Punya sudut rumah yang tiba-tiba bikin video call putus-putus atau streaming buffer padahal sudah bayar internet mahal? Masalah dead zone memang menyebalkan. Tenda baru saja merilis solusi terjangkau untuk itu: A33 V2.0, sebuah range extender Wi-Fi 6 yang juga bisa berfungsi sebagai router mini. Uniknya, alat ini dijual dengan harga promosi yang cukup ramah, terutama buat kamu yang penasaran dengan Wi-Fi 6 tapi belum mau invest besar.
- Tenda meluncurkan A33 V2.0 di China sebagai range extender Wi-Fi 6 dengan desain wall-plug yang menyatu dengan catu daya.
- Mengusung platform dual-band AX3000 dengan throughput hingga 2.976Mbps dan prosesor dual-core 1.2GHz.
- Harga perkenalan ±Rp380.000 (CNY 169) dan akan naik menjadi ±Rp470.000 (CNY 209) setelah masa promosi.
- Mendukung empat mode operasi termasuk Mesh Networking untuk cakupan seluruh rumah tanpa ganti nama jaringan.
Spesifikasi Tenda A33 V2.0
- Tahun Rilis: 2026
- Konektivitas: Wi-Fi 6 dual-band AX3000, Gigabit Ethernet
- Kompatibilitas: Ekosistem Tenda Mesh
- Prosesor: Dual-core 1.2GHz
- Penyimpanan:,
- Daya: Catu daya terintegrasi
- Dimensi: 86 x 37,5 x 196 mm
- Fitur Utama: Empat mode operasi (Signal Extension, Router, AP Wired Repeater, Mesh Networking), dua antena omnidirectional eksternal dengan FEM, peningkatan sinyal 38% dibandingkan extender Wi-Fi 5 sebelumnya
Desain dan build quality
Dari sisi tampilan, A33 V2.0 mengusung bodi putih yang bersih dan bentuk memanjang khas extender wall-plug. Yang bikin praktis, catu dayanya sudah menyatu langsung ke dalam unit, kamu tidak perlu colokan tambahan atau adaptor yang bikin kabel semrawut di sekitar stopkontak. Dimensinya 86 x 37,5 x 196 mm, cukup ringkas meskipun akan memakan satu slot colokan tembok sepenuhnya.
Dua antena eksternal yang terpasang tidak bisa dilipat, jadi pastikan stopkontak kamu punya ruang yang cukup longgar di atasnya. Secara build quality, ini perangkat utilitas yang tidak mencoba tampil mewah, tapi justru terasa fungsional dan tidak murahan untuk harganya.
Performa
Di dalamnya ada prosesor dual-core 1.2GHz yang dirancang untuk menangani tugas routing, amplifikasi sinyal, dan mesh networking secara bersamaan. Tujuannya menjaga stabilitas koneksi saat banyak perangkat terhubung sekaligus. Untuk throughput, A33 V2.0 menjanjikan total 2.976Mbps, rinciannya 2.402Mbps di pita 5GHz (dengan channel width 160MHz) dan 574Mbps di 2.4GHz. Ini standar yang cukup tinggi untuk kelas harga perkenalannya.
Dua Front-End Module (FEM) eksternal dipasangkan dengan antena omnidirectional dual-band untuk memperkuat sinyal. Tenda mengklaim peningkatan kekuatan sinyal hingga 38% dibandingkan extender Wi-Fi 5 1200M generasi sebelumnya, terutama dalam kemampuan menembus dinding di pita 5GHz.
Jangkauan dan stabilitas
Tenda mengoptimalkan A33 V2.0 untuk ruangan seluas 90 sampai 100 meter persegi. Itu kira-kira ukuran apartemen dua kamar atau rumah mungil yang biasa kita temui di perkotaan Indonesia. Klaim peningkatan 38% tadi cukup menarik karena biasanya 5GHz memang lemah begitu ketemu tembok, dan di sinilah kombinasi antena plus FEM mencoba mengompensasi kelemahan itu.
Untuk stabilitas, dukungan ekosistem Mesh Tenda memungkinkan kamu menambah beberapa unit A33 dan membentuk jaringan menyeluruh dengan satu nama Wi-Fi yang sama. Perangkat akan berpindah antar node tanpa putus, asalkan penempatannya tepat.
