Kalau Anda sedang mencari ponsel kedua yang bisa diajak kerja di lapangan atau sekadar teman perjalanan yang tidak rewel dengan cipratan air, HMD Global baru saja punya jawabannya. Pabrikan asal Finlandia ini resmi memperkenalkan Nokia 123 Shield, feature phone yang mengandalkan bodi super tangguh sebagai daya tarik utamanya.
- Sertifikasi IP65 melindungi dari debu, pasir, dan air hujan deras
- Antena khusus diklaim memberikan penerimaan sinyal lebih kuat dari Nokia 105
- Baterai 1.750 mAh mampu bertahan hingga 19 hari standby atau hampir 28 jam bicara
- Senter LED tiga kali lebih terang dibandingkan milik Nokia 110
- Slot microSD mendukung kartu memori hingga 32 GB untuk menyimpan musik
HMD Global menyasar segmen yang menginginkan ponsel murah tapi tidak mudah rusak. Nokia 123 Shield hadir dengan siluet agak melengkung yang tetap terlihat simpel dan bersih. Bodi dengan sertifikasi IP65 cukup untuk melindungi perangkat dari hantaman pasir, debu, atau guyuran hujan, meskipun jangan dibawa berenang karena belum sepenuhnya tahan air. Di dalamnya, HMD Global memilih untuk tidak menyertakan modem LTE atau 5G. Alasannya jelas: demi menjaga harga tetap rendah.
Meski tanpa koneksi 4G, brand asal Finlandia ini tidak mengabaikan kualitas sinyal dasar. Antena di Nokia 123 Shield dirancang agar penerimaan jaringannya lebih prima dibanding pendahulunya, Nokia 105. Buat Anda yang butuh ponsel darurat dengan jangkauan sinyal mantap di area terpencil, ini poin penting yang patut dicatat.
Baterai 1.750 mAh yang disematkan mampu menemani hari-hari Anda tanpa colokan listrik hingga 19 hari dalam posisi standby. Kalau dipakai menelepon terus-menerus, ponsel ini mampu bertahan 27,9 jam. Pengisian dayanya sudah via USB-C, standar kekinian yang memudahkan karena kabel charger sudah seragam dengan banyak gadget lain.
Satu fitur yang mungkin tidak terpikirkan tapi sangat praktis: senter LED di punggung ponsel. Tingkat kecerahannya tiga kali lipat dari Nokia 110, jadi Anda bisa mengandalkannya untuk penerangan darurat. Adapun kameranya, jangan berharap banyak. Sensor 320 x 240 piksel yang disematkan hanya cukup untuk sekadar pajangan, bukan untuk mengabadikan momen.
Layarnya sendiri berbentang 2,4 inci dengan resolusi 320 x 240 piksel. Dapur pacunya adalah prosesor Unisoc SC6531E dengan RAM cuma 4 MB dan penyimpanan internal 4 MB. Angka yang sangat kecil, tapi ini memang bukan ponsel pintar. Untuk menyimpan file musik yang bisa diputar lewat Bluetooth atau jack audio 3,5 mm, tersedia slot microSD yang bisa menampung hingga 32 GB. Nokia 123 Shield punya ketebalan 15 mm dan bobot 108 gram, terasa solid di genggaman tanpa jadi terlalu berat.
Harga dan Ketersediaan Nokia 123 Shield di Pasaran
HMD Global memasarkan Nokia 123 Shield dengan label "ultra-affordable" di situs resminya, namun detail harga dan jadwal ketersediaan belum diumumkan secara gamblang. Berdasarkan informasi dari salah satu retailer di Bulgaria, ponsel ini dibanderol sekitar €36 atau setara sekitar Rp612 ribuan. Angka yang sangat bersahabat untuk ponsel dengan perlindungan IP65 dan baterai monster. Kita tunggu saja kapan HMD Global membawa perangkat ini ke lebih banyak negara, termasuk Indonesia.
Buat saya pribadi, Nokia 123 Shield menarik bukan karena spesifikasinya, itu jelas sangat minimal, tapi karena ia mengisi kebutuhan yang spesifik: ponsel kedua yang tidak perlu dikhawatirkan. Cocok buat Anda yang bekerja di luar ruangan, suka berkemah, atau sekadar butuh alat komunikasi darurat di mobil. Kameranya bisa dilupakan, internet tidak usah diharapkan, tapi kalau yang Anda cari adalah daya tahan baterai dan ketahanan fisik dengan harga di bawah sejuta rupiah, ponsel ini sulit dicari tandingannya saat ini.