery sampai 100W. Artinya, dia bisa sekaligus mengisi daya laptop yang terhubung tanpa perlu kabel power terpisah. Untuk mini PC yang biasanya tidak punya baterai, ini solusi praktis, satu kabel untuk data, display, dan power sekaligus.
Port depan yang mudah diakses dan keberadaan card reader di dua sisi jadi nilai tambah tersendiri. Buat kamu yang sering mindahin foto dari kamera atau butuh akses cepat ke microSD, tidak perlu adapter tambahan.
Kalau dilihat secara keseluruhan, UDS060 ini menarik buat yang cari docking station dengan fungsi tambahan yang tidak cuma sekadar port replikasi. Tombol kustomnya mungkin tidak akan menggantikan Stream Deck untuk streamer yang butuh puluhan tombol, tapi untuk kebutuhan shortcut kantoran atau alat bantu editing ringan, empat tombol plus rotary dial sudah lumayan. Harganya di kisaran Rp1,3 jutaan juga cukup masuk akal mengingat fitur yang ditawarkan, meskipun saat ini belum ada informasi ketersediaan resmi di Indonesia.