Setup dan instalasi
Satu hal yang bikin A33 V2.0 fleksibel adalah empat mode operasi yang disediakan. Mode Signal Extension adalah yang paling standar: kamu colokkan, hubungkan ke router utama, dan extender mulai memancarkan ulang sinyal. Mode Router mengubahnya menjadi router mandiri yang memanfaatkan port Gigabit Ethernet sebagai WAN. Mode AP Wired Repeater cocok kalau kamu punya kabel LAN yang bisa ditarik ke area dead zone. Terakhir, mode Mesh Networking untuk integrasi penuh dengan perangkat Tenda Mesh lainnya.
Port Gigabit Ethernet tunggal yang disematkan bisa berfungsi sebagai input WAN atau output LAN tergantung mode yang dipilih. Ini memberi sedikit fleksibilitas ekstra, misalnya untuk menyambungkan perangkat berkabel seperti smart TV atau konsol game di ruangan yang sebelumnya tidak terjangkau Wi-Fi.
Integrasi dan kompatibilitas
Kompatibilitas mesh hanya berlaku dalam ekosistem Tenda, jadi kalau router utama kamu bukan Tenda yang mendukung mesh, mode ini tidak bisa dipakai. Tapi untuk penggunaan sebagai extender biasa, A33 V2.0 bekerja dengan router merek apapun selama mendukung standar Wi-Fi. Dukungan Wi-Fi 6 juga membuatnya kompatibel dengan perangkat generasi terbaru sekaligus tetap bisa melayani gadget Wi-Fi 5 atau yang lebih lama.
Kelebihan dan kekurangan
Tenda A33 V2.0 hadir sebagai pilihan menarik untuk kamu yang ingin menambal titik buta Wi-Fi tanpa biaya besar, sekaligus mencicipi fitur Wi-Fi 6 dan mesh networking dengan harga perkenalan yang sulit ditolak.
Kelebihan:
- Harga perkenalan sangat terjangkau untuk perangkat Wi-Fi 6 AX3000
- Desain wall-plug dengan catu daya terintegrasi, tidak ada kabel tambahan
- Empat mode operasi termasuk Mesh Networking
- Port Gigabit Ethernet untuk koneksi kabel fleksibel
- Klaim peningkatan sinyal 38% untuk penetrasi dinding 5GHz
Kekurangan:
- Harga akan naik setelah masa promosi berakhir
- Hanya satu port Ethernet, tidak ada tambahan untuk perangkat lain
- Antena tidak bisa dilipat, butuh ruang longgar di sekitar stopkontak
Kalau melihat apa yang ditawarkan dengan banderol perkenalannya, Tenda A33 V2.0 punya keseimbangan yang cukup baik antara harga dan fitur, meskipun ada beberapa kompromi kecil.
Rating: 7.5/10, Extender Wi-Fi 6 dengan harga promosi yang menggoda, mode operasi lengkap, dan desain praktis, tapi kenaikan harga nanti dan keterbatasan port perlu jadi pertimbangan.
Harga Tenda A33 V2.0
Perangkat ini baru tersedia di China untuk saat ini, dengan harga promosi yang membuatnya jadi salah satu opsi Wi-Fi 6 termurah. Belum ada informasi kapan dan apakah akan masuk ke Indonesia secara resmi.
Harga resmi:
- Harga perkenalan: ±Rp380.000 (CNY 169 / USD 24), harga resmi Indonesia belum tersedia
- Harga normal: ±Rp470.000 (CNY 209 / USD 30), harga resmi Indonesia belum tersedia
Tenda A33 V2.0 cocok buat kamu yang tinggal di apartemen atau rumah kecil sekitar 90-100 meter persegi dan butuh solusi cepat untuk dead zone tanpa repot narik kabel ke mana-mana. Dukungan mesh dan empat mode operasi memberi kamu fleksibilitas yang jarang ada di extender semurah ini. Tapi kalau kamu butuh banyak port Ethernet atau coverage untuk rumah besar bertingkat, perangkat ini jelas bukan jawaban. Untuk harganya saat masa promosi, ini salah satu cara paling murah buat masuk ke dunia Wi-Fi 6 dan mesh networking sekaligus.